DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR...................................................................................i
DAFTAR
ISI................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN..............................................................................1
A. Latar
Belakang..................................................................................1
B. Rumusan
Masalah............................................................................2
C. Tujuan
Makalah................................................................................2
BAB
II PEMBAHASAN...............................................................................3
A. Pengertian
dari Berpikir Kritis...........................................................3
B. Transcultural
Nursing........................................................................3
C. Berpikir
kritis dalam Transkultural Nursing.......................................4
D. Aspek-Aspek
dalam Berfikir Kritis.....................................................6
E. Trend
dan Isuue dalam Transkultural Nursing..................................8
BAB
III PENUTUP.....................................................................................25
A. Kesimpula.......................................................................................25
B. Saran..............................................................................................26
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................27
Top of FormBottom of FormBAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di Indonesia banyak sekali kita temui budaya dan adat istiadat yang dianut
oleh masyarakat sehingga cara berfikir masyarakat satu dengan lainnya
berbeda-beda .Dengan nilai yang mereka anut sudah menjadi suatu kebiasaan dan
terkadang sulit untuk dirubah. Mereka sering kali memecahkan masalah terutama
untuk kesehatan dengan hal-hal yang kadang tidak rasional , bersifat mistis dan
sangat bertolak jauh dengan ilmu medis. Kepercayaan ini didapat sejak dari
nenek moyang dan sudah diturunkan kepada generasi berikutnya sehingga sangat
sulit untuk mengubah persepsi dan kepercayaan mereka yang kita lihat mereka masih nyaman dan masih tetap dengan cara yang mereka
lakukan , mereka berfikir hal tersebut yang paling ampuh untuk menyembuhkan
penyakit walaupun pada kenyataannya sangat bertolak belakang dengan ilmu medis.
Ada sebagian orang yang masih mengganggap ilmu medis itu merepotkan dan
memerlukan biaya yang sangat mahal ,mereka lebih senang memanfaatkan ilmu dukun
yang mereka percayai dapat menyebuhkan penyakit.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, kami dapat mengambil rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Apa pengertian dari berfikir kritis?
2. Apa pengertian dari transcultural nursing?
3. Bagaimana berpikir kritis dalam transcultural nursing?
4. Apa saja aspek-aspek dalam berfikir kritis?
5. Bagaimana trend dan issue dalam transcultural nursing?
C.
Tujuan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas, kami dapat mengambil tujuan sebagai
berikut :
1. Menjelaskan definisi dari berpikir kritis.
2. Menjelaskan pengertian dari
transcultural nursing.
3. Menjelaskan berpikir kritis dalam transcultural nursing.
4. Menjelaskan aspek-aspek dalam berpikir kritis.
5. Menjelaskan trend dan issue dalam transcultural nursing.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
dari Berpikir Kritis
Berpikir
kritis adalah suatu kegiatan penyelidikan yang melibatkan penggunaan
fakta-fakta, prinsip-prinsip, teori, abstrak, deduksi, interprestasi, dan
analisis argumen (mathews, 1979). Berpikir kritis adalah pemikiran reflektif
dan beralasan yang berfokus pada penutusan apa yang diyakini atau dikerjakan
(Ennis, 1988).
B. Transcultural Nursing
Keperawatan
transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada analisis
dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leininger,1987). Keperawatan
transkultural merupakan ilmu dan kiat yang humanis, yang difokuskan pada
prilaku individu atau kelompok, serta proses untuk mempertahankan atau
meningkatkan perilaku yang sehat atau perilaku sakit secara fisik dan
psikokultural sesuai latar belakang budaya (Leininger, 1984). Pelayanan
keperawatan transkultural diberikan kepada klien sesuai dengan latar belakang
budayanya.
C. Berpikir Kritis dalam Transkultural Nursing
Berpikir kritis dalam transkultural keperawatan merupakan suatu kegiatan
penyelidikan, pemecahan masalah, proses berpikir, yang mana terdapat tujuan
yang jelas, abstrak, sesuai dengan teori, realistis, dapat diyakini, dan
semuanya ini berhubungan langsung dengan kebudayaan-kebudayaan masyarakat
seperti menghargai kebudayaan mereka, melakukan tindakan keperawatan yang tepat
sesuai dengan teori dan kepercayaan serta nilai budaya dan tentunya tidak
melenceng dari dunia keperawatan, bagaimana perawat profesional dapat
memecahkan suatu masalah dalam persoalan keperawatan terhadap klien-klien yang
berbeda budaya, kemudian bagaimana perawat dapat beradaptasi dengan baik
terhadap klien agar dalam pelayanan keperawatan maupun kesehatan tidak terjadi
ketidak nyamanan dari diri klien
maupun perawat.
