SATUAN ACARA PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA
Pokok Bahasan :
Keluarga Berencana
Sub Bahasan :
KB
Penyuluh :
Febri
Tempat :
Balai Desa
Sasaran :
Pasang usia subur
A.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Ibu mengetahui macam-macam metode kontrasepsi yang
dapat digunakan pasangan usia subur.
B.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1.
Ibu mengetahui
pengertian KB
2.
Ibu mengetahui
manfaat KB
3.
Ibu mengetahui
macam-macam metode alat kontrasepsi
C.
STRATEGI
1.
Ceramah.
2.
Tanya
jawab.
D.
MEDIA
1.
Poster.
2.
Leaflet.
E.
MATERI
Terlampir
F.
KEGIATAN
No.
|
Acara
|
Waktu
|
Kegiatan
Penyuluhan
|
Evaluasi
|
1.
|
Pembukaan
|
5 Menit
|
1. Mengucap
salam
2. Memperkenalkan
diri
|
Menjawab
salam, mendengarkan
|
2.
|
Isi
|
15 Menit
|
1. Menjelaskan
tentang pengertian KB
2. Menjelaskan
manfaat KB
3. Menjelaskan
tentang macammacam metode KB
|
Mendengarkan
dan memperhatikan.
|
3.
|
Diskusi
|
20 Menit
|
Tanya jawab
|
Peserta
bertanya
|
4.
|
Penutup
|
5 Menit
|
1. Menyimpulkan
hasil penyuluhan.
2. Memberi
saran-saran.
3. Memberi
salam
|
Menjawab
salam
|
G.
EVALUASI
1.
Ibu dapat
menjelaskan kembali pengertian KB dan manfaat KB.
2.
Ibu dapat
menyebutkan macam-macam metode kontrasepsi untuk ibu menyusui.
3.
Ibu dapat
menyebutkan beberapa keuntungan pemakaian alat kontrasepsi.
4.
Ibu dapat
memilih atau menentukan metode kontrasepsi yang biasa cocok bagi dirinya
MATERI
1.
PENGERTIAN
Keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk
mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan
kemandulan dan penjarangan kehamilan, atau salah satu usaha untuk membantu
keluarga termasuk individu merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik
sehingga dapat mencapai keluarga berkualitas.
2.
MANFAAT KELUARGA BERENCANA
a.
Meningkatkan
kesehatan ibu dan anak
b.
Mencegah
kehamilan yang tidak direncanakan
c.
Meningkatkan
kesejahteraan keluarga
d.
Mengatur dan
menjarangkan kehamilan
e.
Meningkatkan
kecukupan ASI dan pola asuh yang baik bagi anak
f.
Menurunkan
risiko kematian ibu dan anak
3.
MACAM-MACAM METODE KONTRASEPSI
a.
Metode Amenore
Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu
(ASI).
MAL sebagai kontrasepsi
bila:
1)
Menyusui secara
penuh
2)
Belum haid
3)
Umur bayi kurang
dari 6 bulan
Cara kerja:
Penundaan/penekanan ovulasi.
Keuntungan kontrasepsi:
1)
Efektivitas
tinggi
2)
Tidak mengganggu
senggama
3)
Tidak ada efek
samping secara sistemik
4)
Tidak perlu obat
atau alat
5)
Tanpa biaya
Keterbatasan:
1)
Perlu persiapan
sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan.
2)
Tidak melindungi
terhadap IMS.
Cara pemakaian:
1)
Bayi disusui
menurut kebutuhan bayi (ngeksel).
2)
Biarkan bayi
menghisap sampai melepaskan sendiri hisapannya.
3)
Susui bayi anda
juga pada malam hari, karena menyusu pada waktu malam membantu mempertahankan
kecukupan kebutuhan ASI.
4)
Bayi terus
disusukan walau ibu atau bayi sedang sakit.
5)
Ketika mendapat
haid pertanda ibu sudah subur kembali dan harus segera mulai metode KB lainnya.
b.
PIL.
Cocok untuk ibu
menyusui, tidak menurunkan produksi ASI, dapat digunakan sebagai kontrasepsi
darurat. Efek samping: gangguan perdarahan (perdarahan bercak atau perdarahan
tidak teratur)
Cara kerja:
1)
Menekan ovulasi.
