TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)

  TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860) A.   ISI TEORI Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Melalui observasi dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dengan faktor lingkungan dan, sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi higiene dan sanitasi selama perang Crimean. Torres mencatat ( 1986 ) mencatat bahwa nightingale memberikan konsep dan penawaran yang dapat divalidasi dan digunakan untuk menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teo...

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA




PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA
A.     DATA UMUM 
1.      Initial kepala keluarga         : Tn. A
2.      Usia                                   : 27 Tahun
3.      Pendidikan                         : SMA
4.      Agama                               : Islam
5.      Suku                                  : Muna
6.      Alamat                               : BTN Perumnas Poasia
7.      Tipe keluarga                      : Keluarga inti
8.      Komposisi keluarga            : Suami, istri dan anak
No.
Nama
Jenis Kelamin
Hubungan dengan KK
Umur
Pendidikan
Status imunisasi
1.
Ny. T
Perempuan
Istri
25
S1
Lengkap
2.
An. A
Laki-Laki
Anak
4
Belum sekolah
Lengkap
Genogram :
Tn. A                                                                                 Ny. T
 







Keterangan :
                        : Laki-Laki                                           : Keluarga binaan lai-laki
                        : Perempuan                            
                        : Meninggal                                           : Keluarga binaan perempuan
9.      Status sosial ekonomi keluarga :
Anggota yang mencari nafkah Tn. A dan dibantu oleh istrinya Ny. T, penghasilan  Rp 4.000.000/perbulan, dan kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan Rp 1.700.000 dan sisanya disimpan untuk keperluan lain.

10.  Aktivitas rekreasi keluarga  :
Keluarga pergi rekreaksi setiap 6 bulan sekali atau pada saat ada waktu luang dan weekend

B.     Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
1.      Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Tahap perkembangan keluarga Tn. A termasuk dalam tahap perkembangan  keluarga dengan anak pra sekolah.
2.      Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
Tidak ada
3.      Riwayat keluarga inti :
Keluarga Tn. A yang mengalami masalah kesehatan adalah Ny. T.
4.      Riwayat keluarga sebelumya :  
Keluarga Tn. A tidak ada riwayat penyakit.

C.     Lingkungan
1.      Karakteristik rumah dan Denah Rumah :
Tipe rumah beton, 3 kamar, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, 2 kamar mandi, teras, lantai keramik, ventilasi ada di setiap ruangan






PINTU
DAPURS
 
KAMAR
MANDI
 
Denah Rumah :















DAPUR
 






RUANG
KELUARGA
 





PINTU
DEPAN
 
 













2.      Karakteristik Lingkungan :
Lingkungan dalam dan luar rumah sangat terjaga kebersihannya
3.      Mobilitas geografis keluarga :
Keluarga Tn. A pernah tinggal di Muna Barat, tapi karena pekerjaan mereka di Kendari akhirnya mereka saat ini menetap di Kendari.
4.      Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : 
Perkumpulan yang sering dilakukan hanya sering dengan keluarga inti saja karena keluarga lainnya kebanyakan di Muna Barat. Sementara interaksi dengan masyarakat disekitar rumah sangat baik.
5.      Sistem pendukung keluarga :
Keluarga Tn. A terdiri dari istri dan 1 orang anak

D.    Struktur Keluarga
1.      Pola komunikasi keluarga :
Keluarga yang harmonis. Dalam menghadapi suatu masalah biasanya selalu dilakukan didiskusikan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. 
2.      Struktur kekuatan keluarga :
Merupakan keluarga yang terdiri dari suami, istri dan 1 orang anak yang saling memperhatikan
3.      Stuktur peran :
Tn. A sebagai orang yang di hormati dan sebagai pengambil keputusan, menjadi kepala keluarga, suami, ayah.
Ny. T sebagai istri, ibu bagi anaknya dan bertanggung jawab kepada anak dan menggurus keperluan dapur.
Anak sebagai anak yang harus menurut kata orang tua dan menghormati orang tuanya.
4.      Nilai dan norma keluarga : 
Menjalankan solat 5 waktu dan tidak ada nilai-nilai atau kepercayaan di dalam keluarga Tn.A yang dianut yang bertentangan dengan kesehatan.