Berpikir kritis dalam transkultural keperawatan merupakan hal penting.
Seperti contoh misalnya seorang perawat dihadapkan dengan seorang klien atau
pasien yang berbeda budaya, maka perawat yang profesional tetap harus mampu
memberikan pelayanan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien
tersebut. Berpikir kritis diperlukan untuk menangani hal ini agar terdapat
kenyamanan dalam memberi pelayanan dan bagi pasien tersendiri merasa nyaman
ketika diberi pelayanan. Berpikir kritis dan segera bertindak ketika pasien
merasakan sesutu yang tidak nyaman akan dilakukan oleh perawat profesional yang
begitu paham dengan budaya-budaya yang ada. Inilah pentingnya transkultural
keperawatan yang mana para perawat diharapkan memahami budaya-budaya di negara
ini maupun negara lain agar siap ketika menghadapi persoalan kebudayaan. Paham
terhadap budaya-budaya tetapi tidak dapat berpikir secara kritis dalam
menghadapi masalah itu tidaklah baik bagi pelayanan. Ketika para perawat telah
memahami budaya-budaya dan dapat berpikir kritis serta bertindak tepat dan
cepat, maka inilah yang akan melengkapi tingginya suatu layanan ke masyarakat
nantinya.
Leininger beranggapan bahwa sangatlah penting memperhatikan keanekaragaman
budaya dan nilai-nilai dalam penerapan asuhan keperawatan kepada klien. Bila
hal tersebut diabaikan oleh perawat, akan mengakibatkan terjadinya cultural
shock. Disinilah perawat harus berpikir dan bertindak tepat agar tidak terjadi
cultural shock.
Seperti contoh berikut, cultural shock akan dialami oleh klien pada suatu
kondisi dimana perawat tidak mampu beradaptasi dengan perbedaan nilai budaya
dan kepercayaan. Hal ini dapat menyebabkan munculnya rasa ketidaknyamanan,
ketidakberdayaan dan beberapa mengalami disorientasi. Salah satu contoh yang
sering ditemukan adalah ketika klien sedang mengalami nyeri. Pada beberapa
daerah atau Negara diperbolehkan seseorang untuk mengungkapkan rasa nyerinya
dengan berteriak atau menangis. Tetapi karena perawat memiliki kebiasaan bila
merasa nyeri hanya dengan meringis pelan, bila berteriak atau menangis akan
dianggap tidak sopan, maka ketika ia mendapati klien tersebut menangis atau
berteriak, maka perawat akan memintanya untuk bersuara pelan-pelan, atau
memintanya berdoa atau malah memarahi pasien karena dianggap telah mengganggu
pasien lainnya. Kebutaan budaya yang dialami oleh perawat ini akan berakibat
pada penurunan kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan. Agar tidak
terjadi penurunan pelayanan terhadap masyarakat dan masyarakat tetap percaya
dengan pelayanan kesehatan, maka perawat harus mampu memahami budaya masyarakat
yang ada, mampu beradaptasi dengan baik, mampu berpikir secara kritis dan
bertindak tepat.
D. Aspek - aspek Dalam Berfikir Kritis
Berfikir merupakan suatu
proses yang berjalan secara berkesinambungan. Namun, beberapa aktifitas
kognitif atau mental dapat diidentifikasi sebagai komponen-komponen utama dalam
berfikir kritis
a. Mengajukan sebuah pertanyaan untuk menentukan alasan dan penyebab
b. Mengumpulkan data
c. Memvalidasi informasi yang tersedia
d. Menganalisa informasi
e. Menggunakan pengalaman dan pengetahuan klinis yang lalu
f. Mempertahankan suatu sikap fleksibel
g. Mempertimbangkan pilihan yang tersedia dan menilai tiap pilihan menurut
keuntungan dan kerugian
h. Merumuskan suatu keputusan.
