BAB II
PEMBAHASAN
A. Riwayat Hidup Betty Neuman
Betty Neuman lahir di Lowell di Ohio pada tahun 1924. Ayahnya seorang
petani dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Anak kedua dari 3 bersaudara dan
merupakan anak perempuan satu-satunya.Ketika berumur 11 tahun bapaknya
meninggal setelah 6 tahun dirawat karena CRF. Beliau pertama kali memperoleh
pendidikan di People Hospital School of Nursing yang sekarang berubah nama
menjadi General Hospital Akron di Akron, Ohio pada tahun 1947. Beliau
melanjutkan pendidikannya di University of California dengan jurusan psikologi.
Beliau menyelesaikan gelar sarjana mudanya pada tahun 1957 dan meadapatkan
gelar BS. Pada tahun 1966 beliau mendapat gelar Master dibidang kesehatan
mental, konsultan kesehatan masyarakat di University of California, beliau
melanjutkan program administrasi pendidikan tinggi di Ohio University.
Banyak sekali pengalaman yang telah beliau dapatkan diantaranya menjadi
dosen keperawatan jiwa, konsultan, pemimpin konseling model Whole Person
Approach serta beliau telah membuat sebuah sistem model keperawatan di UCLA dan
memfokuskan sistem tersebut dalam masalah keperawatan. Model Neuman
aslinya berkembang tahun 1970 ketika itu ada permintaan lulusan Universitas of
California LA untuk pembukaan kursus yang memberikan wawasan tentang aspek
fisiologi, psikologi, sosiokultural, dan aspek pengembangan dari kehidupan
manusia (Neuman 1995). Model ini dikembangkan untuk menyediakan struktur yang
terintegrasi dari aspek-aspek diatas secara holistic. Setalah 2 tahun
dievaluasi model tersebut dipublikasikan dalam 3 edisi(1982,1989,1995).
B. Konsep Dasar
Konsep utama yang terdapat pada model Neuman, meliputi: stresor, garis
pertahanan dan perlawanan, tingkatan pencegahan, lima variabel sistem klien,
struktur dasar, intervensi dan rekonstitusi (Fitzpatrick & Whall, 1989).
Berikut ini akan diuraikan tentang masing-masing veriabel
1. Stressor
Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan
berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi
stressor sebagai berikut :
a. Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan
berhubungan dengan lingkungan internal. Misalnya : respons autoimmune
b. Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau
lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran
c. Stressor ekstrapersonal : juga
terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya
dari sistem dari pada stressor interpersonal. Misalnya : sosial politik.
2. Garis
pertahanan dan perlawanan
Garis pertahanan menurut Neuman’s
terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel.
Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu
keadaan stabil untuk individu, sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan
karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar
untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien.
Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal
jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika
itu terjadi. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala
ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi
stressor tambahan. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel
dan perilaku seperti pola koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan.
Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel.
Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau
perlindungan pada sistem dari stressor. Garis ini bisa menjauh atau mendekat
pada garis pertahanan normal. Bila jarak antara garis pertahanan meningkat maka
tingkat proteksipun meningkat. Oleh sebab itu untuk mempertahankan keadaan
stabil dari sistem klien, maka perlu melindungi garis pertahanan normal dan
bertindak sebagai buffer.
Kondisi ini bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu relatif singkat.
Disamping itu hubungan dari berbagai variabel (fisiologi, psikologis,
sosiokultur, perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan
garis pertahanan diri fleksibel terhadap berbagai reaksi terhadap stressor.
Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman’s merupakan serangkaian lingkaran
putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. Artinya garis resisten ini
melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor
lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). Misalnya
mekanisme sistem immun tubuh. Jika lines of resistance efektif dalam merespon
stressor tersebut, maka sistem depan berkonstitusi, jika tidak efektif maka
energi berkurang dan bisa timbul kematian.
3. Tingkatan
pencegahan
Tingkatan pencegahan ini membantu
memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan
tersier.
a. Pencegahan primer
Terjadi sebelum sistem bereaksi
terhadap stressor, meliputi : promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan.
Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense dengan
cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Intervensi dilakukan
jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi.
Strateginya mencakup : immunisasi, pendidikan kesehatan, olah raga dan
perubahan gaya hidup.
b. Pencegahan sekunder.
Meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor.
Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance,
mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi
struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Tujuannya
adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi.
Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka
struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya
sehingga bisa menyebabkan kematian.
c. Pencegahan Tersier
Dilakukan setelah sistem ditangani
dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. Pencegahan tersier difokuskan
pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Tujuan
utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah
reaksi timbul kembali atau regresi, sehingga dapat mempertahankan energi.
Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer.
4. Sistem klien
Model Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka dan
dinamis terhadap klien yang dikembangkan untuk memberikan suatu kesatuan fokus
definisi masalah keperawatan dan pemahaman terbaik dari interaksi klien dengan
lingkungannya. Elemen-elemen yang ada dalam sistem terbuka mengalami pertukaran
energi informasi dalam organisasi kompleksnya. Stress dan reaksi terhadap stres
merupakan komponen dasar dari sistem terbuka. Klien sebagai sistem bisa
individu, keluarga, kelompok, komunitas atau sosial issue (Tomey &
Alligood, 1998). Klien sebagai suatu sistem memberikan arti bahwa adanya
keterkaitan antar aspek yang terdapat dalam sistem tersebut. Kesehatan klien
akan dipengaruhi oleh keluarganya, kelompoknya, komunitasnya, bahkan lingkungan
sosialnya.
Neuman meyakini bahwa klien adalah
sebagai suatu sistem, memiliki lima variabel yang membentuk sistem klien yaitu
fisik, psikologis, sosiokultur, perkembangan dan spiritual. Selanjutnya juga
dijelaskan oleh Neuman bahwa klien merupakan cerminan secara wholistik dan
multidimensional (Fawcett, 2005). Dimana secara wholistik klien dipandang
sebagai keseluruhan yang bagian-bagiannya berada dalam suatu interaksi dinamis.
Pernyataan tersebut membuktikan bahwa setiap orang itu akan memiliki keunikan
masing-masing dalam mempersepsikan dan menanggapi suatu peristiwa yang terjadi
dalam kehidupan sehari- hari. Perubahan istilah dari Holistik menjadi Wholistik
untuk meningkatkan pemahaman terhadap orang secara keseluruhan.
Disamping itu klien atau sistem
dapat menangani stressor dengan baik, sehingga sakit atau kematian.tan atau
stabilitasasi system. perubahan dapat mempertahankan kesehatan secara adekuat.
Keseimbangan fungsional atau harmonis menjaga keutuhan integritas sistem.
Apabila bagian-bagian dari klien berinteraksi secara harmonis, maka akan
terwujud jika kebutuhan-kebutuhan sistem telah terpenuhi. Namun apabila terjadi
ketidakharmonisan diantara bagian-bagian dari system, hal ini disebabkan karena
adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi.
5. Struktur
dasar
Struktur dasar berisi seluruh
variable untuk mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia
sesuai karakteristik individu yang unik. Variabel-variabel tersebut yaitu
variabel sistem, genetik, dan kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem.
6.
Intervensi
Merupakan tindakan-tindakan yang
membantu untuk memperoleh, meningkatkan dan memelihara sistem keseimbangan,
terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tertier.
7.
Rekonstitusi
Neuman (1995) mendefinisikan
rekonstitusi sebagai peningkatan energi yang terjadi berkaitan dengan tingkat
reaksi terhadap stressor. Rekonstitusi dapat dimulai menyertai tindakan
terhadap invasi stressor..Rekonstitusi adalah suatu adaptasi terhadap stressor
dalam lingkungan internal dan eksternal. Rekonstitusi bisa memperluas normal
line defense ke tingkat sebelumnya, menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih
rendah, dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. Yang termasuk
rekonstitusi adalah faktor-faktor interpersonal, intrapersonal, ekstrapersonal
dan lingkungan yang berkaitan dengan variabel fisiologis, psikologis,
sosiokultural, perkembangan dan spiritual.
