TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)

  TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860) A.   ISI TEORI Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Melalui observasi dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dengan faktor lingkungan dan, sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi higiene dan sanitasi selama perang Crimean. Torres mencatat ( 1986 ) mencatat bahwa nightingale memberikan konsep dan penawaran yang dapat divalidasi dan digunakan untuk menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teo...

contoh kasus gadar


KASUS :
Suatu sore anda sedang bertugas di unit gawat darurat, kemudian datang seorang pasien diantar oleh keluarga. Pasien tersebut seorang laki-laki, usia 45 tahun. Saat anda melakukan anamnesa pasien mengatakan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke bahu, nafas terasa sesak. Pasien terlihat kesakitan sambil memegangi dada sebelah kiri, hasil pengukuran didapatkan hasil TD : 170/110 mmHg, N : 112x/menit, hasil EKG menunjukkan adanya ST elevasi. Lakukan triage ?, setelah anda melakukan triage maka abda melakukan dokumentasi. Dokumentasi penilaian triage jelas, ringkas dan mendukung tingkat keparahan pasien. Tujuan dari dokumentasi adalah untuk mendukung keputusan triage, mengkomunikasikan informasi yang pentingsecara berurutan pada petugas kesehatan dan sebagai kebutuhan legal kedokteran. Apa saja yang harus didokumentasikan ?
A.    PENGKAJIAN
1.      Pengkajian Primer
Airway      : -
Breathing  : -
Circulating            : N : 112 X/menit
                    TD : 170/110 mmHg
Disability   : -

2.      Pengkajian Sekunder
a.       Anamnesa
1)      Identitas
Jenis kelamin         : Laki-laki
Umur                     : 45 tahun
2)      Keluhan utama
Nyeri dada sebelah kiri
P    : nyeri dada sebelah kiri
Q   : tertusuk-tusuk
R   : dada kiri
S    : 6
T    : menetap

3)      Riwayat penyakit
Pasien diantar keluarga di UGD. Klien mengeluh nyeri dada sebelah kiri menjalar ke bahu, nafas terasa sesak.
4)      Riwayat penyakit keluarga/ pengobatan sebelumnya

b.      Pemeriksaan fisik
1)      TTV
TD : 170/110 mmHg
N   : 112 X/menit

2)      Head To Toe
a)      Kepala : bentuk kepala simetris, warna rambut hitam, kulit kepala bersih dan tidak ada lesi
b)      Mata : kemampuan melihat baik
c)      Hidung : hidung bersih
d)     Telinga : simetris kanan dan kiri, tidak ada gangguan pendengaran
e)      Mulut dan tenggorokan : gigi bersih dan tidak ada gangguan mengunyah dan menelan
f)       Abdoment :
-          Inspeksi : datar
-          Auskultasi :
-          Palpasi : tidak ada nyeri tekan
-          Perkusi : timpani
g)      Genilalia : tidak ada kelainan
h)      Ekstremitas: akral hangat
i)        kulit : kulit berwarna sawo matang, bersih

c.       Pemeriksaan penunjang
Hasil EKG : ST elevasi

3.      Analisa Data
NO
DATA
PROBLEM
ETIOLOGI
1.
DS : klien mengatakan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke bahu
P : nyeri dada sebelah kiri
Q : tertusuk-tusuk
R : dada kiri
S : 6
T : menetap

DO : klien terlihat kesakitan sambil memegangi dada kiri
Nyeri akut
Agen cedera fisik
2.
DS : klien mengatakan nyeri dada
DO : - klien nampak sesak nafas
-          N : 112 X/menit

Ketidakefektifan pola nafas
Nyeri , sesak nafas

B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik
2.      Ketidak efektifan pola nafas berhubungan dengan nyeri ,sesak nafas




C.     INTERVENSI
NO.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TUJUAN
INTERVENSI
1.
Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 24 jam diharapkan nyeri klien dapat berkurang, dengan kriteria hasil:
Nyeri klien berkurang/hilang
1.      Observasi :
-          Observasi status nyeri, reaksi ketidaknyamanan
2.      Nursing :
- Tingkatkan istrahat
Kaji skala nyeri (P, Q, R, S, T)
3.      Edukasi :
-          Ajarkan klien teknik nafas dalam
-          Anjurkan kompres hangat pada dada
4.      Kolaborasi :
-          Pemberian analgestik
2.
Ketidak efektifan pola nafas berhubungan dengan nyeri ,sesak nafas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 24 jam diharapkan pola nafas efektif, dengan kriteria hasil:
Pola nafas efektif
1.      Observasi :
-          Observasi pola nafas
-          Kaji nyeri, sesak nafas
2.      Nursing :
-          Berikasn posisi nyaman
3.      Edukasi :
-          Ajarkan teknik nafas dalam
-          Terapi O2
4.      Kolaborasi :
-          Pemberian analgetik








D.    IMPLEMENTASI
NO.
Hari, Tanggal, Jam
DIAGNOSA KEPERAWATAN
IMPLEMENTASI
1.

Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik

1.      Mengobservasi status nyeri, ketidaknyamanan
DS : klien mengatakan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke bahu
P : nyeri dada sebelah kiri
Q : tertusuk-tusuk
R : dada kiri
S : 6
T : menetap
DO : klien terlihat kesakitan sambil memegangi dada kiri
2.      Ajarkan klien teeknik nafas dalam
DS : -
DO : Klien mengikuti intrukai

2.

Ketidak efektifan pola nafas berhubungan dengan nyeri ,sesak nafas

1.      Mengobservasi pola nafas
DS : klien mengatakan nyeri dada
DO : - klien nampak sesak nafas
-          N : 112 X/menit
2.      Memberikan posisi nyaman dan ajarkan nafas dalam
DS :
- Posisikan semifowler
- Klien mengikuti intruksi











E.     EVALUASI
NO.
Hari, Tanggal, Jam
DIAGNOSA KEPERAWATAN
CATATAN PERKEMBANGAN
1.

Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik

S : klien menyatakan nyeri dada
O : Klien terlihat kesakitan sambil memegangi dada kiri
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
2.

Ketidak efektifan pola nafas berhubungan dengan nyeri ,sesak nafas

S : klien mengatakan nyeri dada
O : - klien nampak sesak nafas
-          N : 112 X/menit
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN KLIEN (PRINSIP,METODE,TEKNIK,DAN STRATEGI PENDIDIKAN SERTA MEDIA PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI)

TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)