KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas
berkah dan rahmat-nya penulis telah berhasil menyusun makalah tentang “Pengkajian Keperawatan”. Makalah
ini di buat untuk menunjang proses pembelajaran keperawatan
Pada penulisan makalah ini kami menggunakan bahasa
sederhana dan mudah dimengerti sehingga dapat dengan mudah dicerna dan di ambil
intisari dari materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Makalah ini juga di harapkan dapat diguunakan oleh
mahasiswa S1 keperawatan karena kami telah berusaha melengkapi
materi makalah sesuai dengan kebutuhan materi pembelajaran yang di sempurnakan.
Demikian kami sangat mengharapkan kritik yang sifatnya
membangun demi tercapai suatu kesempurnaan dalam memenuhi kebutuhan dalam
bidang mata pelajaran farmakologi.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................
A.Latar
Belakang..............................................................................................................
B.Rumusan
Masalah.......................................................................................................
C.Tujuan............................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................
A.Pengertian Pengkajian................................................................................................
B.Tahapan Pengkajian...................................................................................................
C.Sumber Data.................................................................................................................
D.Jenis Data......................................................................................................................
E. Cara Pengkumpulan Data.........................................................................................
BAB III PENUTUP...........................................................................................................
1.Kesimpulan....................................................................................................................
2.Saran...............................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Perawat sebagai profesi dalam bidang
kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang professional dan
berorientasi pada paradigma sehat sesuai dengan paradigma keperawatan yang
dimiliki. Perawat yang kompeten harus mempunyai pengetahuan yang kuat tentang
fisiologi, patofisiologi, psikopatologi, dan pengobatan medis untuk dapat
secara aman melakukan pengobatan.
Dalam lingkup perawatan kesehatan yang
kompleks sekarang ini, perawat harus mampu memecahkan masalah secara akurat,
menyeluruh, dan cepat. Hal ini berarti bahwa perawat harus mampu menelaah
informasi dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat penilaian kritis. Pengkajian
keperawatan adalah proses sistematik dari pengumpulan, verifikasi, dan
komunikasi data tentang klien. Masalah potensi cidera, potensi perawatan diri
setelah pemulangan, dan kebutuhan penyuluhan pasien dan keluarga harus menjadi
prioritas utama untuk pengkajian.
- Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka
penulis dat membuat rumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Apa
pengertian dari pengkajian keperawatan?
2. Apa saja tahapan
pengkajian keperawatan?
3. Apa saja sumber data pengkajian keperawatan?
4. Sebutkan
jenis data dari pengkajian keperawatan?
5. Bagaimana
cara pengumpulan data dari pengkajian keperawatan ?
- Tujuan
1. Menjelaskan
tentang pengertian pengkajian keperawatan.
2. Menjelaskan
tentang tahapan pengkajian keperawatan.
3. Menjelaskan
tentang sumber data pengkajian keeprawatan.
4. Menjelaskan
tentang jenis data pengkajian keeprawatan.
5. Menjelaskan
tentang cara pengumpulan data dari pengkajian keperawatan
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian
Pengkajian
Pengkajian keperawatan
didefinisikan sebagai pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan
untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien, agar dapat
mengidentifikasi, mengenali masalah-masalah, kebutuhan kesehatan dan
keperawatan klien, baik fisik, mental, sosial dan lingkungan. (Effendy, 1995)
Pengkajian keperawatan adalah mengumpulkan data pasien secara sistematis,
meliputi fisik, psikologi, sosiokultural, spiritual, kognitif, kemampuan
fungsional, perkembangan ekonomi, dan gaya hidup melalui wawancara, pengumpulan
riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, laboratorium dan diagnostik, dan review
catatan sebelumnya. (Dongoes, 2000).
- Tahap
Pengkajian
1.