Model Sistem Neuman ini sangat
sesuai untuk diterapkan pada pengkajian di masyarakat, karena pendekatan yang
dipergunakan adalah pada komunitas sebagai sistem klien.
C. Sumber-Sumber Teori Betty Neuman
Model
mempunyai beberapa kesamaan dalam teori Gestalt. Teori Gestalt mempertahankan
bahwa cara hemoestatic adalah suatu cara yang mana tubuh mempertahankan
keseimbangan dan sebagai akibat dari kesehatan mengubah kondisi sehat atau
sakit. Teori model Betty Neuman juga menerapkan ide dari teori sistem umum
tentang sifat dasar kehidupan sistem terbuka yang merupakan gabungan semua
elemen yang berinteraksi dalam struktur organisasi tubuh kita yang kompleks.
Neuman juga memilah konsep G. Kaplan tentang tingkatan tindakan pemecahan.
D. Perkembangan Sistem Model Neuman
Model sistem Neuman memberikan
warisan baru tentang cara pandang terhadap manusia sebagai makhluk holistik
(memandang manusia secara keseluruhan) meliputi aspek (variable) fisiologis,
psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual yang berhubungan secara
dinamis seiring dengan adanya respon-respon sistem terhadap stressor baik dari
lingkungan internal maupun eksternal.
Komponen utama dari model ini adalah
adanya stress dan reaksi terhadap stress. Klien dipandang sebagai suatu sistem
terbuka yang memiliki siklus input, proses, output dan feedback sebagai suatu
pola organisasi yang dinamis. Dengan menggunakan perspektif sistem ini, maka
kliennya bisa meliputi individu, kelompok, keluarga, komunitas atau kumpulan
agregat lainnya dan dapat diterapkan oleh berbagai disiplin keilmuan
Tujuan ideal dari model ini adalah
untuk mencapai stabilitas sistem secara optimal. Apabila stabilitas tercapai
maka akan terjadi revitalisasi dan sebagai sistem terbuka maka klien selalu
berupaya untuk memperoleh, meningkatkan, dan mempertahankan keseimbangan
diantara berbagai faktor, baik didalam maupun diluar sistem yang berupaya untuk
mengusahakannya. Neuman menyebut gangguan-gangguan tersebut sebagai stressor
yang memiliki dampak negatif atau positif. Reaksi terhadap stressor bisa
potensial atau aktual melalui respon dan gejala yang dapat diidentifikasi.
E. Model keperawatan menurut Betty Neuman
Model keperawatan menurut Neuman ini
disebut The Neuman Health Care System. Model Neuman menggambarkan peran dan
fungsi perawat yang bersifat menyeluruh dan saling ketergantungan
(interdependensi) dalam satu system yang terbuka yang merupakan rangkaian dari
input, proses, dan output. Ini berarti bahwa system berfungsi sebagai penyaring
untuk fungsi tertentu. Komponen dari system ini adalah Stres dan Reaksi
terhadap stress.
Pada tahun
1989 Betty Neuman berpendapat bahwa ”Stressor mempengaruhi keseimbangan
homeostatis jika keseimbangan ini terganggu maka energi dikeluarkan untuk
mengatasinya”. Untuk membuat kehidupan menjadi seimbang, maka rangkaian sistem
tersebut harus menjadi interaksi antara sesama manusia. Interaksi ini akan
membuat seseorang meningkatkan ketahanan dalam kehidupannya.
