DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................................i
DAFTAR
ISI..........................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A.
Latar Belakang.............................................................................................1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................1
C.
Tujuan Makalah...........................................................................................2
BAB
II
PEMBAHASAN........................................................................................3
A. Pengertian Pencegahan Infeksi....................................................................3
B. Tujuan Pencegahan Infeksi..........................................................................3
C. Definisi Tindakan Dalam Pencegahan Infeksi.............................................3
D. Prinsip- Prinsip Pencegahan Infeksi.............................................................4
E. Tindakan- Tindakan Pencegahan Infeksi.....................................................4
F. Kewaspadaan Pencegahan Infeksi...............................................................6
G. Perlengkapan Pelindungan
Pribadi..............................................................7
H. Cara Lain Menceegah
Infeksi......................................................................8
BAB
III
PENUTUP................................................................................................9
A.
Kesimpulan..................................................................................................9
B.
Saran............................................................................................................9
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada negara-negara berkembang seperti halnya
indonesia, penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka
kesakitan ( mordibity) dan angka kematian (mortality). Lihat saja kasus-kasus
demam berdarah, diare, tuberkolosis, dan lain-lain, yang masih merebak di
beberapa wilayah, termasuk di daerah DKI Jakarta.
Mencegah infeksi setelah tindakan operasi adalah
sebuah proses kompleks yang bermula di kamar operasi dengan mempersiapkan dan
mempertahankan lingkungan yang aman untuk melakukan pembedahan. Teknik aseptic
bedah didesain untuk menciptakan lingkungan seperti ini dengan mengontrol empat
sumber utama organisme infeksi yaitu pasien, staf pembedahan,peralatan, dan
lingkungan kamar operasi. Walaupun pasien sering menjadi sumber infeksi
pembedahan, tetapi tiga sumber lainnya juga penting dan sebaiknya tidak
diabaikan.
Pengetahuan keamanan di unit pembedahan, apakah
disebuah rumah sakit khusus besar atau klinik pelayan kesehatan, mengikuti
perkembangan strategi pencegahan sebagai suatu kebutuhan yang penting. Sebagai
anjuran spesifik yang dipresentasikan.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Pencegahan Infeksi ?
2. Apa Tujuan Pencegahan Infeksi ?
3. Apa Definisi Tindakan Dalam Pencegahan Infeksi ?
4. Apa Prinsip- Prinsip Pencegahan Infeksi ?
5. Apa Tindakan- Tindakan Pencegahan Infeksi ?
6. Apa Kewaspadaan Pencegahan Infeksi ?
7. Apa Perlengkapan Pelindungan Pribadi ?
8. Apa Cara Lain Menceegah Infeksi ?
C.
Tujuan Makalah
1. Mengetahui pengertian pencegahan infeksi
2. Mengetahui Tujuan Pencegahan Infeksi
3. Mengetahui Definisi Tindakan Dalam Pencegahan Infeksi
4. Mengetahui Prinsip- Prinsip Pencegahan Infeksi
5. Mengetahui Tindakan- Tindakan Pencegahan Infeksi
6. Mengetahui Kewaspadaan Pencegahan Infeksi
7. Mengetahui Perlengkapan Pelindungan Pribadi
8. Mengetahui Cara Lain Menceegah Infeksi
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pencegahan Infeksi
Infeksi merupakan bagian terpenting dari setiap
komponen perawatan bayi baru lahir.komponen perawatan bayi baru lahir. Bayi
baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Sebab sistem imunitasnya masih
kurang sempurna. Konsekuensi akibat tidak mengikuti prinsip pencegahan infeksi
biasanya sangat merugikan. Latar belakang prinsip dan kunci praktik pencegahan
infeksi adalah sebagai berikut :
B.
Tujuan Pencegahan Infeksi
Tujuan Pencegahan Infeksi (PI) adalah melindungi ibu,
BBL, keluarga, penolong persalinan dan tenaga kesehatan lain sehingga
mengurangi infeksi karena bakteri, Virus, dan Jamur. PI juga bertujuan untuk
menurunkan resiko penularan penyakit berbahaya ( hepatitis, HIV/AIDS ).
Ada beberapa tindakan yang akan sering kita temui
dalam PI, yang perlu diketahui pengertiannya. Tindakan tersebut antara lain
adalah asepsis, tehnik aseptik, antiseptik, dekontaminasi, desinfeksi, cuci
bilas, desinfeksi tingkat tinggi, dan sterilisasi.
C.
Definisi Tindakan Dalam Pencegahan
Infeksi
1.
Asepsis adalah suatu tindakan untuk
mencegah masuknya mikroorganisme kedalam tubuh.
2.
Tehnik Aseptik adalah suatu tindakan
membuat prosedure lebih aman dengan menurunkan jumlah atau menghilangkan
seluruh mikroorganisme pada kulit, jaringan dan instrumen hingga tingkat yang
aman.
3.
Antiseptis adalah suatu tindakan
Pencegahan Infeksi dengan cara membunuh / menghambat pertumbuhan mikroorganisme
pada kulit/ jaringan tubuh.
4.