Pengumpulan
DataPengumpulan data adalah
mengumpulkan informasi yang sistemik tentang klien termasuk kekuatan dan
kelemahan klien. Tujuan pengumpulan data adalah memperoleh informasi tentang
keadaan kesehatan, menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien, menilai
keadaan kesehatan klien, membuat keputusan yang tepat dalam menentukan
langkah-langkah berikutnya. Data dikumpulkan dari klien, keluarga, orang
terdekat, masyarakat, dan grafik rekam medis. Klien adalah sumber informasi
primer, sumber data yang asli. Dalam pengumpulan data agar dapat terkumpul
dengan baik dan terarah, sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data
berdasarkan: keluhan utama, riwayat kesehatan sebelumnya, riwayat kesehatan
keluarga, keadaan fisik, pola kebiasaan, psikologis, sosial, spiritual, hasil
pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi, electrocardiograph, dan
keadaan khusus lainnya yang berhubungan.
2.
Analisa
Data
Setelah data hasil
pengkajian dikelompokkan, kita dapat mulai melakukan validasi data, yaitu
membandingkan data subjektif dan data objektif dengan standar atau nilai normal
yang baku. Standar atau nilai tersebut merupakan aturan atau ukuran yang lazim
dipakai. (Asmadi. 2008). Dasar pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang
perawat dalam melakukan analisa data, antara lain: anatomi dan fisiologi sistem
tubuh, patofisiologi penyakit, farmakologi, ilmu perilaku, konsep manusia, konsep sehat-sakit,
stress, adaptasi, etika keperawatan, tindakan dan prosedur keperawatan, serta konsep teori
keperawatan. Dalam melakukan analisa data, perawat harus memperhatikan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Validasi
kembali data, teliti kembali data yang terkumpul
2. Mengelompokkan
data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual
3. Membandingkan
dengan standar
4. Membuat
kesimpulan tentang kesenjangan yang ditemukan.
- Sumber
Data
1.
Sumber data primer
Sumber data primer adalah data-data yang
dikumpulkan dari klien, yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang
masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya.
2.
Sumber
data sekunder
Sumber data sekunder adalah data-data yang
diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga), seperti orang tua, saudara, atau
pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien.
3.
Sumber
data lainnya
Catatan klien (perawatan atau rekam medis
klien) yang merupakan riwayat penyakit dan
perawatan klien di masa lalu.
- Jenis
Data
Data yang diambil dari
pasien harus selalu faktual dan tidak interaktif, data terbagi menjadi 2 jenis
yaitu:
1.
Data
obyektif
Data obyektif
merupakan data yang diperoleh dari penglihatan perawat. Data ini juga dapat
dideteksi oleh pengamat atau di uji dengan menggunakan standar. Contohnya perubahan warna kulit pada pasien, tekanan
darah. Data obyektif bisa disebut data terbuka, karena didalamnya tanda dari
pasien.
2.
Data
subyektif
Data subyektif
merupakan data yang berasal dari ucapan pasien. Data ini hanya bisa terlihat
melalui tingkah laku seseorang dan dapat dijelaskan oleh yang bersangkutan.
Contohnya orang yang merasa gatal, kesakitan ataupun perasaan cemas. Data
subyektif bisa dikatakan sebagai data tertutup karena didalamnya terdapat
gejala dari pasien.
- Cara
Pengumpulan Data
Ø Wawancara
Menurut Potter dan Perry
(1997) wawancara adalah suatu pola dalam memulai komunikasi dengan tujuan yang
spesifik dan terarah dalam area tertentu. Dalam keperawatan tujuan utama dari
wawancara adalah untuk mengetahui riwayat kesehatan/keperawatan,
mengidentifikasi kebutuhan kesehatan dan faktor-faktor risiko, dan
faktor-faktor spesifik dari perubahan status kesehatan dan pola kehidupan
klien, serta untuk menjalin hubungan perawat-klien. Wawancara dapat dilakukan
dengan klien langsung atau dengan orang yang terdekat dengan klien.
Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada saat perawat melakukan wawancara dengan klien (Craven &
Hirnle, 2000; Potter & Perry, 1997; Kozier et al., 1995) adalah:
1) Menerima
keberadaan klien sebagai mana adanya
2) Memberikan
kesempatan kepada klien dan keluarganya untuk menyampaikan keluhan/ pendapat secara bebas
3) Harus
dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien
4) Perawat
harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian
5) Menggunakan
teknik komunikasi terapeutik
6) Tidak
bersifat menggurui tetapi lebih kepada mengarahkan wawancara agar terfokus dan
spesifik tentang masalah yang dihadapi klien
7) Menciptakan
lingkungan yang mendukung.
Ø Observasi
Observasi merupakan metode
pengumpulan data melalui pengamatan visual dengan menggunakan panca-indra.
Kemampuan melakukan observasi merupakan keterampilan tingkat tinggi yang
memerlukan banyak latihan. Unsur terpenting dalam observasi adalah
mempertahankan objektivitas penilaian. Mencatat hasil observasi secara khusus
tentang apa yang dilihat, dirasa, didengar, dicium, dan dikecap akan lebih
akurat dibandingkan mencatat interpretasi seseorang tentang hal tersebut.
Ø Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan menurut Carol
V.A (1991) adalah proses inspeksi tubuh dan sistem tubuh guna menentukan
ada/tidaknya penyakit yang didasrkan pada hasil pemeriksaan fisik dan
laboratorium. Pemerksaan fisik berfokus pada respon klien terhadap masalah
kesehatan yang dialaminya. Untuk pemeriksaan fisik perawat menggunakan teknik
inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi (Craven & Hirnle, 2000; Potter
& Perry, 1997; Kozier et al., 1995).
─ Inspeksi
adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang
diperiksa melalui pengamatan, hasil data yang diperoleh misalnya: sklera mata
berwarna kuning (icterik), kulit kebiruan (ciyanosis), wajah pucat, dan
lain-lain.
─
Auskultasi adalah pemeriksaan fisik yang
dilakukan dengan pendengaran dan dibantu dengan penggunaan statescope,
misalnya: mendengar bising usus, bunyi jantung, bunyi paru-paru, dan lain-lain.
─Palpasi
adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara perabaan terhadap bagian-
bagian tubuh yang mengalami kelainan, misalnya: perabaan pada bagian tubuh yang
diduga adanya radang, pembengkakan, pemeriksaan kehamilan, oedem, dan
lain-lain.
─ Perkusi
adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mengetuk bagian tubuh yang
dilakukan dengan cara menggunakan ujung-ujung jari tangan atau menggunakan alat
seperti reflek hammer pada pemeriksaan reflek.
Ø Riwayat Kesehatan
Keperawatan
Riwayat kesehatan
keperawatan adalah data yang dikumpulkan tentang tingkat kesejahteraan klien
(saat ini dan masa lalu), riwayat keluarga, perubahan dalam pola kehidupan,
riwayat sosial budaya, kesehatan
spiritual, dan reaksi mental serta emosi terhadap penyakit. Riwayat keperawatan
dikumpulkan selama wawancara dan merupakan langkah pertama dalam melakukan pengkajian.
─ Informasi
Biografi
Informasi biografi adalah data demografi
faktual tentang klien. Usia klien, alamat, pekerjaan dan status pekerjaan,
status perkawinan dan tipe asuransi yang ditanggung harus dimasukkan.
─Harapan
Klien
Pengkajian harapan klien tidak sama dengan
seperti halnya alasan untuk mencari perawatan kesehatan, meskipun kadang hal
tersebut sering berkaitan. Ini menjadi lebih penting bagi perawat untuk mengetahui apa yang penting
bagi klien yang mencari perawatan kesehatan.