Dalam
kehidupan sehari-hari individu selalu berusaha mempertahankan dan memenuhi
kebutuhan biologi, psikologi dan sosial kultural. Adanya stress sebagai
penyakit menyebabkan seseorang bereaksi untuk mempertahankan kesehatannya
melalui mekanisme pemecahan masalah atau koping tertentu. Penyebab stressor
dapat berasal dari diri sendiri, dari luar individu atau karena interaksi
dengan prang lain. Pada hubungan individu dengan stres, reaksinya atas stres, dan
faktor-faktor pemulihan kembali yang dinamis secara alamiah. Pemulihan kembali
(rekonstitusi) adalah kondisi adptasi terhadap terhadap stressor. Model
keperawatan Betty Neuman yang diterima secara luas adalah komunitas
keperawatan, secara nasional atau internasional.
F. Konsep Keperawatan Menurut Neuman
Keperawatan memperhatikan semua hal dan stressor-stressor pontensial
kaitannya dengan penggunaan pengaruh dan potensial dampak stressor lingkungan.
Tujuan Keperawatan adalah menjaga stabilitas system klien, membantu klien
untuk mengurus diri yang mana hal – hal sebagai persyaratan untuk mencapai
tahap kesehatan yang optimum. Memfasilitasi kesehatan yang optimum untuk pasien
melalui memperkuat atau memelihara stabilitas system klien.
Sehat adalah keadaan baik. Sehat adalah suatu titik yang bergerak pada
rentang negentrophy paling besar ke entrophy maksimum. Saat semua bagian pada
klien berada dalam keadaan harmonis atau seimbang ketika semua dibutuhkan untuk
bertemu, kesehatan optimal tercapai. kesehatan adalah juga energi.
Manusia terdiri dari Fisiologi, psikologis, sosiokultural, perkembangan
dan spiritual. Diwakili untuk struktur sentral, garis pertahanan dan garis
perlawanan.
Klien adalah manusia yang diancam atau diserang oleh stressor lingkungan.
Lingkungan adalah semua faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi klien
dan system klien. Tiga type lingkungan yang telah diidentifikasi ; internal,
eksternal, dan lingkungan yang diciptakan. Stressor adalah bagian dari
lingkungan, lingkungan internal berisi dalam batas system klien. Lingkungan
eksternal berisi kekuatan-kekuatan diluar system klien. Lingkungan yang
diciptakan merupakan mobilisasi yang tidak disadari klien terdiri dari struktur
komponen-komponen sebagai faktor energi, stabilitas dan integritas.
Masalah keperawatan merupakan kesehatan system klien yang terancam atau
manifestasi aktual respon terhadap stressor.
Proses Keperawatan Neuman menggambarkan 3 langkah fokus : diagnosa
keperawatan, tujuan keperawatan dan hasil. Intervensi keperawatan adalah
intervensi yang diidentifikasi oleh Neuman, yaitu tiga komponen tipologi
intervensi : tahap pencegahan primer, sekunder dan tersier. Rekontitusi
merupakan bagian dari tahap pencegahan tersier.
G. Paradigma Keperawatan Menurut Neuman
a. Manusia menurut
Neuman
Neuman memandang manusia atau klien
secara keseluruhan (holistic) yang terdiri dari faktor fisiologis, psikologis,
sosial budaya, faktor perkembangan, dan faktor spiritual.
1) Faktor
Fisiologis meliputi struktur dan fungsi tubuh
2) Faktor psikologis terdiri dari
proses dan hubungan mental
3) Faktor sosial budaya meliputi
fungsi sistem yang menghubungkan sosial dan ekspektasi kultural dan aktivasi.
4) Faktor perkembangan sepanjang
hidup.
5) Faktor spiritual pengaruh
kepercayaan spiritual Faktor-faktor ini berhubungan secara dinamis dan tidak
dapat dipisah-pisahkan.
Klien juga
dipandang mengalami kondisi yang bervariasi,sesuai stress yang dialami. Ketika
stressor terjadi individu banyak membutuhkan informasi atau bantuan untuk mengatasi
stressor. Pemberian motivasi merupakan rencana tindakan perawat untuk membantu
perkembangan klien.
