KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga kami selaku penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas
ini tepat pada waktunya. Tugas ini membahas mengenai Kegel Exercise. Tugas ini
dibuat dengan tujuan agar kita dapat memperoleh suatu ilmu yang berguna dalam
bidang studi keperawatan dan dengan tugas ini di harapkan dapat membantu dalam
proses pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Dalam penyusunan tugas ini, penulis
banyak mendapatkan tantangan dan hambatan, akan tetapi berkat bntuan
teman-teman tantangan ini dapat teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini,
semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dati Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari walaupun sudah
berusaha dengan kemampuan kami yang maksimal, mencurahkan segala pikiran dan
kemampuan yang kami miliki, tugas ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
baik dari segi bahasa, pengolahannya maupun dalam penyusunan. Untuk itu,
penulis sangant mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya dapat membangun
demi tercapainya suatu kesempurnaan. Semoga tugasi ini dapat memberikan manfaat
bagi kita semua.
Kendari, 14 Januari 2019
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAM JUDUL
KATA PENGANTAR................................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
A.
Latar
Belakang.................................................................................................. 1.
B.
Rumusan
Masalah............................................................................................. 4
C.
Tujuan............................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................. 5
A.
Sejarah............................................................................................................... 5
B.
Pengertian
Senam Kegel................................................................................... 6
C.
Alasan
Dilakukan Senam Kegel....................................................................... 7
D.
Manfaat Senam
Kegel....................................................................................... 8
E.
Cara/Tahapan
Senam Kegel.............................................................................. 9
BAB III PENUTUP..................................................................................................... 10
A.
Kesimpulan........................................................................................................ 10
B.
Saran.................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Pada ibu hamil sangat
dibutuhkan tubuh yang sehat dan bugar, diupayakan dengan makan teratur, cukup
istirahat dan tubuh sesuai takaran. Dengan tubuh bugar dan sehat, ibu hamil
tetap dapat menjalankam rutinitasnya sehari-hari, dan menurunkan stress akibat
rasa cemas dalam menghadapi persalinan.
Nuraini
(2004), menjelaskan dalam buku karyanya bahwa proses konsepsi yang terjadi pada
Ibu hamil, menyebabkan terjadinya perubahan secara hormonal pada seorang
wanita. Perubahan-perubahan ini secara langsung berpengaruh terhadap struktur
dan bentuk fisik serta psikis. Nah, kebugaran fisiklah yang berkenaan dengan
kemampuan kerja organ-organ fisik dalam menghadapi aktivitas kerja fisik secara
normal ataupun maksimal. Aktivitas kerja fisik secara normal adalah segala
aktivitas kerja fisik yang biasa dilakukan sehari-hari tanpa beban yang
berlebihan, seperti membersihkan rumah, masak, mandi, makan, membaca, menulis,
dan lain-lain. Aktivitas kerja fisikyang maksimal adalah segala aktivitas kerja
fisik normal seperti di atas ditambah beban-beban kerja tambahan lainya,
seperti latihan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, beban kerja di luar
rumah (di kantor) yang semakin banyak, atau bagi ibu yang sedang hamil dengan
perubahan struktur dan bentuk fisik adalah merupakan aktivitas yang maksimal.
Oleh sebab itu, untuk memiliki kemampuan kerja fisik yang maksimal, seorang ibu
yang sedang hamil harus berolahraga untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran
tubuhnya (Damayanti, 2011).
Pemeliharaan
dan pemeriksaan kesehatan fisik yang dilakukan seorang ibu yang sedang hamil
tidaklah cukup apabila ia tidak ditunjang kebugaran tubuh yang memadai.
Kesehatan fisik hanyalah berupa keadaan fisik (semua organ tubuh) ibu yang
terbebas dari berbagai macam penyakit yang membahayakan dirinya maupun janin
yang dikandungnya, sedangkan kebugaran fisik ditandai dengan kemampuan
organ-organ tubuh yang telah dinyatakan sehat secara terus menerus, baik sehat
cara normal, sedang, maupun berat tanpa mengalami kelelahan yang berarti
(Nuraini, 2004).