Perawat harus menggunakan keterampilan berfikir kritis dalam semua keadaan :
-
Perawatan klinis,
faktor-faktor yang dibawa oleh pasien dalam situasi perawatan kesehatan
dipertimbangkan, dipelajari, dianalisa, dan diinterpretasikan.
-
Ambulatori
-
Perawatan extended dalam panti
dan komunitas
E. Trend dan Isuue dalam Transkultural Nursing
1. Pengertian Trend dan Isuue
-
Trend adalah sesuatu yang
sedang di bicarakan oleh banyak orang saat ini dan kejadiannya berdasarkan
fakta.
-
Issue adalah sesuatu yang
sedang di bicarakan oleh banyak namun belum jelas faktannya atau buktinya.
2. Contoh Trend dan Issue dalam Transkultural Nursing
a. Kalkun
Ada mitos yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi kalkun menyebabkan kantuk.
Hal itu tidak benar, rasa kantuk seseorang disebabkan oleh kandungan tryptophan
atau asam amino dalam tubuh. Daging kalkun tidak memiliki asam yang
memungkinkan terciptanya zat – zat tersebut. Daging kalkun memiliki banyak
kelebihan karena selain bergizi tinggi, dapat menyembuhkan penyakit. Di samping
itu, daging kalkun membantu pertumbuhan dan kecerdasan anak. Masih banyak
manfaat daging kalkun seperti mencegah penuaan dini. Daging kalkun diyakini
memiliki kandungan protein 34,3 persen atau setara dengan dua kali daging sapi
dan sangat baik untuk mengganti sel tubuh yang rusak.
Selain itu, daging kalkun memiliki kandungan asam amino dan lysine yang
banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak dan kecerdasan anak
mulai 3-6 tahun. Daging kalkun mempunyai kandungan rendah lemak yang bisa
menghindari kelebihan kolesterol. Daging kalkun juga mengandung energi yang
lebih tinggi dari ayam maupun telur ayam.
b. Kolostrum
Pada mitos yang salah disebutkan bahwa ASI pertama atau kolostrum (yang
berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi, karena ASI pertama atau kolostrum
adalah susu basi. Mitos tersebut sangat tidak benar. Kolostrum adalah zat
terbaik bagi bayi. Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh
dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi menyusui langsung akan
merangsang ASI cepat keluar.
c.
Kedelai
Mitos bahwa jika ingin hamil hindari kedelai.mitos ini tidak benar. Anak
adalah dambaan tiap pasangan suami istri. Namun untuk memperoleh keturunan
sangatlah salah apabila menghindari kedelai agar hamil. Kacang kedelai dikenal
sebagai makanan terbaik kadar proteinnya, dapat mencapai 35 persen daripada
beratnya. Dikatakan bahwa kacang kedelai dibandingkan dengan beratnya dapat
menghasilkan dua kali protein daging, empat kali telur, empat kali gandum, lima
atau enam kali roti dan dua belas kali susu.
Ternyata protein kacang kedelai bukan saja jumlahnya yang banyak, tetapi
juga mempunyai kualitas yang baik. Umumnya cukup dikenal bahwa protein hewani
seperti daging, susu, dan telur adalah protein yang lengkap, sementara protein
nabati adalah protein yang tidak lengkap. Tetapi ternyata protein kacang
kedelai, walaupun termasuk protein nabati lebih mirip menggambarkan protein
hewani dari pada protei nabati.
Penggunaan minyak kacang kedelai ternyata dapat menghindarkan penyakit
jantung. Sebab utamanya adalah, oleh karena minyak kacang kedelai adalah sumber
lechitin.
Berbagai penelitian yang dibuat menunjukkan bahwa lechitin dari kacang
kedelai bila diberikan kepada binatang atau manusia dapat menurunkan kadar
kolesterolnya.
Jumlah mineral – mineral dari 100 gram kacang kedelai sebagai berikut :
1.
Kedelai memiliki mineral
yang tertinggi dari semua makanan, yaitu 3261 mg, dibandingkan dengan makanan
berikut yang terbanyak hanya 2121 mg, yaitu terdapat dalam air tebu.
2.
Kacang kedelai mempunyai
mineral kalium yang tertinggi dari semua makanan yaitu 1835 mg, sedangkan yang
kedua tertinggi ialah buah apricot kering yang mengandung 1790 mg kalium.