Sistem klien
diartikan dalam struktur dasar dan lingkaran-lingkaran konsentrik yang saling
berkaitan. Struktur dasar meliputi faktor dasar kelangsungan hidup yang lebih
umum dari karakter sehat dan sakit yang merupakan gambaran yang unik dari
system klien. Secara umum gambaran keunikan sistem klien dari Neuman adalah
range temperatur normal, struktur genetik , pola respon, kekuatan dan kelemahan
organ, struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan. Neuman selanjutnya
menyatakan bahwa Normal Lines of Defense adalah:
1).Merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk
individu, sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor
yang disebut keadaan wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk
menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien.
2) Berbagai stressor dapat menginvasi normal line defense jika flexible
lines of defense tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika itu terjadi maka
sistem klien akan bereaksi yang akan tampak pada adanya gejala ketidakstabilan
atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor
tambahan.
3) Normal lines of defense terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku
seperti pola koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan.
Garis pertahanan flexible/ Flexible Lines of Defense
1).Digambarkan sebagai lingkaran putus-putus paling luar yang berperan
memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor.
2). Diibaratkan sebagai suatu accordion yang bisa menjauh atau mendekat
pada normal line of defense. Bila jarak antara flexible lines of defense dan
normal lines of defense meningkat maka tingkat proteksipun meningkat.
3).Melindungi normal line of defense dan bertindak sebagai buffer untuk
mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien.
4) Bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu yang
relatif singkat.
Lines of Resistance Merupakan
serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. Artinya
garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada
invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of
defense). Misalnya adalah mekanisme sistem immun tubuh.
Jika lines of resistance efektif
dalam merespon stressor tersebut, maka sistem depan berkonstitusi, jika tidak
efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian.
Hubungan dari berbagai variabel
(fisiologi, psikologis, sosiokultur, perkembangan dan spiritual) dapat
mempengaruhi tingkat penggunaan flexible lines of defense terhadap berbagai
reaksi terhadap stressor.
b.Lingkungan
menurut Neuman
Menurut Neuman lingkungan adalah
seluruh faktor-faktor internal dan eksternal yang berada di sekitar klien .
Neuman mengatakan baik lingkungan internal maupun ekternal pada manusia
memiliki hubungan yang harmonis dan keduanya mempunyai keseimbangan yang
bervariasi, dimana keseimbangan atau keharmonisan antara lingkungan internal
dan eksternal tersebut dipertahankan. Pengaruh lingkungan terhadap klien atau
sebaliknya bias berdampak positif atau negative. Stressor yang berasal dari
lingkungan meliputi 3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan extrapersonal.
Neuman membagi lingkungan menjadi 3 yaitu :
1). Lingkungan internal yaitu lingkungan intrapersonal
yang ada dalam system klien.
2). Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar system klien.
Kekuatan-kekuatan dan pengaruh interaksi yang berada diluarnsistem klien.
3). Lingkungan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam system
terbuka dengan lingkungan internal dan eksternal yang bersifat
dinamis.Lingkungan ini tujuannya adalah untuk memberikan stimulus positif
kearah kesehatan klien.
Stressor adalah kekuatan lingkungan
yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak
stabil. Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut :
· Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan
berhubungan dengan lingkungan internal. Misalnya : respon autoimmun.
· Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau
lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran.
· Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau
individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor
interpersonal. Misalnya : sosial politik. Stressor interpersonal dan
extrapersonal berhubungan dengan lingkungan eksternal. Created environment
mencakup ketiga jenis stressor ini.
c. Sehat
menurut Neuman
Sehat adalah kondisi dimana bagian
dan sub bagian keseluruhan manusia yang selalu harmoni.Kesehatan manusia dalam
status baik atau sakit, selalu berubah dalam lima variable : fisiologi,
psikologi, sosiobudaya, spiritual dan perkembangan. Sehat relative dan dinamik
dengan stabilitas yang bervariasi. Garis normal sebagai parameter status sehat.
Sehat adalah individual kadang seimbang atau stabilitas klien atau berubah.