Kesimpulanya
adalah orang dapat dikatakan bugar jika mampu melakukan aktivitas kerja fisik secara terus
menerus dalam jangka waktu tertentu tanpa mengalami kelelahan berarti. Atau, dengan kata
lain, orang yang memiliki kebugaran fisik masih dapat melakukan aktivitas fisik
lainya walaupun telah melakukan aktivitas fisik yang terus-menerus. Dengan
demikian, bagi ibu yang sedang hamil, di samping kegiatan memelihara kesehatan
fisik secara rutin, haruslah juga memelihara kebugaran tubuhnya selama masa
kehamilanya. Itulah sebabnya Douglas hall, seorang Obstetrik, menyebutkan bahwa
ibu yang sedang hamikl seperti seorang atlet yang akan menghadapi suatu
pertandingan besar, sehingga mereka perlu berlatih secara rutin dan terprogram
dengan baik (Nuraini, 2004).
Menjaga kebugaran tubuh bagi ibu yang sedang hamil sebenarnya tidaklah terlalu
sulit apabila aktivitas berolahraga sudah merupakan kebiasaan rutinnya.
Sebaliknya, menjaga kebugaran akan menjadi sesuatu yang sangat sulit bagi
mereka yang memang kurang aktif atau sama sekali tidak pernah berolahraga
sebelumnya (Nuraini, 2004).
Latihan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh ibu yang sedang hamil
biasanya terdiri dari serangkaian latihan yang bersifat umum (general exercise)
dan latihan yang berifat khusus. Latihan umum ditunjukan untuk menjaga
kebugaran jantung dan sistem pernafasan, seperti latihan yang bersifat aerobik,
yaitu:
1.
Jalan
2.
Jogging
3.
Bersepeda
4.
Berenang
Sedangkan
latihan yang bersifat khusus ditunjukan untuk melatih kebugaran otot-otot yang
sangat diperlukan selama masa kehamilan dan proses kelahiran, seperti latihan penguatan
dan peregangan misalnya senam lantai atau kalestenik, antara lain:
1.
Senam kegel,
2.
Senam penguatan otot pinggul,
3.
Senam penguatan otot pinggang,
4.
Senam penguatan otot punggung, dan
5.
Senam penguatan otot perut.
Secara
umum, berolahraga selama masa kehamilan sangat berguna, sebab dengan melakukan
aktivitas fisik yang rutin dan terprogram khusus ini tidak saja akan mengurangi
sakit pinggang, sembelit, dan varises, namun secara keseluruhan akan memberikan
kebugaran selama masa kehamilan, mempermudah proses persalinan, dan membuat
tubuh tetap bugar setelah melahirkan (Nuraini, 2004).
Bagi
ibu yang saedang hamil, jika oleh dokter tidak dianjurkan melakukan aktifitas
fisik yang berlebih, seperti berolahraga, karena berisiko tinggi, aktivitas
sehari-hari yang dilakukan
di runah sedikit-banyak dapat memberikan manfaat bagi ibu maupun bayi di
kandungan (Nuraini, 2004).
Salah
satu latihan khusus melatih otot-otot berupa senam kegel seperti yang
disebutkan di atas menjadi prioritas pembahasan dalam makalah ini, sebab banyak
diantara kami, para mahasiswa yang belum mengetahui apa dan bagaimana senam
kegel itu. Sebagian mahasiswa yang mengetahui adanya senam kegel pada umumnya
hanya tahu bahwa senam ini bermanfaat untuk mengembalikan fungsi otot kegel
setelah melahirkan yang mengendor dan membantu pemenuhuhan kepuasaan saat
berhubungan seksual.
Padahal
berdasarkan penjelasan sumber diatas, sebenarnya senam kegel juga bermanfaat
menjaga kebugaran otot saat hamil dan persiapan untuk melahirkan. Seperti yang
dijelaskan Suririnah, yaitu latihan kegel membantu membuat otot pubokogsigeus
(PC) yang terletak di sekitar panggul sampai tulang ekor menjadi kuat dan
supel, dan meningkatkan sirkulasi darah pada daerah sekitar vagina, yang dapat
membantu selama kehamilan dan proses persalinan (Suririnah, 2008). Oleh karena
itu, dalam makalah ini akan dibahas secara khusus dan lebih lanjut lagi
mengenai senam kegel.