E.     Fungsi Keluarga
1.      Fungsi Afektif :
Keluarga cukup rukun dan perhatian dalam membina rumah tangga. 
2.      Fungsi Sosial :
Kerukunan terjaga dengan baik, interaksi dalam keluarga sangat baik dengan komunikasi yang dilakukan secara terbuka. Dan interaksi dengan masyarakat sangat baik.  
3.      Fungsi Reproduksi :
Ny. T memilih tidak menggunakan KB karena ingin memiliki anak kedua
4.      Fungsi Ekonomi :
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Tn. A bekerja mencari nafkah dan istri ikut membantu bekerja sebagai pegawai di perusahaan swasta.
5.      Fungsi Perawatan Kesehatan :
Penyediaan makanan selalu dimasak terdiri komposisi, nasi, lauk pauk, dan sayur dengan frekuensi 3 kali sehari dan bila ada anggota keluarga yang sakit keluarga merawat dan mengantarkan ke rumah sakit atau petugas kesehatan.

F.      Stres dan Koping Keluarga
1.      Stressor jangka pendek dan jangka panjang
a.       Stressor jangka pendek :
Istri menerima pendapatan suami dengan iklas dan tidak meminta lebih. Dan keluarga juga menginginkan anaknya dapat sekolah sampai sarjana dan dapat membantu orang tua bila sudah sukses nanti.
b.      Stressor jangka panjang :
Orang tua ingin anak-anaknya memperoleh pendidikan yang tinggi.
2.      Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi / stressor :
Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke puskesmas dengan petugas kesehatan.
3.      Strategi koping yang digunakan :
Selalu berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang ada.
4.      Strategi adaptasi disfungsional :
Keluarga selalu menggunakan pendekatan yang adaptif dan edukatif dengan keluarga.
5.      Harapan keluarga :
Berharap jika ada masalah kesehatan atau masalah keluarga dapat diselesaikan secara baik. Semoga anggota keluarga sehat-sehat terus dan dapat menjalankan aktivitas dengan baik.



G.    Riwayat Kesehatan Keluarga
Tanda-Tanda Vital :
TD : 120/80 mmHg
R : 18X/menit
N : 86X/menit
S : 36,5ºC

No.
Area Pemeriksaan Fsisik
Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah

Keterangan
1
2
3
Tn. A
Ny. T
An. A
1
Rambut
ü   
ü   
ü   
Lebat, hitam
2
Mata
ü   
ü   
ü   
Normal
3
Telinga, Hidung
ü   
ü   
ü   
Normal
4
Leher
ü   
ü   
ü   
Normal
5
Kulit
ü   
ü   
ü   
(-) Lesi
6
Ekstremitas atas
ü   
ü   
ü   
Normal, lengkap
7
Ekstremitas bawah
ü   
ü   
ü   
Normal, Lengkap

H.    Tipologi Masalah Kesehatan
1.      Ancaman Kesehatan           :
Maag/gastritis
2.      Kurang / Tidak Sehat          :
Pusing
3.      Krisis                                 :
Kurang mengenal masalah penyakit

I.       Analisa Data
Data
Masalah Kesehatan
Masalah Keperawatan Keluarga
DS :
Ny. T mengatakan merasa nyeri ulu hati setelah makan makanan yang pedas

DO :
Ny. T menunjuk pada bagian ulu hatinya
Nyeri ulu hati
Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
DS :
Ny. T mengatakan merasa pusing saat bekerja

DO :
Tanda-Tanda Vital :
TD : 120/80 mmHg
R : 18X/menit
N : 86X/menit
S : 36,5ºC
Pusing
Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
DS :
Ny.T mengatakan hanya tahu penyebab gastritis adalah makanan asam dan pedas

