KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Makalah ini kami susun berdasarkan beberapa sumber
informasi yang kami dapatkanb sehingga memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya
bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran
dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang
aktifitas ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi kepada pembaca.
Kendari, 3 Desember 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................
1.
Latar Belakang...........................................................................................................
2.
Rumusan Masalah.....................................................................................................
3.
Tujuan.......................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................
A.
Definisi aktifitas.........................................................................................................
B.
Jenis-jenis aktifitas....................................................................................................
C.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
aktifitas................................................................
D.
Kemampuan rentang gerak........................................................................................
BAB III PENUTUP ...................................................................................................................
A.
Kesimpulan ...............................................................................................................
B.
Saran ........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Aktifitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak
dimana manusia memerlukan untuk dapat memnuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan
aktifitas/ pergerakan dan itirahat merupakan suatu kesatuan yang aling
berhubungan dan saling mempengaruhi salah satu tanda kesehatan adalah adanya
kemampuan seseorang yang tidak terlepas dari kekuatan sistem persarafan dan
musculoskeletal.
Manusia mempunyai kebutuhan untuk bergerak agar dapat
memenuhi kebutuhan dasarnya dan melindungi diri dari kecelakaaan. Mekanika
tubuh adalah usaha koordinasi dari musculoskeletal dan system saraf untuk
mempertahankan keseimbangan yang tepat.mekanika tubuh adalah cara menggunakan
tubuh secara efisien,yaitu tidak banyak mengeluarkan tenaga,terkoordinasi
secara aman dalam menggerakan serta mempertahankan keseimbangan dalam
beraktivitas.Imobilitas merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak
secara bebas karna kondisi mengganggu pergerakan (aktivitas).
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa definisi aktifitas?
2.
Apa saja jenis-jenis aktifitas?
3.
Bagaimana faktor-faktor yang
mempengaruhi aktifitas?
4.
Menyebutkan Kemampuan rentang
gerak?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui definisi aktifitas?
2.
mengetahui jenis-jenis
aktifitas?
3.
mengetahuifaktor-faktor yang
mempengaruhi aktifitas?
4.
Mengetahui kemampuan rentang
gerak?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Aktifitas
Aktifitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak dimana manusia
memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu tanda kesehatan
adalah adanya kemampuan seseorang melakuka aktifitas seperti berdiri, berjalan
dan berkerja. Dengan beraktifitas tubuh akan menjadi sehat, system pernapasan
dan sirkulasi tubuh akan berfungsi dengan baik, dan metabolisme tubuh dapat
optimal. Kemampuan aktifitas seseorang tidak terlepas dari kekuatan system
persarafan dan musculoskeletal. Aktifitas fisik yang kurang memadai dapat
memnyebabkan berbagai gangguan pada system musculoskeletal seperti atrofi otot,
sendi menjadi kaku dan juga menyebabkan ketidak efektifan dan fungsi organ
internal lainnya. Adapun system tubuh berperan dalam kebutuhan aktifitas :
1.
Tulang
2.
Ligamen
3.
Otot dan tendon
4.
Sistem saraf
5.
Sendi
B.
Jenis-jenis Aktifitas
Jenis-jenis aktifitas antara lain :
1.
Aktifitas penuh, merupakan
kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat
melakukan interaksi sosial dan menjalankan peran sehari-hari. Aktifitas penuh
ini merupakan fungsi saraf motorik volunteer dan sensorik untuk dapat
mengontrol seluruh area tubuh seseorang.
2.
Aktifitas sebagian, merupakan
kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan jelas dan tidak mampu
bergerak secara bebas karena di pengaruhi oleh gangguan saraf motorik dan
sensorik pada area tubuhnya. Hal ini dapat di jumpai pada kasus cedera atau
patah tulang dengan pemasangan traksi. Pada pasien paraplegi dapat mengalami
aktifitas sebagian pada ekstreditas bahwa karena kehilangan kontrol motorik dan
sensorik. Aktifitas sebagian ini di bagi menjadi 2 jenis yaitu :
a.
Aktifitas sebagian temporer, merupakan
kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya sementara. Hal
tersebut dapat disebabkan oleh trauma refersibel pada system musculoskeletal,
contohnya adalah adanya dislokasi sendi dan tulang.
b.
Aktifitas permanen, merupakan
kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap. Hal
tersebut disebabkan oleh rusaknya system saraf yang refersibel, contohnya
terjadinya Hemiplegia karena stroke, paraplegi karena cedera tulang belakang,
poliomilitis karena terganggunya system saraf motorik dan sensorik.
C.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
aktifitas
Faktor-factor yang mempengaruhi aktifitas antara lain :
1.
Gaya hidup : Perubahan gaya
hidup dapat mempengaruhi kemampuan aktifitas seseorang karena berdampak pada
perilaku kebiasaan sehari-hari.
2.
Proses penyakit/cedera : Proses
penyakit dapat mempengaruhi kemampuan aktifitas karena dapat mempengaruhi
fungsi system tubuh.
3.