B.
RUMUSAN MASALAH
Makalah ini dibahas berdasarkan
masalah-masalah yang ada. Banyak orang yang belum mengetahui tentang senam
kegel. Oleh karena itu rumusan masalah dari makalah ini, yaitu :
1. Bagaimana sejarah
senam kegel ?
2. Apa itu senam kegel
?
3. Apa alasan dilakukan
senam kegel ?
4. Apa manfaat dari
senam kegel ?
5. Bagaimana cara
melakukan senam kegel ?
C.
TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah
ini yaitu :
1. Untuk mengetahui
sejarah senam kegel
2. untuk memahami
mengenai senam kegel
3. untuk mengetahui
alasan dilakukan senam kegel
4. untuk mengetahui
manfaat senam kegel
5. untuk mengetahui
cara-cara senam kegel
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH
Ada berbagai sumber yang menjelaskan mengenai senam kegel, mulai dari
siapa penemu senam ini, kapan dipelopori, bagaimana perkembangannya dan berikut
diantara sumber mengenai sejarah senam kegel.
1.
Senam kegel awalnya dikembangkan sebagai cara mengendalikan keinginan
buang air kecil atau besar sewaktu perempuan menjelang melahirkan. Latihan itu
diberi nama demikian guna menghormati Arnold Kegel, dokter di Los Angeles yang
mempromosikanya dalam tahun 1940-an. Prinsip di balik senam Kegel adalah memperkuat
otot-otot ini merentang dari belakang sampai ke depan tulang panggul dan
mengitari bukaan dari vagina serta rektum. Memperkuat otot-otot ini membantu
menyempurnakan fungsi otot-otot cincin di lubang pengeluaran baik saluran
kencing maupun poros usus (Leyner, 2006).
2.
Latihan kegel ini diperkenalkan oleh Dr. Arnold Kegel, seorang
Gynecologist, sejak 1945. Latihan ini merupakan rangkaian gerakan yang
berfungsi untuk melatih kontraksi otot PC (pubokoksigeus) berkali-kali dengan
tujuan meningkatkan tonus dan kontraksi otot. Latihan ini dapat menunjukan
manfaatnya setelah dilakukan minimal enam minggu. Sementara untuk pria ternyata
latihan kegel ini telah dikembangkan sejak 1978 oleh zilberber. Namun prinsip
utamanya tetap pada latihan penguatan otot panggul termasuk penis serta
menambah kemampuan seksual (Suryo, 2010).
3.
Latihan yang dirancang untuk memperkuat otot panggul dan mengencangkan
vagina ini telah dilakukan oleh para wanita Cina dan India sejak dahulu kala.
Senam kegel, yang sekarang sudah banyak dipraktikan, diciptakan oleh Dr. Arnold
kegel pada tahun 1948 untuk mengurangi pertarakan (turunya kemampuan menahan
buang air kecil atau besar) setelah melahirkan (Dollan, Jesicca) .
Jadi,
senam kegel sudah ditemukan sejak lama, yaitu pada tahun 1945 oleh Rd. Arnold
kegel. Hanya saja pengenalan senam kegel itu sendiri masih belum berkembang di
masyarakat. Prinsip Senam kegel berdasarkan penjelasan diatas pada intinya
merupakan senam untuk menguatkan otot-otot yang merentang dari belakang sampai
ke depan tulang panggul dan mengitari bukaan dari vagina serta rektum, serta
menyempurnakan fungsi otot-otot cincin di lubang pengeluaran baik saluran
kencing maupun poros usus.
B. PENGERTIAN SENAM KEGEL
Berikut beberapa
pengertian mengenai Kegel Exercise :
1.
Latihan kegel (latihan dasar panggul) memperkuat otot-otot disekitar
organ reproduksi dan memperbaiki tonus otot-otot tersebut (Bobak, 2004).
2.
Senam kegel pada dasarnya merupakan senam untuk menekan otot-otot yang
menghentikan air seni. Dan senam kegel baik untuk dilakukan, karena selain
gerakanya mudah, juga dapat dilakukan dimana pun (Laura, 2006).