Dekontaminasi adalah suatu tindakan yang
dilakukan untuk memastikan bahwa petugas kesehatan dapat menangani secara aman
berbagai benda yang terkontaminasi darah, cairan tubuh.
5.
Mencuci dan membilas adalah suatu
tindakan untuk menghilangkan darah, cairan tubuh atau benda asing dari kulit/
instrumen.
6.
Desinfeksi adalah suatu tindakan untuk
menghilangkan hampir semua mikroorganisme pada benda mati/ instrumen.
7.
Desinfeksi Tingkat Tinggi/ DTT adalah
suatu tindakan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora
bakteri.
8.
Sterilisasi adalah suatu tindakan untuk
menghilangkan semua mikroorganisme termasukendospora pada benda mati/
instrumen.
D.
Prinsip- Prinsip Pencegahan Infeksi
1.
Setiap orang harus dianggap menularkan
penyakit
2.
Setiap orang harus dianggap beresiko
terkena infeksi
3.
Permukaan benda yang akan dan telah bersentuhan
dengan permukaan kulit yang tidak utuh harus dianggap terkontaminasi dan harus
diproses secara benar
4.
Jika ragu alat/ benda telah diproses
maka alat/ benda tersebut dianggap terkontaminasi.
5.
Resiko infeksi tidak bisa dihilangkan
total, tapi dikurangi sekecil mungkin dengan menarapkan PI secara benar dan
konsisten.
E.
Tindakan- Tindakan Pencegahan Infeksi
1.
Membersihkan tangan
2.
Cuci tangan dengan sabun, air atau
menggunakan cairan oembersih tangan berbasisi alkohol :
3.
Sebelum dan sesudah merawat bayi dan
melakukan tindakan.
4.
Sesudah melepaskan sarung tangan.
5.
Sesudah memegang instrumen atau barang
yang kotor.
6.
Beri petunjuk pada ibu dan anggota
keluarga lainnya untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
Cara cuci tangan :
1. Basahi ke dua tangan ;
2. Cuci tangan selama 10-15 detik dengan sabun dan air mengalir ;
3. Biarkan tangan kering di udara atau dikeringkan dengan kertas bersih atau
handuk pribadi.
4. Membersihkan tangan dengan cairan berbassis alkohol (dibuat dari 2 ml
gliserin dan 100 ml alkohol 60%) lebih efektif di bandingkan dengan cuci
tangan, kecuali kalau tangan memang kelihatan kotor. Cara membersihkan tangan
dengan memakai cairan pembersih tangan berbasis alkohol :
5. Basahi seluruh permukaan tangan dan jari dengan cairan pembersih tangan;
6. Basuh atau gosokkan cairan ke tangan sampai kering.
Memakai sarung tangan dan perlengkapan
perlindungan lain
1. Ganti sarung tangan untuk setiap ibu dan BBL
2. Proses sarung tangan jangan > 3x proses
3. Sarung tangan steril/ DTT dipergunakan untuk tindakan yang kontak dengan
jaringan dibawah kulit
4. Sarung tangan bersih dipergunakan untuk menangani darah dan cairan tubuh.
5. Sarung tangan tebal dipergunakan untuk cuci peralatan, menangani sampah.
Menggunakan tehnik aseptik
1.
Penggunaan pelindung diri, antisepsis
(cuci tangan, pengelolaan larutan antiseptik), menjaga tingkat sterilitas/ DTT.
2.
Memproses alat bekas pakai (
Dekontaminasi, cuci bilas, DTT/ sterilisasi)
3.
Menangani peralatan tajam dan aman.
4.
Menjaga kebersihan dan sanitasi
lingkungan ( pengelolaan sampah).
Proses pengelolaan alat yang sudah
dipakai
1. Dekontaminasi
2. Cuci Bilas
3. Sterilisasi desinfeksi tingkat tinggi
4. Otoklaf panas kering rebus kukus kimiawi
Efektivitas proses eradikasi
mikroorganisme pada alat bekas pakai
dekontaminasi
|
Pencucian/air
|
Cuci / detergen/ bilas
|
DTT
|
Steril
|
Membunuh virus
|
Hingga 50 %
|
80 %
|
95%
|
100%
|
Rendam 10’
|
Cuci hingga bersih
|
Cuci hingga terlihat bersih
|
20’
|
Kukus 20’-30’ panas kering 60’
|
F.
Kewaspadaan Pencegahan Infeksi
Amati praktek praktek di bawah ini yang melindungi ibu
dan bayi, dan petugas kesehatan terhadap infeksi. Berikut ini adalah hal hal
yang harus di perhatikan untuk mencegah penyebaran infeksi.
1.
Anggaplah setiap orang (pasien atau
kariawan) berpotensi menularkan infeksi.
2.
Cuci tangan atau gunakan cairan cuci
tangan dengan basis alkohol sebelum dan sesudah merawat bayi.
3.
Gunakan sarung tangan bila melakukan
tindakan.
4.
Pakai pakaian pelindung( misal celemek
atau gaun dan lain lain bila di perkirakan akan terjadi kontak dengan darah dan
cairan tubuh lainnya.