3.
Setelah coklat pahit 292
mg, dan kacang mente 267 mg, kacang kedelai adalah sumber magnesium yang ketiga
tertinggi dengan jumlah 225 mg.
4.
Kacang kedelai mengandung
natrium yang rendah, hanya 4 mg saja.
5.
Kacang kedelai mempunyai
kalsium yang kaya yaitu 227 mg, dikalahkan hanya oleh tujuh makanan yang
lainnya.
6.
Setelah hati, (12.1 mg)
kacang kedelai adalah sumber besi yang kedua tertinggi, dengan jumlah 8 mg.
Kedelai terkenal sebagai makanan antikanker. Dalam kedelai terdapat
sejumlah zat yang secara bersama – sama saling menguatkan dalam menghabisi
benih kanker. Senyawa inhibitor protease kedelai, yang punya nama khusus
inhibitor Bowman-Birk, ampuh melumpuhkan berbagai jenis kanker. Daya bunuh
kanker tersebut dibantu serat kasar kedelai, yang kadarnya lumayan tinggi (2
gram per 100 gram). Dalam hal melawan kanker, inhibitor protease dan serat
kasar bekerja sama dengan genistein. Senyawa satu ini akan menghentikan
pembentukan suatu enzim pemasok “makanan” bagi benih kanker dan merusak lintasan
penyalurannya. Karena pasokan makanannya dihabisi, maka terhenti pulalah
pertumbuhan kanker. Itulah sebabnya mengapa kedelai dipastikan mampu mencegah
dan membantu penyembuhan segala jenis kanker. Dari kanker usus besar, kanker
paru-paru, kanker kulit, kanker payudara, kanker prostat, hingga kanker darah
(leukimia).
d.
Nanas dan Pisang
Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi pisang dan nanas. Mitos ini sangat
dipercaya oleh sebagian masyarakat di Jawa, karena bisa mengakibatkan
keputihan. Konsumsi pisang dan nanas justru disarankan karena kaya akan vitamin
C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses
pembuangan sisa – sisa pencernaan. Adapun keputihan tidak selalu membahayakan.
Saat hamil maupun setelah melahirkan adalah normal apabila ibu mengalami
keputihan. Kecuali jika keputihan tersebut terinfeksi bakteri, jamur, &
virus yang biasanya dengan keluhan gatal, bau, dan warnanya kekuningan atau
kecoklatan.
Mungkin pernah mendengar bahwa nanas dan pisang menyebabkan keputihan? Padahal,
tak ada bukti ilmiahnya. Jadi, sama sekali tidak beralasan karena takut dan
membatasi diri untuk menyantapnya. Apalagi, tidak ada kaitan jelas antara
mengonsumsi buah-buahan tersebut dan kerja organ-organ seksual, baik pria
maupun wanita. Nanas dan pisang justru mengandung zat-zat tertentu yang
dibutuhkan tubuh, terutama vitamin C dan kalium dalam pisang yang justru
berkhasiat menahan cairan tubuh. Lagi pula kondisi basah sebetulnya merupakan
pertanda alamiah bahwa pihak istri telah siap menerima kehangatan dari
suaminya. Sementara kondisi kering malah akan menimbulkan lecet dan rasa sakit
yang bakal menyiksa keduanya. Boleh dibilang yang paling berperan dalam hal ini
adalah sensitivitas dan kekencangan otot-otot tubuh, terutama otot-otot dasar
panggul yang melingkari tulang organ kelamin. Kedua hal inilah yang amat
berperan menentukan daya cengkeram sekaligus meningkatkan kualitas hubungan
suami-istri. Jadi, pada mereka yang sensitivitasnya tidak mengalami gangguan,
tersentuh sedikit saja sudah akan terbangkitkan gairahnya. Jika pun menurun
tingkat kepekaannya, entah pada bagian-bagian tertentu atau justru seluruh
tubuh, masih memungkinkan untuk diterapi lewat pengobatan dan pelatihan. Sambil
tak lupa menggali akar permasalahannya kenapa bisa terjadi demikian, mengingat
akibatnya dirasakan secara fisik, meski awalnya bersifat psikis.“Nanas
mengakibatkan keguguran“ Pendapat ini belum dibuktikan secara medis. Tetapi
bagi beberapa orang, nanas bisa menyebabkan gangguan lambung, terlebih asam
lambung memang meningkat dikala hamil. Tentu orang yang sensitive lambungnya
terhadap nanas, sebaiknya menghindari buah ini dikala hamil. Tetapi bagi mereka
yang aman-aman saja terhadap nanas justru baik menyantap buah ini. Tak lain
karena nanas mengandung vitamin A dan C serta mengandung enzim bromelin yang
baik untuk mencerna protein. Apalagi bila nanas ada pada acar dan beberapa
masakan dengan variasi olahan menggunakan nanas.