3.
Latihan kegel membantu membuat otot pubokogsigeus (PC) yang terletak di
sekitar panggul sampai tulang ekor menjadi kuat dan supel, dan meningkatkan
sirkulasi darah pada daerah sekitar vagina, yang dapat membantu selama
kehamilan dan proses persalinan (Suririnah, 2008).
4.
Latihan Kegel adalah latihan yang digunakan untuk memperkuat otot dasar
panggul dengan cara mengkontraksikan rectum dan uretra yang ditahan selama 3-5 detik
kemudian merelaksikan,nya dan ini di ulangi sebanyak sepuluh kali dalam empat
minggu (Mustofa, 2009).
Kesimpulanya,
senam kegel adalah senam untuk melatih otot-otot disekitar organ reproduksi,
yaitu otot PC atau pubokoksigeus agar menjadi kuat dan supel dengan cara
mengontraksikaan rektum dan uretra.
C. ALASAN DILAKUKAN SENAM KEGEL
Senam
kegel dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki otot sekitar vagina setelah
melahirkan, namun ada beberapa alasan yang lain, yaitu:
1.
Banyak wanita tidak mngenali otot-otot di dasar panggul sampai-sampai
mereka diberi tahu bahwa inilah otot yang dipakai ketika berkemih dan melakukan
hubungna seksual, oleh karena itu otot-otot ini dapat dikendalikan secara
sadar. Karena otot-otot dasar pnggul melingkari jalan keluar bayi, sangatlah
penting otot-otot ini dilatih karena otot yang terlatih dapat meregang dan
berkontraksi dengan baik selama proses melahirkan (Bobak, 2004). Oleh karena
itu, sebelum melahirkan otot ini harus dilatih agar dapat berfungsi secara maksimal
dan tidak terjadi trauma bayi baru lahir.
2.
Untuk menjaga keharmonisan keluarga atau pasangan suami istri.
Sulistyawati (2010), menjelaskan bahwa banyak pendapat yang mengatakan, setelah
melahirkan otot-otot vagina tidak kencang lagi sehingga bisa mengganggu keharmonisan
hubungan intim suami istri. Oleh karena itu, untuk mengatasinya dapat dilakukan
dengan senam kegel.
3.
Masalah yang muncul akibat perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan.
Damayanti menjelaskan, usai melahirkan dan memiliki bayi, tubuh wanita akan
mengalami perubahan. Masalah yang timbul setelah menjadi ibu diantaranya
varises, pinggul membesar, kelebihan berat badan, bahkan kaki yang lebih besar.
Organ tubuh yang paling berpengaruh setelah seorang wanita melahirkan adalah
daerah panggul. Bagian panggul bertanggung jawab saat membawa bayi selama
hamil. Seringkali akibat kelelahan selama hamil, wanita mengalami
inkontinensia. Saat itulah, seorang wanita membutuhkan latihan senam Kegel
seperti yang dikatakan pakar Dr. Arnold Kegel. Latihan Kegel membantu
memulihkan dan memperkuat otot-otot yang mengelilingi dan mendukung kandung
kemih, rahim, rektum, dan uretra (otot panggul). Otot-otot ini dikenal sebagai
otot pubococcygeal. Paska melahirkan, kegel mampu mencegah masalah kandung
kemih wanita. Latihan Kegel membantu untuk memperlambat atau menghentikan
aliran air seni, serta otot-otot yang mencegah keluarnya gas (Damayanti, 2010).
D. MANFAAT SENAM KEGEL
Macam-macam
manfaat dari senam kegel, yaitu:
1.
Menguatkan otot-otot vagina dan sekitarnya (perineal) sebagai persiapan
persalinan (Yuliarti, 2010).
2.
Mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental (Yuliarti, 2010).
3.
membantu mereka yang mengalami kesulitan mengendalikan buang air kecil
(urinary incontinence) pada periode akhir kehamilan dan setelah melahikan
(Chopra, 2006) atau pun masalah incontinensia selain ibu hamil dan melahirkan.
