TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)

  TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860) A.   ISI TEORI Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Melalui observasi dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dengan faktor lingkungan dan, sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi higiene dan sanitasi selama perang Crimean. Torres mencatat ( 1986 ) mencatat bahwa nightingale memberikan konsep dan penawaran yang dapat divalidasi dan digunakan untuk menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teo...

LP DAN SOP PERAWATAN LUKA

STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR
PERAWATAN LUKA
PENGERTIAN

Membersihkan luka, mengobati luka dan menutup kembali luka dengan tekhnik steril.
GAMBAR
TUJUAN
1.      Mencegah masuknya kuman dan kotoran ke dalam luka.
2.      Memberi pengobatan pada luka.
3.      Memberikan rasa aman dan nyaman pada pasien.
4.      Mengevaluasi tingkat kesembuhan luka.
INDIKASI
1.        Pasien yang luka baru maupun luka lama, luka post oprasi, luka bersih dan luka kotor.

PETUGAS
·         Perawat
PERALATAN
1.      Pinset anatomis
2.      Pinset chirurgis
3.      Gunting debridemand / gunting jaringan.
4.      Kassa steril.
5.      Kom kecil 2 buah.
6.      Peralatan lain terdiri dari :
a.       Sarung tangan.
b.      Gunting plester.
c.       Plester.
d.      Desinfektan (Bethadin).
e.       Cairan NaCl 0,9%
f.       Bengkok
g.       Perlak / pengalas.
h.      Verband.
i.        Obat luka sesuai kebutuhan.
PROSEDUR PELAKSANAAN
A.     Tahap pra interaksi
1.      Cek catatan keperawatan
2.      Siapkan alat-alat
3.      Cuci tangan

B.     Tahap orientasi
1.      Berikan salam, panggil klien dengan namanya.
2.      Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pada klien dan keluarga.

C.     Tahap kerja
1.      Dekatkan alat-alat dengan klien
2.      Menjaga privasy pasien.
3.      Mengatur posisi pasien sesuai kebutuhan.
4.      Pasang perlak / pengalas di bawah daerah luka.
5.      Membuka peralatan.
6.      Memakai sarung tangan.
7.      Basahi kasa dengan bethadin kemudian dengan menggunakan pinset bersihkan area sekitar luka bagian luar sampai bersih dari kotoran. (gunakan teknik memutar searah jarum jam)
8.      Basahi kasa dengan cairan NaCl 0,9% kemudian dengan menggunakan pinset bersihkan area luka bagian dalam. (gunakan teknik usapan dari atas ke bawah)
9.      Keringkan daerah luka dan Pastikan area daerah luka bersih dari kotoran.
10.  Beri obat luka sesuai kebutuhan jika perlu.
11.  Pasang kasa steril pada area luka sampai tepi luka.
12.  Fiksasi balutan menggunakan plester atau balautan verband sesuai kebutuhan.
13.  Mengatur posisi  pasien seperti semula.
14.  Alat-alat dibereskan.
15.  Buka sarung tangan.

D.     Tahap terminasi
1.      Evaluasi hasil tindakan.
2.      Catat tindakan.
3.      Berpamitan.






BAB 1
PENDAHULUAN

1.1         Definisi Perawatan Luka
Perawatan luka merupakan tindakan untuk merawat luka dan melakukan pembalut dengan tujuan mencegah infeksi silang (masuk melalui luka) dan mempercepat proses penyembuhan luka (Delmafildasari, 2013).

