STRATEGI PELAKSANAAN DISTRES
SPIRITUAL
A. Definisi
eDistres spiritual adalah gangguan kemampuan untuk
mengalami dan mengintegrasikan makna dan tujuan hidup melalui hubungan dengan
diri sendiri, orang lain, seni, musik, literature, alam, dan/atau kekuatan yang
lebih besar dari pada diri sendiri (NANDA, 2014)
Definisi lain mengatakan bahwa distres spiritual
adalah prinsip hidup yang meliputi seluruh kehidupan seseorang dan
diintegrasikan biolpogis dan psikososial (Varcarolis, 2000).
B.
Penyebab
1. Pengkajian
fisik → abuse
2. Pengkajian
psikologis → status mental, mungkin adanya depresi, marah, kecemasan,
ketakutan, makna nyeri, kehilangan kontrol, harga diri rendah, dan pemikiran
yang bertentangan (Otis-Green, 2002).
3. Pengkajian
sosial budaya → dukungan sosial dalam memahami keyakinan klien (Spencer, 1998).
C.
Tanda
dan Gejala (NANDA, 2012-2014)
1. Marah
2. Mengungkapkan
kurangnya motivasi
3. Mengungkapkan
kekurangan rasa dicintai
4. Mengungkapkan
kurangnya makna hidup
5. Mengungkapkan
kekurangan tujuan hidup
6. Mengungkapkan
telah diabaikan
7. Mengungkapkan
penderitaan
8. Mengungkapkan
rasa terasingi
9. Mengungkapkan
dengan kata-kata telah terpisah dari sistem pendukung
10. Mengungkapkan
ketidakberdayaan
11. Ketidakmampuan
berintrokspeksi diri
12. Ketidakmampuan
berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan
D. Tujuan
1. Pasien
dapat membina hubungan saling percaya
2. Klien
dapat mengatakan keparada perawat atau pemimpin spiritual tentang konflik
spiritual dan kegelisahan
E. Tindakan Keperawatan
1. Bina
hubungan saling percaya dengan mengucapkan salam pada pasien, perkenalkan diri
dengan sopan, tanyakan nama pasien, jelaskan tujuan, kontrak waktu.
2. Klien
dapat mengatakan kepada perawat tentang kegelisahannya
3. Fasilitas
klien dengan alat-alat ibadah sesuai keyakinan klien, fasilitas klien untuk
menjalankan ibadah sendiri atau dengan orang lain, bantu pasien untuk ikut
serta dalam kegiatan keagamaan.
SOP
STRATEGI PELAKSANAAN DISTRES SPIRITUAL
1.
Pra interaksi
Siapkan alat-alat yang meliputi:
-
Kertas/buku
catatan
-
Pena
2.
Fase orientasi
a. Sapa klien, ucapkan salam
b. Tanya kabar dan keluhan klien
c. Kontrak waktu
3.
Fase kerja
a. Gunakan komunikasi terapautik untuk
membangun kepercayaan dan kepedulian empatik
b. Memanfaatkan alat untuk memonitor dan
mengevaluasi sejahteraan rohani
c. Mendorong individu untuk meninjau
kehidupan masa lalu dan fokus pada peristiwa dan hubungan yang memberi kekuatan
spiritual dan dukungan
d. Perlakukan klien dengan bermartabat
dan hormat
e. Mendorong pratinjau hidup melalui
kenangan
f.
Mendorong
partisipasi dalam interaksi dengan anggota keluarga, teman, dll
g. Menyediakan privasi dan cukup waktu
untuk kegiatan spiritual
h. Mendorong partisipasi dalam kelompok
pendukung
i.
Ajarkan
metode relaksasi ,meditasi dan citra dipandu
j.
Bagi
keyakinan sendiri tentang arti dan tujuan
k. Berbagi perspektif spiritual sendiri
l.
Memberikan
kesempatan untuk diskusi tentang berbagai sistem kepercayaan dan pandangan
dunia
m. Jadilah terbuaka untuk ekspresi
individu yang menjadi perhatian
n. Mengatur kunjungan oleh penasihat
spiritual klien
o. Bermain dengan klien
p. Menyediakan musik spiritual, sastra
atau program radio kepada klen
q. Jadilah terbuka untuk ekspresi klien
kesepian dan ketidakberdayaan
Mendorong
kehadiran kapel layanan jika diinginkan
r. Menyediakan artikel spiritual yang
diinginkan, sesuai dengan preferensi klien
s. Gunakan klarifikasi nilai teknik
untuk membantu individu memperjelas keyakinan dan nilai-nilai yang sesuai
t.
Selalu
siap untuk mendengarkan perasaan klien
u. Mengungkapkan empati dengan perasaan
klien
v. Memfasilitasi penggunaan individu
meditasi, doa, dan tradisi keagamaan lainnya dan ritual
w. Mendengarkan dengan seksama komunikasi
klien dan mengembangkan rasa waktu untuk berdoa atau ritual spiritual
x. Yakinkan klien yang perawat akan
tersedia untuk mendukung klien dalam saat-saat penderitaan
y. Jadilah terbuka untuk perasaan klien
tentang penyajit dan kematian
z. Membantu klien untuk mengekspresikan
dengan benar dan mengurangi kemarahan dengan cara yang cepat.
4.
Fase terminasi
a. Tanyakan keluhan dan perasaan klien
b. Buat kontrak waktu
c. Dokumentasi
d. Catat seluruh hasil tindakan dalam
catatan keperawatan
-
Nama
dan tanda tangan
-
Tanggal
dan jam pemeriksaan
-
Hasil
pemeriksaan
Komentar
Posting Komentar