Pada hasil penelitian Mustofa dan Wahyu (2009), menunjukan bahwa setelah
dilakukan latihan kegel terjadi penurunan frekuensi inkotinensia urine sebesar
21,6% dari 10.043 kali menjadi 7,871 kali. Dari hasil penelitian iju
T-dependent test didapatkan nilai p sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh latihan
kegel terhadap frekuensi inkontinensia urin pada lansia. Hasil penelitian ini mengindikasi
perlunya latihan kegel secara teratur dalam kurun waktu yang relatif lama untuk
mengetahui latihan kegel terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin (Mustofa, 2009).
4.
Menjaga kelenturan otot-otot di dasar tulang pinggul akan memperbaiki
sirkulasi dan dapat mencegah wasir (Chopra, 2006).
5.
Memulihkan dan memperkuat otot-otot yang mengelilingi dan mendukung
kandung kemih, rahim (Damayanti, 2010).
6.
Mencegah masalah kandung kemih wanita (Damayanti, 2010). Seperti
mengembalikan posisi kandung kemih yang turun akibat proses persalinan
Sulistyawati (2010).
7.
Mempercepat penyembuhkan jahitan dengan memperbaiki sirkulasi (Marshall,
2000).
8.
Tegangan vagina akan kembali lebih cepat (Marshall, 2000).
9.
Setelah bertahun-tahun lewat, latihan ini akan membantu mencegah
“mengompol” (tak dapat menahan kemih) ketika batuk atau bersin (Marshall,
2000).
10.
Memperbaiki kehidupan seksual sekalipun tanpa luka jahit (Marshall,
2000).
Jadi,
dari berbagai manfaat diatas dapat disimpulkan bahwa senam kegel itu bermanfaat
bukan hanya untuk wanita setelah melahiarkan. Namun sebelum melahirkan dan
kapan pun dapat dilakukan untuk kebugaran otot PC.
E. CARA/TAHAPAN MELAKUKAN SENAM KEGEL
Tahapan pada senam
kegel menurut Nurdiansyah (2011), yaitu:
1.
Kenali terlebih dahulu otot-otot yang berhubungan dengan senam kegel dan
fungsi kerjanya. Caranya, saat buang air kecil, cobalah untuk menghentikan
pancaran air seni dengan melakukan kontraksi atau menguncupkan otot-otot ini.
Kemudian, kendurkan lagi sehingga pancaran air seni kembali lancar. Bagian otot
itulah yang akan kita latih (Nurdiansyah, 2011).
2.
Tahap berikutnya adalah dengan melakukan kontraksi atau menucupkan
otot-otot tadi sekitar lima detik dan mengendurkannya lagi setelah beberapa
saat. Tahap ini dapat dilakukan dimana saja, bahkan ketika sedang berdiri.
Lakukan beberapa kali dalam sehari (Nurdiansyah, 2011).
3.
Jika, latihan yang pertama sudah cukup lancar, lanjutkan dengan
menguncupkan dan mengendurkanya dengan lebih keras dan menahanya lebih lama
(sekitar 10 detik). Lakukan senam kegel sebanyak 2-3 kali sehari, selama sekitar 6-8 minggu
(Nurdiansyah, 2011).
Cara
sederhana mengetahui apakah Anda sudah melakukan latihan secara akurat adalah
dengan memasukkan salah satu jari Anda ke dalam organ intim (cuci tangan
sebelum dan setelahnya). Coba tekan otot-otot Anda. Jika merasakan otot-otot
menegang di sekitar tempat yang Anda sentuh walaupun hanya sedikit, berarti
latihan Anda sudah membuahkan hasil.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada
tahun 1940-an, Latihan kegel diperkenalkan oleh Dr. Arnold Kegel, seorang Gynecologist.
Senam Kegel adalah senam untuk melatih otot-otot disekitar organ reproduksi,
yaitu otot PC atau pubokoksigeus agar menjadi kuat dan supel. Otot PC yang dilatih adalah otot
yang kita gunakan untuk menahan buang air kecil, oleh karena itu senam ini
dilakukan dengan cara mengontraksikaan rektum dan uretra.