DO : -

Kurang mengenal masalah penyakit

Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga

J.      Skoring
No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah
Skala :
-         Ancaman kesehatan




-         Tidak/kurang sehat



-         Krisis


Nyeri ulu hari
x1 =  = 0,6



Pusing
x1 = 1



Kurang mengenal masalah penyakit
x1 =  = 0,3




0,6




1





0,3



Masalah aktual  karna perlu tindakan segera



Masalah dapat ditangani keluarga




Masalah dapat ditanggani
2
Kemungkinan masalah
Skala :
-         Hanya sebagian




-         Hanya sebagian





-         Hanya sebagian


Nyeri ulu hari
x2 = 1




Pusing
x2 = 1




Kurang mengenal masalah penyakit
x2 = 1



1





1






1


Keluarga mampu untuk merawat anggota keluarga yang sakit



Keluarga dapat merawat keluarga yang sakit





Keluarga dapat memahami
masalah tentang penyakit

3
Potensi masalah untuk dicegah
Skala :
-         Cukup




-         Cukup





-         Rendah



Nyeri ulu hari
x1 =  = 0,6



Pusing
x1 =  = 0,6



Kurang mengenal masalah penyakit
x1 =  = 0,3




0,6





0,6





0,3




Keluarga mempunyai motivasi untuk mencegah penyakit



 Keluarga mempunyai motivasi untuk sembuh


Keluarga mempunyai motivasi untuk mengetahui tentang penyakit



4
Menonjol masalah
Skala :
-         Masalah berat, harus segera di tangani



-         Ada masalah, tetapi tidak perlu segera di tangani


-         Ada masalah, tetapi tidak perlu segera di tangani



Nyeri ulu hari
x1 = 1




Pusing
x1 =


Kurang mengenal masalah penyakit
x1 =




1




0,5





0,5




Masalah perlu ditangani




Masalah dapat ditangani





Masalah dapat ditangani dengan baik



Skor total
Nyeri ulu hati : 3,2

Pusing : 3,1

Kurang mengenal masalah penyakit : 2,1



K.    Prioritas Masalah
1.      Ny. T merasa nyeri ulu hati setelah makan makanan yang pedas b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
2.      Ny. T merasa pusing saat bekerja b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
3.      Kurang mengenal masalah penyakit b/d ketidakmampuan keluarga  mengenal masalah kesehatan.
  



L.     Rencana Asuha Keperawatan Keluarga
No
Diagnosa Keperawatan Keluarga
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Intervensi
Umum
Khusus
Kriteria
Standar
1
Ny. T merasa nyeri ulu hati setelah makan makanan yang pedas b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 hari kunjungan rumah nyeri ulu hati dapat diatasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x60 menit kunjungan rumah diharapkan keluarga mampu :
1.      Keluarga mampu mengenal masalah nyeri ulu hati adalah penyebab gastritis.
Respon verbal
Keluarga dapat menga tasi masalah penyakit, keluarga melaku kan
dengan cara istirahat yang cukup
1.      Diskusikan dengan keluarga penyebab ulu hati adalah gastritis
2.      Diskusikan dengan keluarga apa pengertian gastritis
3.      Beri kesempatan keluarga untuk bertanya
4.      Diskusikan dengan keluarga penyebab gastritis

2
Ny. T merasa pusing saat bekerja b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

Setelah dilakukan keperawatan selama 2 hari kunjungan rumah pusing  dapat diatasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x60 menit kunjungan rumah diharapkan keluarga dapat mengatasi masalah kesehatannya

Respon verbal

Keluarga dapat menga tasi masalah penyakit, keluarga melaku kan dengan cara istirahat yang cukup
1.      Anjurkan keluarga dapat memotivasi keluarga untuk menjaga kesehatan
2.      Anjurkan keluarga melakukan tindakan kesehatan
3.      Anjurkan keluarga memanfaat kan fasilitas kesehatan yang ada
3
Kurang mengenal masalah penyakit b/d ketidakmampuan keluarga  mengenal masalah kesehatan.

Setelah dilakukan keperawatan selama 2 hari kunjungan rumah keluarga dapat mengenal masalah kesehatan yang dihadapi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x60 menit kunjungan rumah diharapkan keluarga dapat mengenal  masalah kesehatannya dengan kriteria :
1.      Mengetahui Ny. T menderita penyakit gastritis
2.      Mengetahui penyebab gastritis
3.      Mengetahui tanda dan gejala gastritis

Respon verbal
Keluarga dapat menga tasi masalah keseha tan, dapat menyebut kan tentang penyakit gastritis
1.      Memberikan informasi mengenai masalah kesehatan keluarga
2.      Diskusikan dengan keluarga masalah kesehatan yang dihadapi seperti gastritis
3.      Anjurkan menggunakan fasilitas kesehatan untuk pengobatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN KLIEN (PRINSIP,METODE,TEKNIK,DAN STRATEGI PENDIDIKAN SERTA MEDIA PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI)

TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)