Garis pertahanan manusia dapat
permiabel, berbeda dengan individu lain dan menghasilkan status kesehatan yaitu
garis pertahanan normal.Sehat untuk individu lain mungkin berarti retensi
komponen yang tercontitusi, contoh penggunaan protesa setelah amputasi dapat
menghasilkan garis normal. Sehat untuk individu adalah hubungan antara faktor
genetik dan pengalaman.Tipe definisi sehat mengikuti individu ,tidak ada
standart absolute. Status yang terbaik adalah status optimal untuk klien
bervariasi dari beberapa poin dalam hubungannya dengan konsep dasar
d.Keperawatan
menurut Neuman
Neuman menyatakan bahwa keperawatan
memperhatikan manusia secara utuh dan keperawatan adalah sebuah profesi yang
unik yang mempertahankan semua variabel yang mempengaruhi respon klien terhadap
stressor. Melalui penggunaan model keperawatan dapat membantu individu,
keluarga dan kelompok untuk mencapai dan mempertahankan level maksimum dari
total wellness. Keunikan keperawatan adalah berhubungan dengan integrasi dari
semua variabel yang mana mendapat perhatian dari keperawatan .
Neuman (1981) menyatakan bahwa dia
memandang model sebagai sesuatu yang berguna untuk semua profesi kesehatan
dimana mereka dan keperawatan mungkin berbagi bahasa umum dari suatu
pengertian. Neuman juga percaya bahwa keperawatan dengan perspektif yang luas
dapat dan seharusnya mengkoordinasi pelayanan kesehatan untuk pasien supaya
fragmentasi pelayanan dapat dicegah.
e. Aktivitas
Keperawatan
Perawat dalam model Neuman dipandang
sebagai “aktor” atau pemberi intervensi yang mempunyai tujuan mengurangi
pertemuan individu dengan stressor yang jelas atau meminimalkan efeknya.
Perawat mungkin memilih untuk mengintervensi dengan cara menguatkan kemampuan
klien untuk berespon terhadap stressor. Jadi tanpa memperhatikan apakah
pertemuan dengan stressor itu menghasilkan hasil yang positif atau negatif,
perawat memberikan pelayanan sebagai peserta yang aktif dalam mendukung
pertahanan klien dengan membantu klien berespon yang sesuai terhadap stressor
yang datang.
Partisipasi aktif dari klien
membenarkan arti dari pengalamannya dengan perawat. Selanjutnya pembuatan
tujuan kolaborasi dan kemajuannya adalah istilah yang digunakan Neuman untuk
menjelaskan aktivitas antara perawat dan klien. Neuman menyatakan bahwa sekali
masalah utama telah didefinisikan dan diklasifikasikan satu keputusan harus
dibuat sebagai bentuk intervensi apa yang harus diambil sebagai prioritas.Yang
membuat keputusan adalah proses kolaborasi antara perawat dan klien terlibat
dalam merundingkan tujuan kolaborasi yang sesuai.
Perawat membantu klien berbeda
tergantung pencegahan primer, sekunder atau tersier yang diperlukan. Dalam
situasi perawatan tiap klien perawat mengkaji dan mengintervensi secara
berbeda. Contoh jika stressor ada di lingkungan klien tapi tidak merusak garis
pertahanan normal (tingkat pencegahan primer), perawat mungkin mengkaji
faktor-faktor resiko dan mencari kemungkinan untuk mengajari atau membantu
klien sesuai dengan kebutuhannya. Jika stressor telah menembus garis pertahanan
normal (tingkat pencegahan sekunder perawat mungkin bertindak untuk menentukan
sifat dari proses penyakit dan mulai berurusan dengan respon maladaptive.
Jika stressor dihasilkan dalam gejala-gejala
sisa (tingkat pencegahan tertier) perawat berusaha untuk membatasi atau
mengurangi efek, barangkali dengan menggunakan sumber-sumber rehabilitasi.
Ringkasnya perawat atau profesi kesehatan lain menggunakan model Neuman adalah
pengevaluasi aktif dan pemberi intervensi aktif. Klien dipandang sebagai aktif
tetapi lebih rendah disbanding perawat berhubungan beberapa perubahan status
kesehatan.