Latihan
kegel dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Senam ini bermanfaat baik
ketika hamil, setelah melahirkan maupun setiap waktu. Jadi, senam kegel bukan
hanya untuk memperkuat otot vagina selama berhubungan seks seperti yang
diketahui orang pada umumnya.
B. SARAN
Penjelasan
pada bab dua di atas menyebutkan banyak sekali manfaat dari senam kegel
terutama bagi wanita. Maka melihat dari manfaat tersebut, seharusnya senam
kegel dapat di sosialisasikan kepada masyarakat. Apa lagi senam ini sangat
praktis dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Sehingga, hal tersebut bisa
menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat. Selain itu senam kegel dibandingkan
dengan senam ibu hamil lainya, senam ini tergolong murah karena tanpa
menghadirkan instruktur senam setiap kali melakukanya.
DAFTAR PUSTAKA
Bobak,
Lowdermik dan Jensen. 2004. Buku ajar keperawatan maternitas Edisi 4; alih
bahasa, Maria A. Wijayarini, Peter I. Anugrah; editor Renata Komalasari.
Jakarta: EGC.
Chopra,
Deepak; Simon, dan Abrams. 2006. Magical beginnings: Panduan Holistik Kehamilan
dan Kelahiran; alih bahasa Nadia Jasmide. Bandung: Kaifa. (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret
2012).
Damaryanti, Iriana dan Anda Nurlaila. 2010. “ Kenali Manfaat dan Gerakan
Senam Kegel.”(online) (http://kosmo.vivanews.com/news/read/126619-kenali_manfaat_dan_gerakan_senam_kegel
, diakses tanggal 17 Maret 2012).
Dolland, Jesicca. Kemesraan Suami Istri. (online), (http://books.google.co.id/boos?
id=u8IjpUwOIaIC&printsec=frontcover&dq=inauthor:%22Jesicca+Dolland
%22&hl=id&sa=X&ei=2919T4DwA4SqrAego_neDA&ved=0CCsQ6AEwAA#v=onepage
&q&f=false diakses 6 April 2012).
Leyner,
Mark, Billy Goldberg, M.D.2006. Mengapa
Pria Punya Puting Susu?: Ratusan Pertanyaan Yang Tak Berani Anda Tanyakan Pada Dokter. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (online), http://books.google.co.id/books? id=H7UTsdut5ScC&dq=alasan+dilakukan+senam+kegel&hl=id&source=gbs_navlinks_s. diakses tanggal 18
Maret 2012).
Marshall,
Connie. 2000. Awal Menjadi Ibu. Jakarta: EGC (online) http://books.google.co.id
diakses tanggal 18 Maret 2012.
Mustofa,
Akhmad dan Wahyu Widyaningsi. 2009. “ Pengaruh latihan Kegel Terhadap
Frekuensi lnkontinensia Urine Pada Lansia di Panti Wreda Pucang Gading
Semarang.” Jurnal keperawatan, vol. 2 no 2. : download PDF (online),
(http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/FIKkeS/article/view/246
diakses 6 April 2012).
Nuraini,
Yuliani. 2004. Persiapan dan saat Kehamilan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo,
(online) (http://books.google.co.id diakses
tanggal 18 Maret 2012).
Nurdiansyah, Nia.
2011. Buku Pintar Ibu & Bayi. Jakarta: Bukuné, (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret
2012).
Sulistyawati,
Ari dan Marmi. 2010. Dari Balik Kamar Bidan (Kumpulan
Pertanyaan Kebidanan). Jakarta: Salemba Medika.
Suririnah.
2008. Buku Pintar kehamilan dan persalinan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
(online)
(http://books.google.co.id diakses tanggal 18
Maret 2012).
Suryo,
Joko. 2010. Herbal Penyembuh Imptensi & Ejakulasi Dini. Jakarta: B First.
(online) (http://books.google.co.id diakses
tanggal 18 Maret 2012).
Wolf, Laura.
2006. Buku Harian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret
2012).
Yuliarti, Nurheti. 2010. Panduan
Lengkap Olahraga Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui.
Yogyakarta:
Andi, (online) (http://books.google.co.id
diakses tanggal 18 Maret 2012).
Komentar
Posting Komentar