2)
Rahim tidak bisa
menerima hasil pembuahan.
3)
Mengentalkan
lendir servik.
4)
Mengganggu
transportasi sperma.
Keuntungan:
1)
Tidak mengganggu
hubungan seksual.
2)
Tidak
mempengaruhi ASI.
3)
Kesuburan cepat
kembali.
4)
Dapat dihentukan
setiap saat.
Keterbatasan:
1)
Mengganggu
siklus haid.
2)
Peningkatan atau
penurunan berat badan.
3)
Harus digunakan
setiap hari dan pada waktu yang sama.
4)
Bila lupa 1 pil
saja kegagalan menjadi lebih besar.
5)
Payudara menjadi
tegang, mual, pusing, jerawat.
Cara pemakaian:
1)
Mulai hari
pertama sampai hari kelima siklus haid.
2)
Diminum setiap
hari pada saat yang sama.
3)
Bila lupa 1 atau
2 pil minumlah segera pil yang terlupa dan gunakan metode pelindung sampai
akhir bulan.
4)
Bila tidak haid,
mulailah paket baru 1 hari setelah paket terakhir.
c.
Suntik
Progestin.
Sangat efektif dan
aman. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reprroduksi. Kembalinya
kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan. Cocok untuk masa menyusui, karena
tidak menekan produksi ASI.
Cara kerja :
1)
Mencegah
ovulasi.
2)
Mengentalkan
lendir servik.
3)
Menghambat
transportasi sperma.
Keuntungan :
1)
Sangat efektif
2)
Tidak
berpengaruh pada hubungan suami istri
3)
Dapat digunakan
oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai pre menopause
4)
Tidak mengandung
estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan
pembekuan darah
Keterbatasan :
1)
Gangguan siklus
haid
2)
Tidak dapat
dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya
3)
Pada penggunaan
jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido,
gangguan emosi (jarang), sakit kepala, jerawat
Cara pemakaian :
1)
Setiaap saat
selama siklus haid, asal tidak sedang hamil
2)
Mulai hari
pertama sampai hari ke tujuh siklus haid
3)
Selama 7 hari
setelah suntikan pertama tidak boleh melakukan hubungan seksual
4)
Kontrasepsi
suntikan DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM dalam didaerah
pantat. suntikan diberikan setiap 90 hari
d.
Kontrasepsi
IMPLAN
Efektif selama 5 tahun,
untuk Norplant, 3 tahun untuk Jadena, Indoplant, dan Implanon. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia
reproduksi. Pemasangan dan pencabutan perlu pelatihan. Kesuburan segera kembali
setelah implant di cabut. Aman dipakai saat laktasi.
Cara Kerja:
1)
Lendir serviks
menjadi kental
2)
Menganggu proses
pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi.
3)
Mengurangi
transportasi sperma.
4)
Menekan
ovulasi
Keuntungan:
1)
Daya guna
tinggi, perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
2)
Pengembalian
tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan.
3)
Tidak memerlukan
pemeriksaan dalam
4)
Bebas pengaruh
estrogen
5)
Tidak mengganggu
senggama
6)
Tidak mengganggu
produksi ASI
7)
Dapat dicabut
setiap saat sesuai kebutuhan
Keterbatasan:
1)
Pada kebanyakan
klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak
(spotting), hipermenorhea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta
amenorhea.
2)
Timbul
keluhan-keluhan seperti: nyeri kepala, nyeri dada, perasaan mual, pening/
pusing kepala, peningkatan/ penurunan berat badan.
3)
Membutuhkan
tindak pembedahan minor.
Cara Pemakaian:
1)
Setiap saat
selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7, atau 6 minggu sampai 6 bulan
pasca persalinan, pasca keguguran.
2)
Bila klien
menggunakan kontrasepsi hormonal atau AKDR dan ingin menggantinya dengan
implant, insersi dapat dilakukan setiap saat.
3)
Daerah pemasangan
atau insersi pada lengan kiri atas bagian dalam (sub kutan).
