Tendinitis atau tendonitis adalah
gangguan berupa peradangan atau iritasi pada tendon, yaitu suatu kumpulan
jaringan ikat berserat yang merekatkan otot dengan tulang.
Adapun penyebab dari tendinitis adalah
1. Melakukan
pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang dan memberi tekanan pada tendon
2. Usia yang semakin
menua bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami tendinitis, karena
kelenturan tendon semakin berkurang
3. Tendinitis juga
berisiko terjadi akibat aktivitas yang melibatkan gerakan berulang-ulang atau
olahraga tanpa melakukan peregangan sebelumnya
1. Lateral epicondylitis
2. Medial epicondylitis
3. Achilles tendinitis
4. Rotator cuff tendinitis
5. De Quervain tendinitis
6. Knee tendinitis
1. Rasa nyeri,
terutama ketika menggerakan bagian sendi yang terserang
2. Pembengkakan
ringan dan rasa nyeri bila ditekan
3. Warna
kemerahan dan rasa panas juga dapat menyertai
1. Dokter akan
memberikan obat pereda rasa sakit, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk
dikonsumsi
2. Menyuntikan
kortikosteroid ke area tendon pasien untuk meredakan peradangan
3. Pengobatan
dengan menyuntikan plasma darah kaya trombosit
Tendinitis bisa meningkatkan risiko tendon putus sehingga
perlu dilakukan tindakan bedah. Jika iritasi pada tendon berlangsung selama
beberapa minggu atau beberapa bulan, penderita bisa mengalami tendinosis, yaitu
kondisi tendon yang mengalami perubahan degeneratif dan diikuti terbentuknya
pembuluh darah tidak normal.
Lakukan tindakan pencegahan berikut untuk
menghindari risiko tendinitis:
·
Hindari aktivitas yang
memberi tekanan berlebih pada tendon, terutama jika dilakukan secara terus
menerus, dan hentikan aktivitas jika muncul nyeri.
·
Beralih ke pilihan
olahraga yang lain, jika olahraga yang biasa dilakukan menimbulkan nyeri.
·
Ikuti saran instruktur
olahraga profesional agar gerakan yang dilakukan tidak menimbulkan masalah pada
tendon.
·
Lakukan peregangan
setelah latihan untuk memaksimalkan gerakan sendi dan mengurangi cedera
berulang pada jaringan yang tegang.
·
Jika memungkinkan, atur
kursi dan meja di tempat kerja agar sesuai dengan posisi ergonomis, yaitu
posisi paling baik sehingga tidak mencederai otot, tendon, atau sendi.
·
Memperkuat otot yang
biasa digunakan saat aktivitas bisa menghindari cedera tendon dan sendi tempat
otot tersebut menempel.
Komentar
Posting Komentar