Pisang bisa membuat gemuk. Mungkin pernyataan ini sudah akrab di telinga
Anda. Tetapi, apakah pernyataan ini benar? Pisang merupakan buah yang sarat
gizi, hampir tidak mengandung lemak dan mudah dicerna. Karbohidrat didalam
pisang sekitar 23-35%, lemak 0,2% dan seperti bahan nabati lainnya, pisang
bebas kolesterol. Sebanyak 100 gram pisang akan memberikan kalori sebesar 120
kalori.
Buah ini juga kaya kalium dan mengandung magnesium, selenium, besi dan
vitamin – vitamin serta bebas Natrium. Pisang kaya dengan vitamin B-6 yang
dibutuhkan untuk kesehatan mental seseorang. Kekurangan vitamin B-6 ini dapat
menyebabkan seseorang mudah lelah dan marah serta susah tidur.
Mengkonsumsi satu setengah buah pisang setiap hari akan mencukupi
kebutuhan tubuh terhadap vitamin B-6 ini. Menyantap makanan kaya kalium dan
vitamin B6, khususnya pisang segar (bukan pisang rebus atau pisang goreng) juga
dapat mengurangi rasa nyeri, ngilu dan sakit pada persendian. Mengkonsumsi
pisang 3-4 kali sehari bahkan dipercaya dapat membantu mengurangi gejala radang
sendi (arthritis). Pisang merupakan makanan kaya kalium. Satu buah pisang
berukuran sedang mengandung 467 mg kalium, yang memberikan 13% kebutuhan kalium
harian. Data penelitian menunjukkan bahwa pengambilan kalium oleh tubuh
berhubungan dengan efek penurunan tekanan darah.
Pada tahun 2001, FDA (Food and Drug Administration; semacam Badan POM di
USA), menyetujui bahwa makanan yang merupakan sumber kalium dan rendah natrium
barangkali dapat mengurangi resiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan
stroke. Sebagai sumber kalium, pisang dapat membantu mengurangi resiko peningkatan
tekanan darah.
Di dalam New England Journal of Medicine bahkan disebutkan, bahwa
mengkonsumsi satu buah pisang sehari dapat menurunkan resiko stroke sampai 40%.
Jika anda merasa lesu di antara waktu makan, ambil saja pisang. Gula buah yang
terkandung di dalamnya (yang tergolong karbohidrat sederhana), akan mudah
dicerna dan masuk ke aliran darah sehingga menghasilkan energi instant. Selain
itu, dengan pasokan kalium dari pisang, jaringan otot akan bertenaga kembali
selama beberapa saat sebelum tubuh mendapatkan pasokan energi darurat dari
makanan utama. Karena hal ini pula, tidak heran jika para atlet terutama atlet
tennis seringkali mengkonsumsi pisang sebelum dan pada saat bertanding untuk
pengusir lelah dan pemberi tenaga.
Didalam The Food Pharmacy oleh Jean Carper, pisang bahkan disebut
sebagai makanan mujarab bagi penderita penyakit mag. Barangkali sifat
spasmolitik pisang, yang menurunkan kerja lambung dan mengurangi sekresi enzim
serta asam lambung, turut berperan dalam menghasilkan khasiat ini.Kandungan
pektin yang tinggi didalam pisang juga dapat melindungi selaput lendir lambung
terhadap pengaruh asam lambung dan enzim (pepsin). Pisang juga kaya serat
makanan atau karbohidrat kompleks yang akan membantu memperlancar buang air
besar dan sangat baik untuk mencegah kanker usus besar.