4)
Daerah insersi
harus tetap kering dan bersih selama 48 jam pertama (untuk mencegah infeksi
pada luka insisi)
5)
Balutan penekan
tetap ditinggalkan selama 48 jam, sedangkan plester dipertahankan hingga luka
sembuh (biasanya 5 hari)
6)
Setelah luka
sembuh daerah tersebut dapat disentuh dan dicuci dengan tekanan wajar.
7)
Bila ditenmukan
adanya tanda-tanda infeksi seperti demam peradangan, atau bila ada rasa sakit
menetap selama beberapa hari, segera kembali ke klinik.
8)
Setelah masa
pemakaian habis, implan harus segera dilepas.
e.
Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim (AKDR).
Sangat efektif,
reversibel, dan berjangka panjang. Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak
Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan Dapat dipakai oleh semua
perempuan usia reproduksi Tidak boleh dipakai oleh wanita yang terpapar Infeksi
Menular Seksual. Ada beberapa jenis : CuT-380A, NOVA-T, LÃpez Loops.
Cara Kerja :
1)
Menghambat
kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi.
2)
Mempengaruhi
fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri.
3)
Mencegah sperma
dan ovum bertemu atau membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi
perempuan dan mengurang kemampuan sperma untuk fertilisasi
4)
Memungkinkan
untuk mencegah implantasi telur dalam uterus
Keuntungan :
1)
Efektifitas
tinggi (0,6-0,8 kehamilan/ 100 wanita dalam 1 tahun pertama, 1 kegagalan dalam
125-170 kehamilan).
2)
Metode jangka
panjang ( 10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti).
3)
Tidak
mempengaruhi hububungan seksual, dan meningkatkan kenyamanan seksual karena
tidak perlu takut untuk hamil.
4)
Tidak
mempengaruhi kualitas dan produksi ASI.
5)
Dapat dipasang
segera setelah melahirkan dan sesudah abortus ( apabila tidak terjadi infeksi
)
6)
Dapat digunakan
sampai menoupouse ( 1 tahun atau lebih setelah haid terakhir ).
7)
Tidak ada
interaksi dengan obat-obat.
Kerugian :
1)
Efek samping
yang umum terjadi : perubahan siklus haid ( umumnya pada 3 bulan pertama dan
akan berkurang setelah 3 bulan ), haid lebih lama dan banyak, perdarahan
spooting antar menstruasi, saat haid lebih sakit.
2)
Komplikasi lain
: merasakan sakit dan kejang selama 3-5 hari setelah pemasangan perforasi
dinding uterus, perdarahan berat pada waktu haid yang memungkinkan penyebab
anemia.
3)
Tidak mencegah
IMS termasuk HIV/AIDS.
4)
Tidak baik
digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti-ganti
pasangan.
Cara Pemakaian :
1)
Setiap waktu
dalam siklus haid, dan dipastikan klien tidak hamil.
2)
Hari pertama
sampai ke-7 siklus haid.
3)
Segera setelah
melahirkan ( 4 minggu pasca persalinan ) dan setelah 6 bulan dengan metode
MAL.
4)
Setelah abortus
( bila tidak ada gejala infeksi )
5)
Selama 1-5 hari
setelah senggama yang tidak dilindungi
6)
AKDR dipasang di
dalam rahim.
7)
Kembali
memeriksakan diri setelah 4-6 minggu setelah pemasangan.
8)
Selama bulan
pertama pemakaian AKDR, periksa benang secara rutin terutama setelah haid.
9)
Segera kembali
ke klinik apabila: tidak dapat meraba benang AKDR, merasakan bagian yang keras
dari AKDR, AKDR terlepas, siklus haid terganggu atau meleset, terjadi
pengeluaran cairan vagina yang mencurugakan, adanya infeksi.
10) Setelah masa pemakaian habis, AKDR harus segera
dilepas.
DAFTAR PUSTAKA
Manuaba, 2009, Buku Acuan Pelayanan Maternal Neonatal dan Keluarga Berencana.
Balai
Saifuddin, AB, 2010, Buku Panduan Praktis Pelayanan Konmtrasepsi
YBP. Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
Sundquist, K, 2010, Kontrasepsi Apa Yang Terbaik Untuk Anda,
Arcan, Jakarta. Pustaka, Jakarta.
Komentar
Posting Komentar