5.
Bersihkan bila perlu lakukan desinfeksi
peralatan dan barang yang sudah di gunakan sebelum daur ulang.
6.
Bersihkan ruang perawatan pasien secara
rutin.
7.
Letakkan bayi yang mungkin dapat
mengkontaminasi lingkungan( misal bayi dengan diare yang infeksius) di dalam
ruang khusus.
G.
Perlengkapan Pelindungan Pribadi
Cegah paparan terhadap infeksi dengan menggunakan barier atau pelindung
untk melindungi diri dari semburan dan jejas dari benda tajam.
1.
Bila mungkin pakai sepatu tertutup,
jangan telanjang kaki.
2.
Bila sarung tangan di perlukan untuk
melakukan tindakan, pasang sarung tangan setelah di gunakan. Gumakan sarung
tangan yang berbeda untuk setiap situasi :
·
Gunakan sarung tangan steril atau sarung
tangan desinfeksi tingkst tinggi bila memegang atau kontak dengn kulit lecet,
jaringan di bawah kulit atau darah.
·
Gunakan sarung tangan yang berrsih bila
ada kontak dengan membrrane mukosa atau cairan tubuh (misal mengambil sampel
darah);
·
Gunakan sarung tangan tebal dan bahan
karet atau lateks untuk memengang barang terkontaminasi serta akan membersihkan
membuang kotoran.
Sarung tangan seekali
pakai sangat di anjurkan di beberapa tempat karena keterbatasan sarana sarung
tangan untuk tindakan bedah dapat di pakai ulang setelah
1.
Dilakukan dekontaminasi dengan merndam
di dalam larutan klorin 0,5 %selama seepuluh menit.di cuci dan di bilas.
2.
Disterilkan dengan autoklat untuk
membunuh organisme atau di desinffeksi tingkat tinggi dengan cara di rebus atau
di kukus (un membunuh organisme kecuali beberapa bakteri endospora).
3.
Catatan bila sarung tangan edah di pakai
ulang, tidak boleh lebih dari 3 kali kara di khawatirkan terladi robekan yang
tidak dapat di lihat.
H.
Cara Lain Menceegah Infeksi
1.
Ruang perawatan bayi resiko dialokasida
di daerah yang tidak terlalu banyak di lewati orang dan jalur masuk terbatas.
2.
Bila mungkin, sediakan ruangan khusus
untuk bayi baru lahir.
3.
Yakinkan bahwa tenaga yang berhubungan
langsung dengan bayi baru lahir telah di imunisasi rubella ,campak, hepatitis b
dan parotitis serta mendapatkan vaksin influza setiap tahun
4.
Tenanga yang mempunyai lesi atau infeksi
kulit tidak boleh datang dan berhubungan langsung dengan bayi yang baru lahir.
5.
Pengunjung atau staf yang sedang
menderita infeksi akut (misalnya virus pernafasan) tidak diperbolehkan masuk ke
runag perawatan bayi beresiko tinggi.
6.
Hindari staf yang berlebihan atau kurang
jangan meletakkan bayi dalann bok atau inkubator yang sama.
7.
Batasi jumlah tenaga-tenaga yang
menangani bayi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pencegahan infeksi
membantu semua petugas pelayanan kesehatan rumah sakit dan klinik, untuk
memahami prinsip-prinsip dasar pencegahan infeksi, termasuk siklus penyebaran
penyakit dan konsep-konsep lainnya yang penting. Pencegahan infeksi merupakan
bagian terpenting dalam dan dari setiap komponen perawatan BBL. Pencegahan yang
dilakukan antara lain adalah imunisasi maternal (tetanus, rubella, varisela,
hepatitis B). Dengan demikian risiko infeksi bayi baru lahir dapat di
minimalkan.
Tujuan Pencegahan
Infeksi (PI) adalah melindungi ibu, BBL, keluarga, penolong persalinan dan
tenaga kesehatan lain sehingga mengurangi infeksi karena bakteri, Virus, dan
Jamur. PI juga bertujuan untuk menurunkan resiko penularan penyakit berbahaya (
hepatitis, HIV/AIDS ).
Asepsis adalah suatu
tindakan untuk mencegah masuknya mikroorganisme kedalam tubuh.Tehnik Aseptik
adalah suatu tindakan membuat prosedure lebih aman dengan menurunkan jumlah
atau menghilangkan seluruh mikroorganisme pada kulit, jaringan dan instrumen
hingga tingkat yang aman.
B. Saran
Semoga makalah tentang
Pencegahan Infeksi ini bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasan bagi yang
membaca. Makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang sifatnya membangun agar kami dapat membuat makalah yang
lebih baik dikemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA
Sudarti, Endang Khoirunnisa. 2010. Asuhan
Kebidanan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Yogyakarta : Nuha Medika.
Rukiah Ai Yeyeh, dkk. 2009. Asuhan
Kebidanan 2 ( Persalinan). Jakarta : TIM.
Hidayat, asri dan sujiyatini.2010.
Asuhan Kebidanan Persalinan. Yogyakarta. Nuha Medika.
Komentar
Posting Komentar