e. Telur
Ibu hamil dilarang mengkonsumsi telur, karena dikhawatirkan ASI-nya
berbau amis. Mitos tersebut tidak benar. Telur mengandung protein hewani yang
sangat dibutuhkan ibu hamil. Selain itu, seiring dengan meningkatnya kesadaran
masyarakat akan bahaya kolesterol, selain daging, kuning telur kini termasuk
makanan yang dihindari. Padahal, para ahli kini menyimpulkan bahwa telur tidak
mempengaruhi kadar kolesterol secara signifikan. Bukan kolesterol yang mempengaruhi
kadar kolesterol dalam darah, tetapi lemak jenuh. Telur diketahui hanya
mengandung sedikit lemak jenuh. Mengkonsumsi telur bisa memperbaiki kadar lipid
(kolesterol) seseorang yang kolesterolnya naik saat mengkonsumsi makanan kaya
kolesterol.
Ada begitu banyak nutrisi penting dalam sebutir telur. Sebut saja
choline, yang sangat penting untuk fungsi otak dan kesehatan. Satu buah kuning
telur mengandung lebih dari 25 persen kebutuhan choline setiap hari. Orang
dewasa membutuhkan 425 gram choline per hari, sedangkan anak balita butuh 250
gram per hari. Sebuah penelitian mengungkapkan konsumsi choline yang cukup bias
menurunkan risiko kanker payudara.
Telur juga mengandung antioksidan serta lutein yang membantu mencegah
gangguan penglihatan akibat penuaan dan katarak. Kadar lutein dalam telur
bahkan lebih banyak dibanding pada sayuran berdaun hijau. Telur mempunyai
kandungan zat gizi yang cukup tinggi, antara lain mengandung delapan asam amino
esensial yang baik untuk pertumbuhan anak dan kesehatan tubuh. Selain itu,
telur juga mengandung mineral selenium (Se). Pria membutuhkan asupan selenium
untuk pembentukan kualitas dan kuantitas sperma. Satu butir telur dapat
menghasilkan 10 persen dari total kebutuhan tubuh terhadap selenium. Telur juga
mengandung vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium untuk pembentukan
tulang. Selain itu, telur juga mengandung vitamin E. Kombinasi antara selenium
dan vitamin E berperan sebagai antioksidan yang dapat mengurangi risiko
kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas.Telur juga diketahui sebagai sumber
vitamin B12, vitamin B6, dan folat yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh dan
melindungi sel – sel saraf. Kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan
terjadinya kerusakan sel – sel saraf. Wanita hamil yang kekurangan vitamin B12
mempunyai risiko anaknya akan mengalami kerusakan pada sistem saraf.
f. Jeruk
Ada mitos yang menyatakan bahwa jeruk menyebabkan meningkatkan lendir
pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir. Justru jeruk sumber vitamin C
yang tinggi. Kandungan jeruk bukan hanya vitamin C tinggi, tetapi juga
potasium, folat, kalsium, thiamin, niacin, vitamin B6, fosfor, dan lain
sebagainya. Kelebihan jeruk, mengandung serat tinggi. Walau begitu, tidak
mengandum sodium, lemak, dan kolesterol, karena itu aman bagi yang berdiet.
Serat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam plasma dengan cara mengganggu
proses reabsorpsi asam empedu. Vitamin C dalam jeruk berperan menyerap zat besi
non-organik (zat besi dari makanan non – hewani), sehingga dapat mencegah dan
membantu penyembuhan penyakit. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan
yang dapat mencegah kerusakan sel serta penyakit jantung dan kanker. Vitamin C
berguna sekali bagi mereka yang menderita infeksi atau penyakit yang telah
berlarut – larut.
g. Makanan Laut
Mungkin kita sering mendengar ungkapan bahwa ibu hamil dilarang
mengkonsumsi ikan laut karena menyebabkan ASI berbau amis dan luka jahitan
sulit kering. Mitos tersebut tidak benar. Justru ikan laut mengandung protein
yang sangat dibutuhkan ibu hamil untuk mengganti sel – sel rusak.
Ada juga pernyataan bahwa salah satu cara menurunkan kolesterol dengan
pantang makanan laut. Tidak perlu menghindari makanan laut sama sekali.
Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar karena makanan laut memang mengandung
kolesterol. Kadar kolesterol dalam tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh lemak
jenuh dan trans fatty acid. Keduanya ini terdapat dalam daging merah dan
makanan kemasan olahan. Trans fatty acid terdapat di snack kemasan, gorengan,
atau margarin yang berisi minyak hydro genated. Protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 dalam makanan laut bisa
membantu meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Menurut penelitian yang dilakukan
di Inggris, kekurangan konsumsi makanan laut selama masa kehamilan bisa mengakibatkan
lemahnya kemampuan verbal, gangguan perilaku, serta masalah tumbuh kembang lain
pada anak. Ikan dan kerang – kerangan
saat ini sudah terbukti merupakan makanan yang baik untuk otak. Makanan –
makanan tersebut mengandung asam lemak esensial yang bermanfaat, yakni Omega-3,
serta sejumlah vitamin, mineral,dan asam amino. Asam lemak omega-3 jenin DHA
dan EPA yang banyak ditemukan dalam ikan berminyak terbukti berperan sangat
penting untuk kesehatan dan perkembangan fungsi saraf dan otak. Minyak hati ikan
cod yang menjadi favorit pada zaman dulu, ternyata bukanlah sumber utama lemak
esensial untuk anak- anak karena sisa polutan yang tersimpan dalam hati ikan
cod. Asam lemak esensial tidak
dihasilkan di dalam tubuh, karena itu kita harus mendapatkannya dari luar,
yaitu dari makanan. Ada kekhawatiran bahwa makanan modern tidak mengandung
cukup lemak Omega-3. Kekurangan zat gizi ini dikaitkan dengan lemahnya
konsentrasi dan memori, disleksia, masalah perilaku, kesulitan belajar, juga
hiperaktif pada beberapa anak yang sensitive.
Ikan juga merupakan sumber kolin, yaitu nutrisi yang diperlukan (bersama
lesitin dan vitamin B kompleks) untuk menghasilkan bahan kimia asetilkolin di
otak, agar memori dapat bekerja cepat dan meningkatkan kemampuan belajar.
Kerang – kerangan merupakan sumber seng, mineral penting bagi kemampuan memori
dan konsentrasi otak. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan sedikit saja seng
dapat mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi mental. Akibatnya, anak menjadi
sensitif, suasana hati mudah berubah, dan hilang nafsu makan. Bila kekurangan
tersebut teratasi, biasanya kemampuan memori akan membaik kembali. Hidangan
laut juga mengandung asam amino tirosin, yang dikaitkan dengan peningkatan
energi mental dan kewaspadaan jika digunakan bersama vitamin B kompleks dalam
jumlah cukup, yang penting untuk produksi energi.
h. Daging Kambing
Benarkah ibu hamil dilarang mengkonsumsi daging kambing ? Jawabannya
adalah ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi yang
wajar, kecuali ibu hamil yang menderita kelebihan kolesterol atau penyakit
jantung.
Daging kambing mentah memiliki kandungan lemak 50 persen hingga 60
persen lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi, akan tetapi kandungan
proteinnya hampir sama. Daging kambing juga memiliki kandungan lemak 42 persen
hingga 59 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan daging domba.
Hal yang sama untuk daging kambing yang sudah dimasak, presentase lemak
jenuh daging kambing 40 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan daging
ayam (tanpa kulit) dan masing – masing 850 persen, 1100 persen, dan 900 persen
lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi, babi, dan domba.
Kandungan kolesterol daging kambing ternyata hampir sama dengan daging
sapi, domba, babi, dan ayam dan lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa
produk susu dan daging ayam olahan dan makanan laut.
Daging kambing mengandung kolesterol sebanyak 76 mg persen, sedangkan
untuk daging sapi, ikan, dan domba adalah 70 mg persen. Kandungan kolesterol
daging babi dan ayam adalah 60 mg persen. Daging kambing juga sumber lemak yang
sehat dengan risiko mengkonsumsi kolesterol yang minimum. Di samping itu,
daging kambing mengandung lebih banyak zat besi, potasium dan tiamin yang
berhubungan dengan kandungan garam yang lebih rendah.
Daging kambing mengandung semua asam amino esensial dan mengandung lebih
rendah kalori. Oleh karena itu, daging kambing tergolong ke dalam bahan makanan
yang bersahabat dan sehat untuk dikonsumsi, asalkan saja tidak secara
berlebihan.
i. Yoghurt
Ibu hamil tidak boleh minum yoghurt. Tidak ada penelitian yang mendukung
pernyataan ini. Jadi pernyataan ini hanya mitos belaka. Lagipula yoghurt itu
baik untuk melancarkan pencernaan ibu hamil. Yang mana semenjak dalam kehamilan
tidak jarang ibu hamil mengalami namanya sembelit.