Kebudayaan : Kemampuan
melakukan aktifitas dapat juga di pengaruhi kebudayaan, contohnya orang
memiliki budaya sering berjalan jauh memiliki kemampuan aktifitas yang kuat,
sebaliknya ada orang yang mengalami gangguan aktifitas(sakit) karena budaya dan
adat dilarang beraktifitas.
4.
Tingkat energi : Energi di
butuhkan untuk melakukan aktifitas
5.
Usia dan status perkembangan :
Kemampuan atau kematangan fungsi alat gerak sejalan dengan perkembangan usia.
Intolerensi aktifitas/penurunan kekuatan dan stamina, depresi mood.
Kategori Tingkat Kemampuan
Aktifitas
Tingkat Aktifitas/Mobilitas
|
Kategori
|
Tingkat 0
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4
|
Mampu merawat diri sendiri
Secara penuh
Memerlukan penggunaan alat
Memerlukan bantuan atau
pengawasan orang lain
Memerlukan bantuan,pengawasan
orang lain,peralatan. Sangat tergantung dan tidak dapat melakukan atau
berpartisipasi dalam perawatan
|
D.
Kemampuan Rentang Gerak
Pengkajian rentang gerak (Range Of Mation – ROM) dilakukan pada
daerah seperti bahu, siku, lengan, panggul, dan kaki.
Melatih rentang
gerak sendi :
1.
Fleksi dan estensi pergelangan
tangan
·
Tekuk tangan pasien kedepan
sejauh mungkin
2.
Fleksi dan estensi siku
·
Tekuk siku pasien sehingga
tangannya mendekat bahu
·
Lakukan dan kembalikan ke
posisi semula
3.
Pronasi dan supinasi lengan
bawah
·
Putar lengan bawah pasien
sehingga telapaknya menjauhinya
·
Kembalikan ke posisi semula
·
Putar lengan bawah pasien
sehingga telapak tangannya menghadap ke arahnya
·
Kembalikan ke posisi semula
4.
Pronasi fleksi bahu
·
Angkat lengan pasien pada
posisi semula
5.
Abduksi dan Adduksi
·
Gerakan lengan pasien menjauh
dari tubuhnya ke arah perawat
·
Kembalikan keposisi semula
·
Abduksi dan Adduksi
·
Gerakan lengan bawah ke bawah
sampai menyentuh tempat tidur, telapa tangan menghadap ke bawah
·
Kembalikan ke posisi semula
·
Gerakan lengan bawah ke
belakang sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan menghadap ke atas
·
Kembalikan ke posisi semula
6.
Fleksi dan Ekstensi jari-jari
kaki
·
Tekuk jari-jari kaki ke bawah
·
Luruskan jari-jari kemudian
dorong ke belakang
·
Kembalikan ke posisi semula
7.
Inversi dan Eversi kaki
·
Putar kaki ke dalam sehingga
telapak kaki menghadap ke kaki lainnya
·
Kembalikan ke posisi semula
·
Putar kaki keluar sehingga
bagian telapak kaki menjauhi kaki lainnya
·
Kembalikan ke posisi semula
8.
Fleksi dan Ekstensi Pergelangan
Kaki
·
Tekuk pergelangan kaki, arahkan
jari-jari kaki ke arah dada pasien
·
Kembalikan ke posisi semula
·
Tekuk pergelangan kaki menjauhi
dada pasien
9.
Fleksi dan Ekstensi Lutut
·
Angkat kaki, tekuk pada lutut
dan pangkal paha
·
Lanjutkan menekuk lutut ke arah
dada sejauh mungkin
·
Kebawahkan kaki dan luruskan
lutut dengan mengangkat kaki ke atas
·
Kembalikan ke posisi semula
10.
Rotasi Pangkal Paha
·
Putar kaki menjauhi perawat
·
Putar kaki ke arah perawat
·
Kembalikan ke posisi semula
11.
Abduksi dan Adduksi Pangkal
paha
·
Jaga posisi kaki pasien lurus,
angkat kaki kurang lebih 8cm dari tempat tidur, gerakan kaki menjauhi badan
pasien
·
Gerakan kaki mendekati badan
pasien
·
Kembalikan ke posisi semula
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keuntungan dari aktivitas fisik telah di dokumentasikan dengan baik
sama halnya dengan dampak dari tidak adanya aktivitas.Perawat tertantang untuk
meyakinkan pasien mengenai manfaat aktivitas fisik.salah satu cara untuk
pencapaiannya adalah dengan berperan dengan berperan sebagai model peran untuk
pasien.perawat juga harus bekerja secara kolaboratif dengan pasien untuk
mengembangkan tujuan perorangan yang dapat dicapai untuk aktivitas fisik.
Ketika pasien benar-benar mengalami imobilitas,perawat harus membantu dengan
mencegah komplikasi dari imobilitas tersebut dengan membantu klien untuk
mendapatkan level fungsionalnya yang optimal.
B. Saran
Demikian
makalah yang telah kami susun, semoga dengan makalah ini dapat menambah
pengetahuan serta lebih bias memahami tentang pokok bahasan makalah ini bagi
para pembacanya dan khususnya bagi mahasiswa yang telah menyusun makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua.
File:///C:/Users/User/Downloads/Keperawatan/Konsep aktifi
Komentar
Posting Komentar