1.2         Indikasi Perawatan Luka
1.             Luka bersih
a.       Luka bersih tidak terkontaminasi dan luka steril
b.      Balutan kotor dan basah akibat eksternal ada rembesan atau eksudat
c.       Ingin mengkaji keadaan luka
d.      Mempercepat debrademen jaringan nekrotik
2.             Luka kotor
a.       Pasien yang luka dekubitus
b.      Pasien yang luka gangrene
c.       Pasien dengan luka venous
(Veryromanisti, 2011)
1.3         Kontraindikasi Perawatan Luka
1.             Luka bersih
a.       Pada luka dengan ditandai adanya pus, necrose dan serum
b.      Balutan tidak kotor dan tidak ada rembesan atau eksudat
2.         Luka kotor
a.       Pasien yang tidak mengalami dekubitus
b.      Pada pasien yang mobilisasi
(Veryromanisti, 2011)
1.4         Efek Samping
1.             Infeksi
Keadaan alat dan bahan yang kurang steril dapat menyebabkan terjadinya infeksi serta penatalaksanaan yang tidak memperhatikan pencegahan infeksi juga bisa menyebabkan infeksi saat melakukan perawatan pada luka pasien.
2.             Rasa nyeri
Efek samping yang umum terjadi pada perawatan luka yaitu rasa nyeri, namun setiap individu memiliki tingkat nyeri yang berbeda-beda.
(Anonim, 2009)
1.5         Penatalaksanaan
1.       Luka Bersih
Persiapan Alat
a.    Pincet anatomi 1
b.    Pincet chirurgie 1
c.    Gunting Luka (Lurus)
d.   Kapas Lidi
e.    Kasa Steril
f.     Kasa Penekan (deppers)
g.    Mangkok / kom Kecil
h.    Gunting pembalut
i.      Plaster
j.      Bengkok/ kantong plastik
k.    Pembalut
l.      Alkohol 70 %
m.  Betadine 10 %
n.    Bensin/ Aseton
o.    Obat antiseptic/ desinfektan
p.    NaCl 0,9 %
Langkah-langkah
a.    Jelaskan prosedur perawatan pada pasien.
b.    Tempatkan alat yang sesuai.
c.    Cuci tangan.
d.   Buka pembalut dan buang pada tempatnya.
e.    Bila balutan lengket pada bekas luka, lepas dengan larutan steril atau NaCl.
f.     Bersihkan bekas plester dengan wash bensin/aseton (bila tidak kontra indikasi), dari arah dalam ke luar.
g.    Desinfektan sekitar luka dengan alkohol 70%.
h.    Buanglah kapas kotor pada tempatnya dan pincet kotor tempatkan pada bengkok dengan larutan desinfektan.
i.      Bersihkan luka dengan NaCl 0,9 % dan keringkan.
j.      Olesi luka dengan betadine 2 % (sesuai advis dari dokter)  dan tutupluka dengan kasa steril.
k.    Plester perban atau kasa.
l.      Rapikan pasien
m.  Alat bereskan dan cuci tangan.
n.    Catat kondisi dan perkembangan luka.
2.         Luka kotor
a.    Persiapan alat
b.    Pincet anatomi 1.
c.    Pinchet chirurgie 2.
d.   Gunting Luka (Lurus dan bengkok).
e.    Kapas Lidi.
f.     Kasa Steril.
g.    Kasa Penekan (deppers).
h.    Sarung Tangan.
i.      Mangkok / kom Kecil 2
j.      Gunting pembalut.
k.    Plaster.
l.      Bengkok/ kantong plastic.
m.  Pembalut.
n.    Alkohol 70 %.
o.    Betadine 2 %.
p.    H2O2, savlon, Bensin/ Aseton.
q.    Obat antiseptic/ desinfektan, NaCl 0,9 %.
Prosedur pelaksanaan
a.    Jelaskan prosedur perawatan pada pasien.
b.    Tempatkan alat yang sesuai.
c.    Cuci tangan dan gunakan sarung tangan (mengurangi transmisipathogen yang berasal dari darah). Sarung tangan digunakan saat memegang bahan berair dari cairan tubuh.
d.   Buka pembalut dan buang pada tempatnya serta kajilah luka becubitus yang ada.
e.    Bersihkan bekas plester dengan wash bensin/aseton (bila tidak kontra indikasi), dari arah dalam ke luar.
f.     Desinfektan sekitar luka dengan alkohol 70%.
g.    Buanglah kapas kotor pada tempatnya dan pincet kotor tempatkan pada bengkok dengan larutan desinfektan.
h.    Bersihkan luka dengan H2O2 / savlon.
i.      Bersihkan luka dengan NaCl 0,9 % dan keringkan.
j.      Olesi luka dengan betadine 2 % (sesuai advis dari dokter)  dan tutup luka dengan kasa steril.
k.    Plester perban atau kasa.
l.      Rapikan pasien. Alat bereskan dan cuci tangan.
m.    Catat kondisi dan perkembangan luka.
(Anonim, 2009)

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

NO REGISTER                                : 14017818
MRS JAM TANGGAL MASUK   : 16 OKTOBER 2014
DI RAWAT DI RUANG                 : DI RUANG “P” RSUD “C”