Keperawatan digambarkan sebagai
profesi yang unik, keunikannya dihubungkan dengan sifat holistic manusia dan
pengaruh dari variable yang berinteraksi dalam lingkungan internal maupun
eksternal. Perawat mengkaji semua factor yang berpengaruh pada klien..Contoh
Neuman menyatakan bahwa lapang persepsi pemberi pelayanan professional dan
klien harus dikaji karena persepsi klien dan caregiver mungkin bervariasi.
Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi tindakan caregiver.
Pengkajian persepsi berarti bahwa
perawat mengkaji prasangka, kebutuhan dan nilai-nilai yang dimiliki klien yang
berhubungan dengan kondisi klien sebelum membuat keputusan. Hal ini penting
bahwa pengkajian persepsi harus menjadi aspek yang dimuat karena ini akan
sangat berguna pada format proses perawatan yang selanjutnya dibuat oleh
Neuman.
f .Hubungan
antara keempat konsep sentral.
Perawat dilihat sebagai parsitipan
yang aktif dan sebagai faktor dalam lingkungan interpersonal yang mempengaruhi
klien. Kesehatan adalah keadaan dinamis yang dipengaruhi oleh waktu dimana
individu tersebut mencari cara untuk memepertahankan beberapa bentuk
stabilitas. Keadaan ini merupakan keadaan yang harmonis pada semua aspek
mausia, keadaan yang tidak harmonis akan menyebabkan keadaan kesehatan
berkurang. Stressor didapat dari lingkungan internal dan eksternal dimana
keduanya ada dalam system klien. Sifat dari stressor kebutuhan klien harus
dikaji oleh perawat sebelum menetapkan perencanaan .
Salah satu kekuatan dalam model ini
terletak pada hubungan antara variabel klien dengan konsep yang termasuk dalam
system. Kegunaan dari model ini adalah
1) Dapat mengkonseptualisasikan klien / system klien dalam keadaan
kesehatan berubah – ubah
2) Lingkungan internal dan ekternal adalah system yang
dinamis untuk klien
3) Perawat
melakukan pengkajian , pencegahan dan intervensi pada klien/ sistem klien.
MAKALAH
“PARADIGMA
KEPERAWATAN MENURUT BETTY NEUMAN”
DOSEN
MATA KULIAH
LA
ODE SALTAR.,S.Kep.,Ns.,M.Kep
DISUSUN
OLEH
KELAS : J2 KEPERAWATAN
KELOMPOK : 1
1.
FEBRIANTY
KADRIAN P201701073
2.
ROSMELINDA
PERMATASARI P201701078
3.
FITNI
TRI ARTIKA P201701063
4.
YUNI
ASRI LESTARI P201701067
5.
TRI
DEWI SEPTI RAHAYU P201701065
6.
ISMAWATI P201701072
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MANDALA WALUYA
KENDARI
2017
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulilahirrabilalamin.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi rahmat kepada kami sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang Paradigma Keperawatan
Menurut Betty Neuman sebagai mana judul dari makalah kami. Walaupun makalah
ini mungkin kurang sempurna tapi kami sebagai penyusun berusaha semaksimal
mungkin untuk menyelesaikannya dengan baik.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan
kritiknya. Terima kasih.
Kendari, Oktober 2017
Penyusun
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Neuman
model sistem dikembangkan berdasarkan pada teori umum dan memandang klien
sebagai suatu sistem terbuka yang bereaksi terhadap tressor dan lingkungan.
Variabel klien adalah fisiologi, psikologi, sosial budaya, perkembangan,dan
spiritual.
Intervensi
keperawatan terjadi melalui tiga cara pencegahan yaitu pencegahan primer,
sekunder dan tersier. Model ini digunakan dalam pendidikan keperawatan, riset,
administrasi, dan langsung dipelayanan keperawatan.
