DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.........................................................................i
DAFTAR
ISI......................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN...................................................................1
A. Latar
Belakang.......................................................................1
B. Rumusan
Masalah.................................................................1
C. Tujuan
Makalah.....................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN....................................................................2
A. Pengertian
Pendidikan Kesehatan.........................................2
B. Prinsip,
metode, teknik dan strategi pendidikan....................3
C. Media
pembelajaran dan implementasi.................................7
BAB III
PENUTUP..........................................................................10
A. Kesimpulan..........................................................................10
B. Saran...................................................................................10
DAFTAR
PUSTAKA.......................................................................11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Diera globalisasi
sekarang ini bidang kesehatan banyak mengalami pemuktahiran dan
pekembangan-perkembangan ilmu yang mencuri perhatian masyarakat. Seiring dengan
itu banyak pula masalah-masalah yang tentunya mampu membuat derajat kesehatan
manusia menurun. Dengan adanya masalah-masalah tersebut maka status kesehatan
masyarakat juga mengalami degradasi.Pada masa sekarang status kesehatan telah
menjadi suatu keharusan untuk dipertahankan bagi setiap anggota masyarakat yang
bermukim dalam suatu wilayah tertentu. Status kesehatan sekarang telah dianggap
sesuatu yang berharga dan menjadi suatu hal yang harus ditingkatkan oleh setiap
manusia.
B.
Rumusan Masalah
Adapun masalah dari makalah ini yaitu :
1. Apa pengertian pendidikan kesehatan ?
2. Bagaimana prinsip, metode, teknik, dan strategi
pendidikan ?
3. Bagaimana media pembelajaran dan implementasi ?
C.
Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui pengertian pendidikan kesehatan
2. Mengetahui prinsip, metode,teknik, dan strategi
pendidikan
3. Mengetahui media pembelajaran dan implementasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan
adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol dam memperbaiki
kesehatan individu. Kesempatan yang direncanakan untuk individu, kelompok atau
masyarakat agar belajar tentang kesehatan dan melakukan perubahan-perubahan
secara suka rela dalam tingkah laku individu (Entjang, 1991).
Pengertian pendidikan kesehatan merupakan sejumlah
pengalaman yang berpengaruh menguntungkan secara kebiasaan, sikap dan
pengetahuan ada hubungannya dengan kesehatan perseorangan, masyarakat, dan
bangsa. Kesemuanya ini, dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya
secara suka rela perilaku yang akan meninhkatkan dna memelihara kesehatan.Menurut Wood dikutip dari Effendi (1997).
Unsur program ksehatan dan kedoktern yang didalamnya
terkandung rencana untuk merubah perilaku perseorangan dan masyarakat dengan
tujuan untuk membantu tercapainya program pengobatan, rehabilitasi, pencegahan
penyakit dan peningkatan kesehatan. Menurut
Stewart dikutip dari Effendi (1997).
Pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Sedang dalam
keperawatan, pendidikan kesehatan merupakan satu bentuk intervensi keperawatan
yang mandiri untuk membantu klien baik individu, kelompok, maupun masyarakat
dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran, yang
didalamnya perawat berperan sebagai perawat pendidik. Menurut (Notoatmodjo. S, 2003: 20).
B.
Prinsip, Metode, Teknik dan Strategi Pendidikan
1.
Prinsip pendidikan kesehatan
Adapun prinsip pendidikan kesehatan sebagai berikut.
a. Pendidikan kesehatan
bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi merupakan kumpulan pengalaman dimana
saja dan kapan saja sepanjang dapat mempengaruhi pengetahuan sikap dan
kebiasaan sasaran pendidikan.
b. Pendidikan kesehatan
tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang kepada orang lain, karena
pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang dapat mengubah kebiasaan dan
tingkah lakunya sendiri.
c. Bahwa yang harus
dilakukan oleh pendidik adalah menciptakan sasaran agar individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat dapat mengubah sikap dan tingkah lakunya sendiri.
d. Pendidikan kesehatan
dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan tujuan yang
telah ditetapkan.
2. Metode dalam pendidikan kesehatan
Menurut ( Notoatmodjo S, 2003:56 )
metode pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha
untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu.
Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau
individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Dengan
kata lain, dengan adanya pendidikan tersebut diharapkan dapat membawa akibat
terhadap perubahan sikap sasaran. Didalam suatu proses pendidikan kesehatan
yang menuju tercapainya tujuan pendidikan yakni perubahan sikap dipengaruhi
oleh banyak faktor seperti, faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan
disamping masukannya sendiri juga metode materi atau pesannya, pendidik atau
petugas yang melakukannya, dan alat-alat bantu atau alat peraga
pendidikan. Agar dicapai suatu hasil yang optimal, maka faktor-faktor tersebut
harus bekerjasama secara harmonis. Metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan
dapat berupa:
a. Metode pendidikan indivdual
-
Bimbingan dan penyuluhan
-
Wawancara (interview)
b. Metode pendidikan kelompok
-
Ceramah
-
Seminar
c.
Metode pendidikan masa
-
Ceramah umum
-
Pidato melalui media elektronik
Metode ini dipilih berdasarkan tujuan pendidikan, kemampuan perawat sebagai
tenaga pengajar, kemampuan individu/ keluarga/ kelompok/ masyarakat, besarnya
kelompok, waktu pelaksanaan pendidikan kesehatan, serta ketersediaan fasilitas
pendukung.
3.
Teknik dalam pendidikan kesehatan
Unsur teknik pendidikan yaitu :
a.
Sasaran
Menurut Susilo (2011) sasaran pendidikan kesehatan di Indonesia,
berdasarkan kepada program pembangunan di Indonesia adalah :
-
Masyarakat umum dengan berorientasi pada
masyarakat pedesaan.
-
Masyarakat dalam kelompok tertentu,
seperti wanita, pemuda, remaja. Termasuk dalam kelompok khusus ini adalah
kelompok pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi, sekolah agama swasta
maupun negeri.
-
Sasaran individu dengan teknik
pendidikan kesehatan individu.
b.
Metode
Metode pendidikan indivdual
-
Bimbingan dan penyuluhan
-
Wawancara (interview)
Metode pendidikan kelompok
-
Ceramah
-
Seminar
Metode pendidikan masa
-
Ceramah umum
-
Pidato melalui media elektronik
c.
Media
·
Alat bantu lihat yaitu berguna dalam membantu
menstimulasi indra mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses penerimaan
pesan. Alat ini ada dua bentuk :
-
Alat yang di proyeksikan, misalnya
slide, film, film strip dan sebagainya.
-
Alat yang tidak di proyeksikan :
Dua dimensi, misalnya gambar peta, bagan, dan sebagainya
Tiga dimensi,misalnya bola dunia, boneka, dan sebagainya.
·
Alat bantu dengar yaitu alat yang dapat
membantu untuk menstimulasikan indra pendengar pada waktu proses penyampaian
bahan pendidikan/pengajaran. Misalnya : piring hitam, radio, pita suara,
kepingan CD, dan sebagainya.
·
Alat bantu lihat-dengar, seperti
televisi, video casette, dan DVD.alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal
dengan Audio Visual Aids (AVA).
d.
Materi
e.
Waktu
f.
Tempat
4.
Strategi dalam pendidikan kesehatan
Strategi pendidikan kesehatan
diklasifikasikan menjadi :
a.
Expository
Expository berarti memberikan informasi yang berupa teori, hukum atau dalil
yang disertai bukti-bukti yang mendukung. Pada konteks ini klien hanya menerima
informasi yang diberikan oleh pendidik. Bahan pendidikan kesehatan telah diolah
sedemikian rupa sehingga siap untuk disampaikan kepada klien.
b.
Discovery
Discovery adalah proses mental dimana klien mengasimilasikan suatu konsep
atau suatu prinsip. Proses mental misalnya : mengamati, menganalisa, memvalidsi
data, mengelomokan data, dan menetapkan diagnosa.
c.
Inquiry
Inquiry artinya penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi
tingkatannya. Pada saat seseorang penyuluh akan melaksanakan pendidikan
kesehatan, sebaiknya tujuan pendidikan kesehatan sudah dirumuskan secara jelas.
Sehingga klien dapat melaksanakan pendidikan kesehatan secara optimal.
C.
Media Pengembangan dan Implementasi
1.
Media atau alat bantu pembelajaran
Yang dimaksud dengan alat atau media
pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan oleh petugas dalam menyampaikan
bahan, materi atau pesan kesehatan. Alat ini lebih sering disebut sebagai alat
peraga karena berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu di dalam proses
promosi kesehatan.
Adapun macam-macam media atau alat
pembelajaran yaitu :
a.