BIODATA
Nama pasien    : Ny “S”
Jenis kelamin   : Perempuan
Umur               : 69 tahun
Agama             : Islam
Suku/ bangsa   : Jawa / Indonesia
Pendidikan      : SD
Pekerjaan         : Dukun Bayi
Penghasilan     : Rp 1.000.000.,/bulan
Alamat                        : Ds. “Y” Kecamatan “C” Kebupaten “M”


2.1     DATA SUBYEKTIF
2.1.1 Kunjungan saat ini : Kunjungan Pertama        Kunjungan Ulang
Keluhan Utama      : Ny. “S”  mengeluh nyeri perut bagian kanan bawah terkadang nyeri hingga ke punggung sejak dua bulan yang lalu.
2.1.2  Riwayat Perkawinan
Berapa kali kawin          : 1 kali
Kawin pertama umur     : 19 tahun
Lama kawin                   : 59 tahun
2.1.3 Pola kebiasaan sehari-hari
Pola Nutrisi

Sebelum sakit
Saat sakit
Makan
Minum
Makan
Minum
Frekuensi
2 kali sehari
4 gelas sehari
2 kali sehari
3 gelas sehari
Macam
Nasi, sayur
Air, jus
bubur
Susu
Jumlah
2 porsi
4 gelas
2 porsi
3 gelas
Keluhan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Pola Eliminasi

Sebelum sakit
Saat Sakit
BAB
BAK
BAB
BAK
Frekuensi
2 kali sehari
4 kali sehari
1 kali sehari
4 kali sehari
Warna
Kuning
Kuning
Kuning
kuning
Bau
Khas
Khas
Khas
Khas
Konsitensi
Lembek
Cair
Lembek
Cair
Jumlah

500 cc/hari

500 cc/hari

Pola Aktivitas
a.       Kegiatan sehari-hari             
Sebelum sakit      : sebagai dukun bayi
Saat sakit             : pasien hanya bisa berbaring diatas tempat tidur.
b.      Istirahat/ tidur                    
Sebelum sakit      : tidur siang ± 2 jam, tidur malam ± 6 jam, tidak ada keluhan
Saat sakit             : tidur siang ± 1 jam, tidur malam ± 5 jam, tidak ada keluhan
2.1.4 Personal Hygine

Sebelum sakit
Saat sakit
Kebiasaan mandi
3 kali sehari
3 kali sehari
Kebiasaan membersihkan alat kelamin
3 kali sehari
3 kali sehari
Kebiasaan mengganti pakaian dalam
3 kali sehari
3 kali sehari
Jenis pakaian dalam yang digunakan
Kain katun
Kain katun

2.1.5 Riwayat kesehatan
a.    Penyakit sistemik yang pernah diderita atau sedang diderita
Hipertensi (tidak), anemia (tidak), kardiovaskuler (tidak), tbc (tidak), diabetes (tidak), malaria (tidak), infeksi menular seksual (shipilis, gonorhoe, HIV/AIDS, dll)   (tidak), asma (tidak), torch (tidak).
b.    Penyakit yang pernah atau sedang diderita keluarga
Hipertensi (tidak) , anemia (tidak) , kardiovaskuler (tidak) , tbc (tidak) , diabetes (tidak) , malaria (tidak) , infeksi menular seksual (shipilis, gonorhoe, HIV, AIDS, dll)   (tidak) , asma (tidak) , torch (tidak).
c.    Riwayat alergi obat
Pasien tidak mempunyai alergi obat apapun.
d.   Kebiasaan-kebiasaan
Merokok                                           :  tidak
Minum jamu-jamuan             : tidak
Minum-minuman pantangan             : tidak ada
Makan-makanan pantangan              : tidak ada
Perubahan pola makan                      : Nafsu makan menurun
2.1.6 Riwayat Psikokultural
Pasien mampu menjalin hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat.
2.1.7 Riwayat spiritual
Pasien menganut agama islam sehingga pasien selalu menjalankan ibadah shalat lima waktu dengan rutin dan selalu mengikuti acara bersama masyarakat.