─ Penyakit
Saat Ini
Jika ada suatu penyakit, perawat mengumpulkan
data yang penting dan berkaitan tentang kaitan gejala. Perawat menentukan kapan
gejala mulai timbul secara mendadak atau
bertahap, dan apakah gejala selalu timbul atau hilang dan timbul. Pada
bagian tentang riwayat penyakit saat ini, perawat mencatat informasi spesifik
seperti letak, intensitas dan kualitas gejala. Berguna juga mempelajari harapan
klien tentang pemberi perawatan kesehatan. Harapan yang demikian memberikan
perawat informasi tentang persepsi klien mengenai pola penyakit atau perubahan
dalam gaya hidup.
─ Riwayat
Kesehatan Masa Lalu
Informasi yang dikumpulkan tentang riwayat
masa lalu memberikan data tentang
pengalaman perawatan kesehatan klien. Perawat mengkaji apakah klien
pernah di rawat di RS
atau pernah menjalani operasi. Juga penting dalam merencamakan asuhan
keperawatan adalah deskripsi tentang alergi, termasuk reaksi alergi terhadap
makanan, obat-obatan. Perawat juga mengidentifikasi kebiasaan dan pola gaya
hidup. Penggunaan tembakau, alkohol, kafein, obat-obatan, atau medikasi yang
secara rutin digunakan dapat membuat klien beresiko terhadap penyakit hepar dan
lain-lain.
─Riwayat
Keluarga
Tujuan dari riwayat keluarga adalah untuk
mendapatkan data tentang hubungan kekeluargan langsung dan hubungan darah.
Sasarannya adalah untuk menentukan apakah klien berisko terhadap penyakit yang
bersifat genetik atau familial dan untuk mengidentifikasi area tentang promosi
kesehatan dan pencegahan penyakit. Riwayat keluarga juga memberikan informasi
tentang struktur keluarga, interaksi, dan fungsi yang mungkin berguna dalam
merencanakan asuhan.
─Riwayat
Psikososial
Riwayat psikososial yang lengkap menunjukkan
siapa sistem pendukung klien termasuk
pasangan, anak-anak, anggota keluarga lain, atau teman dekat. Riwayat
psikososial termasuk informasi tentang cara-cara yang biasanya klien dan
anggota keluarga gunakan untuk mengatasi stres.
─Kesehatan
Spiritual
Pengalaman hidup dan kejadian hidup membentuk
spiritualitas seseorang. Dimensi spiritual mewakili totalitas kehidupan
seseorang dan sulit untuk di kaji dengan cepat. Perawat meninjau dengan klien
tentang keyakinan mereka mengenai kehidupan mereka, sumber mereka untuk pemandu
dalam menjalani keyakinan mereka.
─Tinjauan
Sistem
Tinjauan sistem adalah metode sitematis untuk
mengumpulkan data pada semua sistem tubuh. Sistem yang dikaji tergantung pada
kondisi klien dan urgensi dalam memberikan keperawatan. Selama tinjauan sistem
perawat menyakan kepada klien tentang fungsi normal dari setiap sistem dan
segala perubahan yang diketahui. Perubahan tersebut adalah data subjektif
karena digambarkan seperti apa yang dituturkan klien.
Ø Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi yang
meliputi rekam medik, pemeriksaan laboratorium, rontgen.
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Hal yang harus diperhatikan dalam pengkajian
keperawatan pasien adalah memilih metoda sistematis untuk pengumpulan data.
Karena dengan pendekatan sistematis maka akan mengurangi kesalahan akibat
kelalaian dan perbuatan salah.
- Saran
Memperoleh data tidaklah hal yang mudah,
terutama pada pasien yang sedang mengalami kritis penyakit. Oleh sebab itu
dibutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak sekunder seperti keluarga, tim medis,
maupun dengan pekerja sosial yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
http://jundapakiringan.blogspot.co.id/2010/10/pengkajian-keperawatan.html
http://nursingbegin.com/pengkajian-keperawatan/ http://dewinrhasanah.blogspot.co.id/2013/10/pengkajian-keperawatan.html
https://yenibeth.wordpress.com/2008/05/31/pengkajian-keperawatan-3/
Komentar
Posting Komentar