B. Saran
Demikian
makalah yang dapat kami paparkan tentang paradigma keperawatan menurut Betty
Neuman, semoga bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan pada kami khususnya.
Dan tentunya makalah ini tidak lepas dari kekurangan, untuk itu saran dan
kritik yang bersifat membangun sangat kami butuhkan, guna memperbaiki makalah
selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Clark,
MJD. 1999. Nursing in the Community: Dimensions of Community Health Nursing 3th
Ed. Stamford: Appleton & Lange (p.391).
Fawcett, Jacqueline (2005), Contemporary Nursing Knowledge : Analysis
and Evaluation of Nursing Model and Theories, Second Ed, FA Davis,
Philadelphia.
Fitzpatrick,Joyce J (1989), Conceptual Models of Nursing : Analysis and
Application, Second Ed, Appleton & Lange, California.
George, JB (1995), Nursing Theories, 4 Ed, Appleton & Lange, USA.
Hitchcock,JE, Schubert PE, Thomas S.A (1999), Community Health Nursing:
Caring in Action, Delmar, New York.
Kozier, Barbara, Erb G, Blais K, Wilkinson JM (1995), Fundamentals of
Nursing : Concepts,Process and Practice, 5 ed , Addison-Wesley, California.
Marilyn M. Friedman (1998), Family Nursing, Research. Theory and
Practice, Fourth edition, Applenton & Lange, Stamford, Connecticut, USA.
Marriner Tonney, A, (1994). Nursing Theorists and Their Work, 3rd ed,
Mosby Company, St. Louis.
Meleis, Afaf Ibrahim (1997), Theoretical Nursing : Development and
Progress, Third Ed, Lippincott, New York
DAFTAR
ISI
COVER
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
B. Rumusan
Masalah
C. Tujuan
Makalah
BAB
II PEMBAHASAN
A. Riwayat
Hidup Betty Neuman
B. Konsep
Dasar Betty Neuman
C. Sumber-Sumber
Teori Betty Neuman
D. Perkembangan
Sistem Model Neuman
E. Model
Keperawatan Menurut Betty Neuman
F. Konsep
Keperawatan Menurut Neuman
G. Paradigma
Keperawatan Menurut Neuman
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pelaksanaan asuhan keperawatan di sebagian besar
rumah sakit Indonesia umumnya telah menerapkan pendekatan ilmiah melalui proses
keperawatan. Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan prakteknya, perawat
harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang sudah
dimunculkan.Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak
yang dapat di organisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep
keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model
keperawatan. Yang
dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau
menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan sebagai
dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan, dan model konsep
keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan. Berikut ini
adalah ringkasan beberapa teori keperawatan yang perlu diketahui oleh para
perawat profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek keperawatan yang
didasarkan pada keyakinan dan nilai dasar keperawatan.
B.
Rumusan
Masalah
Untuk memperjelas
permasalahan yang akan dibahas, penulis merumusakan beberapa permasalahan
sebagai berikut.
1.
Bagaimana riwayat hidup Betty Neuman ?
2.
Bagaimana konsep dasar Betty Neuman ?
3.
Apa saja sumber-sumber teori Betty Neuman ?
4.
Bagaimana perkembangan sistem model Neuman ?
5.
Bagaimana model keperawatan menurut Neuman ?
6.
Bagaimana konsep keperawatan menurut Neuman ?
7.
Bagaimana paradigma keperawatan menurut Neuman ?
C.
Tujuan
Makalah
Tujuan dari
penyusunan makalah ini adalah untuk menjelaskan :
1.
Mengetahui riwayat hidup Betty Neuman
2.
Mengetahui konsep dasar Betty Neuman
3.
Mengetahui sumber-sumber teori Betty Neuman
4.
Mengetahui perkembangan sistem model Neuman
5.
Mengetahui model keperawatan menurut Neuman
6.
Mengetahui konsep keperawatan menurut Neuman
7.
Mengetahui paradigma keperawatan menurut Neuman
Komentar
Posting Komentar