2.2     DATA OBYEKTIF
2.2.1   Pemeriksaan Umum
1.             Keadaan umum                         : cukup baik
Kesadaran                      : composmentis
2.             Tanda-tanda vital
Tekanan darah                 : 130/70 mmHg
Nadi                                : 80 kali/menit
Pernafasan                       : 24 kali/menit
Suhu                                : 36,3 oC
TB                                   : 145 cm
BB                                   : 30 kg
LILA                               : tidak dikaji
2.2.2   Pemeriksaan Khusus
a.    Kepala        :    Inspeksi      : simetris, rambut beruban, tidak ada ketombe
                            Palpasi        : tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan up
                                                  normal
b.    Muka          :    Inspeksi      : simetris, bersih, tidak pucat
                            Palpasi        : tidak ada nyeri tekan
c.    Mata           :    Inspeksi      : simetris, bersih, sklera putih,
                            Palpasi        : konjungtiva merah muda
d.   Hidung       :    Inspeksi      : simetris, bersih
                            Palpasi        : tidak ada nyri tekan, tidak ada polip
e.    Telinga       :    Inspeksi      : simetris, bersih tidak ada OMP, tidak ada
                                                  serumen
                            Palpasi        : tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak
                                                  ada nyeri tekan
f.     Mulut         :    Inspeksi      : simetris, bersih, tidak ada stomatitis, bibir
kering, gigi tidak berlubang, tidak ada caries, tidak ada gigi palsu
g.    Leher          :    Inspeksi      : simetris, bersih
                            Palpasi        : tidak ada pembesaran venajugularis, tidak
                                                  ada pembesaran kelenjar tyroid
h.    Axillla        :    Inspeksi      : simetris, bersih
                            Palpasi        : tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran
                                                  kelenjar limfe
i.      Abdomen   :    Inspeksi      : simetris, bersih
                            Palpasi        : ada nyeri tekan bagian bawah, tidak ada
                                                  pembesaran hepar
                            Perkusi       : tidak kembung
j.      Dada          :    Inspeksi      : simetris, bersih, tidak ada tarikan pernafasan
                                                  intercosta
                            Palpasi        : tidak ada nyeri tekan
                            Auskultasi : tidak ada wheezing, tidak ada ronchi
k.    Punggung   :   Inspeksi      : simetris, bersih
                           Palpasi          : tidak ada kelainan tulang belakang, ada nyeri
                                                  tekan
l.      Genetalia    :    Inspeksi      : simetris, tidak terpasang kateter, tidak ada
                                                  pengeluaran pervagina
m.  Anus          :    Inspeksi      : tidak ada haemoroid
n.    Ekstrimitas atas         : Inspeksi: simetris, bersih, terpasang infus sebelah
kanan
Palpasi  : tidak ada oedema, tidak ada kelainan
  gerak
o.    Ekstrimitas bawah    : Inspeksi : simetris, bersih, tidak ada varises
Palpasi   : tidak ada oedema, tidak ada kelainan
Gerak
2.3         PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1.             Urine : tidak ada pemeriksaan laboratorium urine
2.             Darah : Pemeriksaan darah dilakukan pada tangga 6 Oktober 2014
Pemeriksaan
hasil
Harga normal
Haemoglobin
10,6 g/dl
L : 13,5-8 g/dl P : 11,5– 16,09 g/dl
Leucosit
3.900 / cmm
4.000-10.000/cmmm
Trombosit
595.000/cmm
150.000-350.000/cmm
PCV
33
L : 40-48 vol %P : 37-43 vol %
PPT
12 detik
5-11 detik
APPT
37 detik
35-45 detik
3.             Feces : tidak ada pemeriksaan laboratorium feces
DAFTAR PUSTAKA

Alimul,  Aziz A. 2009. Ketrampilan Dasar Praktik Kebidanan edisi 2. Salemba Medika : Jakarta.
Anonim. 2011. Laporan Pendahuluan Perawatan Luka.http://veryromanisti. blogspot.com/ 2011/laporan-pendahuluan-perawatan-luka (diakses pada 20 Oktober 2014)
Delimarfidasari. 2013. Konsep Dasar Perawatan Luka. http://delimarfidasari.wordpress.com/2013/10/25/konsep-dasar-perawatan-luka (diakses pada 14 oktober 2014)

Anonim. 2011. Efek Samping Luka. http://tipskesehatanlengkap.com/efek-samping-luka (diakses pada 15 oktober 2014)

Anonim. 2009. Laporan Pendahuluan Perawatan Luka.http://lpkeperawatan. blogspot.com/ 2009/laporan-pendahuluan-perawatan-luka (diakses pada 20 Oktober 2014)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN KLIEN (PRINSIP,METODE,TEKNIK,DAN STRATEGI PENDIDIKAN SERTA MEDIA PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI)

TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)