Alat bantu lihat yaitu berguna dalam
membantu menstimulasi indra mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses
penerimaan pesan. Alat ini ada dua bentuk :
-
Alat yang di proyeksikan, misalnya
slide, film, film strip dan sebagainya.
-
Alat yang tidak di proyeksikan :
Dua dimensi, misalnya gambar peta, bagan, dan sebagainya
Tiga dimensi,misalnya bola dunia, boneka, dan sebagainya.
b.
Alat bantu dengar yaitu alat yang dapat
membantu untuk menstimulasikan indra pendengar pada waktu proses penyampaian
bahan pendidikan/pengajaran. Misalnya : piring hitam, radio, pita suara,
kepingan CD, dan sebagainya.
c.
Alat bantu lihat-dengar, seperti televisi,
video casette, dan DVD.alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal dengan
Audio Visual Aids (AVA).
2.
Implementasi pengembangan media
pembelajaran
Dalam pengimplementasian
media pembelajaran, perlu kiranya kita melihat pula apa sebenarnya fungsi
media pembelajaran itu sendiri. Berikut beberapa fungsi media pembelajaran yang
dapat membantu dalam pemilihan media dalam penerapannya.
Pengembangan media pembelajaran
hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh
media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul
dalam proses pembelajaran. Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran
adalah sebagai berikut.
a. Menyaksikan
benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan
gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat
memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
b. Mengamati
benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya,
atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan
kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
c. Memperoleh
gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung
karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau
terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh
gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan
slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
d. Mendengar
suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman
suara denyut jantung dan sebagainya.
e. Mengamati
dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar
ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat
mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
f. Mengamati
peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan
slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus,
pertempuran, dan sebagainya.
g. Mengamati
dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Dengan menggunakan
model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang
organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dan
sebagainya.
h. Dengan
mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau foto siswa dapat
dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan
sebagainya.
i. Dapat
melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan video,
proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati hanya
dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang berlangsung
beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam beberapa detik.
j. Dapat
melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat. Dengan
bantuan film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat tinggi,
teknik loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat tertentu
dihentikan.
k. Mengamati
gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung. Dengan film atau
video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak, 2 tak, dan sebagainya.
l. Melihat
bagian-bagian yang tersembunyi dari sutau alat. Dengan diagram, bagan, model
siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.
m. Melihat
ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama. Setelah siswa
melihat proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, kemudian dapat mengamati
secara ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan menggunakan film
atau video (memantapkan hasil pengamatan).
n. Dapat
menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara
serempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa
dapat mengikuti kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.
o. Dapat
belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan
modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan,
kesempatan, dan kecepatan masing-masing.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
makalah diatas adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan kesehatan
merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu klien
baik individu, kelompok, maupun masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya
melalui kegiatan pembelajaran, yang didalamnya perawat berperan sebagai perawat
pendidik.
2. Peranan pendidikan
kesehatan adalah melakukan intervensi faktor perilaku sehingga perilaku
individu kelompok atau masyarakat sesuai dengan nila-nilai kesehatan
3. Konsep pendidikan
kesehatan adalah proses belajar pada individu, kelompok atau masyarakat dari
tidak tahu tentang nilai-nilai kesehatan menjadi tahu, dari tidak mampu
mengatasi masalah-masalah kesehatannya sendiri menjadi mampu dan lain
sebagainya.
B. Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan adalah bahwa pendidikan kesehatan itu
perlu untuk diteapkan dalam masyarakat Indonesia. Dengan adanya pendidikan
kesehatan masyarakat Indonesia dapat bertindak sesuai dengan ketentuan dalam
kesehatan sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit-penyakit yang
membahayakan diri sendiri.
Meskipun hasilnya akan terlihat dalam beberapa tahun kedepan, namun
pendidikan ini baik adanya untuk membantu masyarakat Indonesia terlepas dari
serangan penyakit serta terhindar dari tindakan pencegahan yang membahayakan.
DAFTAR PUSTAKA
Notoatmojo,soekidjo.2003.Pendidikan dan perilaku kesehatan.Jakarta ;RINEKA
CIPTA.
Setiawati,Dermawan.2008.Proses
Pembelajaran Dalam Pendidikan Kesehatan.Jakarta;TRANS INFO MEDIA.
.1990.
Metedologi Pendidikan dan Pengajaran. Jakarta: Bursa Buku FKM-UI.
Komentar
Posting Komentar