Yoghurt memiliki gizi yang lebih tinggi dibanding susu segar. Kandungan
lemaknya pun juga lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang
menjalankan diet rendah kalori. Yoghurt juga dapat membantu proses penyembuhan
lambung dan usus yang luka. Meminum yoghurt secara teratur dapat menurunkan
kadar kolesterol dalam darah. Selain itu juga yoghurt diyakini baik untuk
memperpanjang umur.
Yoghurt dapat membantu penderita lactose intolerance. Penyebabnya adalah
defisiensi/kekurangan enzim pencerna laktosa. Sehingga setiap kali minum susu,
butiran laktosanya akan tertinggal di permukaan lubang usus halus dan menyerap
air dari sekitarnya yang kemudian memunculkan diare. Dalam yoghurt, laktosa
susunya sudah dipecah oleh bakteri baik Lactobacillus bulgaricus melalui proses
fermentasi, hingga mudah diserap tubuh. Itulah mengapa yoghurt sangat
disarankan sebagai pengganti susu bagi orang / anak yang tidak mampu mencerna
laktosa dengan baik. Dengan minum yoghurt, anda dan si kecil tidak akan diare
lagi.
Yoghurt dapat menghambat pathogen flora usus pengonsumsi yoghurt
terbukti sulit ditumbuhi kuman – kuman patogen atau kuman yang dapat
menyebabkan penyakit. Dengan terhambatnya pertumbuhan sekaligus matinya mikroba
patogen dalam lambung dan usus halus bisa menghindari munculnya berbagai
penyakit akibat infeksi atau intoksikasi mikroba. Dengan kata lain, mengonsumsi
yoghurt secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Mengkonsumsi antibiotik memang berfungsi mematikan kuman, namun ia tidak
pandang bulu mana kuman yang perlu dibunuh dan mana yang sebetulnya tidak perlu
dimusnahkan.sebenarnya ada kuman yang harus berada di saluran cerna guna
menjaga keseimbangan flora usus. Yoghurt dapat menetralisir efek samping
antibiotik ini.Yoghurt sebagai antikanker saluran cerna. Bakteri-bakteri yang
berperan dalam yoghurt dapat mengubah zat-zat prekarsinogenik (zat-zat pemicu
kanker) yang ada dalam saluran pencernaan, hingga mampu menghambat terjadinya
kanker. Yoghurt dapat mencegah
jantung koroner. Bakteri baik yakni, Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
yang terdapat dalam yoghurt, akan menghasilkan asam folat dan vitamin B
kompleks, kedua vitamin ini berguna mencegah munculnya penyakit jantung
koroner.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berpikir kritis dalam transkultural keperawatan merupakan suatu kegiatan
penyelidikan, pemecahan masalah, proses berpikir, yang mana terdapat tujuan
yang jelas, abstrak, sesuai dengan teori, realistis, dapat diyakini, dan
semuanya ini berhubungan langsung dengan kebudayaan-kebudayaan masyarakat
seperti menghargai kebudayaan mereka, melakukan tindakan keperawatan yang tepat
sesuai dengan teori dan kepercayaan serta nilai budaya dan tentunya tidak
melenceng dari dunia keperawatan, bagaimana perawat profesional dapat
memecahkan suatu masalah dalam persoalan keperawatan terhadap klien-klien yang
berbeda budaya, kemudian bagaimana perawat dapat beradaptasi dengan baik
terhadap klien agar dalam pelayanan keperawatan maupun kesehatan tidak terjadi
ketidaknyamanan dari diri klien maupun perawat.
B. Saran
Makalah dibuat berdasarkan kebutuhan mahasiswa sebagai tanggung jawab dalam menyelesaikan
tugas sebuah mata kuliah. Diperlukan bimbingan dan arahan dari dosen mata
kuliah sehingga kiranya makalah
ini dapat menjadi sesuatu yang lebih berguna di
masa yang akan datang. Penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan olehnya itu penulis mengharapakan kritik dan saran yang membangun
sebagai bahan ajar untuk penyusunan berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Efendi,
Ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik
dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Komentar
Posting Komentar