A.
Software ER Mapper Versi 7.0
ER Mapper Versi 7.0 merupakan salah
satu software atau perangkat lunak dalam pengolahan data citra satelit yang
termasuk banyak digunakan saat ini, walaupun masih banyak software-software
yang lain seperti Ilwis, ERDAS, maupun Idrisi For Windows. ER Mapper Versi 7.0
merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya yakni, versi 6.4., walaupun saat
ini sebenarnya telah ada muncul untuk versi 7.1.
Untuk mengoperasikan software ini tentunya
harus didukung oleh komputer baik itu komputer dengan spesifikasi berikut :
·
Sistem Operasi (Operating System atau OS): Windows NT,
Windows 2000,
Windows XP, Windows Vista
·
Perangkat Keras (Hardware): Standard PC/Laptop minimal
Pentium 4, Memory
256MB,
Free Space Hard Disk 607 MB, VGA Card 4MB.
ER Mapper yang merupakan salah
perangkat lunak utama dalam pengolahan data seperti :
·
Data Satellite images (Landsat, SPOT, Ikonos,
Quicbird, dan lain-lain)
·
Data Foto Udara hasil scan
·
Data Seismic 3D
·
Data Geofisika seperti data airborne magnetics
·
Data raster lainnya yang berbasis imagery
·
Data Vector
Selain itu ER Mapper juga mendukung
untuk data ARC/INFO, DXF, .Shp, dan pembuatan DEM (Digital Elevation
Model).
Beberapa aplikasi kajian/bidang yang
dapat dilakukan dengan ER Mapper, antara lain :
·
Kehutanan : Pemetaan Hutan dan Perubahannya, Deteksi
Kebakaran Hutan, Penempatan Akses Jalan dan Produksi Peta-peta
·
Pengguna SIG : Integrasi Data Raster dan Vektor
·
Penggunaan Lahan : Klasfikasi Penggunaan Lahan dari
Data Satelit dan Deteksi Perubahan Penggunaan Lahan Setiap Saat
·
Perhubungan (Jalan) : Deteksi jalan-jalan baru dan
perubahannya, Menemukan/penempatan area sebagai jalanan, dan Menghasilkan
peta-peta yang menunjukkan perubahan jalan
·
Eksporasi Mineral : Interpretasi aplikasi-aplikasi
Geologi dan Peta-peta Kawasan.
·
Minyak dan Gas : Mengetahui struktur seismic horizon
dalam 2D dan 3D, Peta Dasar untuk daerah yang mengandung minyak atau gas,
Penajaman dan Pengolahan data perekaman satelit SAR.
·
Telekomunikasi : Pemetaan lokasi untuk Transimisi
Selular
·
Sumberdaya Air : Pemetaan perubahan vegetasi didaerah
tangkapan air, Memetakan daerah aliran permukaan, dan Pengukuran daerah
tangkapan air yang berpotensi tercemar.
A. Menginstal
ER Mapper Versi 7.0
Untuk menginstal software ER Mapper
7.0 dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
1. Klik
file ERMInstall.exe untuk install
2. Setelah terinstall, kopi
file license.dat yang terdapat di direktori ER.MAPPER.V7.0 RiSE\RiSE ke C:\flexlm (buat
direktori/foldernya jika belum ada ).
3. Jalankan program tersebut
dengan mengklik icon ER Mapper versi 7.0 Ink pada desktop Anda. Tampilan layar pertama (license screen) klik: Floating Point
License. Selanjutnya computer Anda akan melakukan configuration system dengan
program yang telah terinstal tersebut.
4. Jalankan kembali program
ER Mapper versi 7.0. (Sumber : Earth Resource Mapping Ltd) .
C. Memulai ER Mapper
1. Mengaktifkan Program ER Mapper 7.0
Dari desktop computer klik 2x shortcut icon :

atau dari menu Start pilih All Program kemudian Pilih
Earth Resource Mapping lalu Klik ER Mapper 7.0 sehingga muncul window main menu
sebagai berikut :
2. Loading Data Citra
Untuk
melakukan oading data dalam pengolahan citra, yang pertama dilakukan yakni
mengimport data satelit yang digunakan ke dalam format Er Mapper. Umumnya data
citra disimpan dalam media magnetic tape, CD ROM atau media penyimpan lainnya.
Jenis data yang bisa diload ke dalam Er Mapper yakni data raster dan data vektor.
Data raster adalah tipe data yang
menjadi bahan utama kegiatan pengolahan citra. Data raster adalah citra digital
yang dibentuk dari elemen-elemen gambar (pixel = picture element) dan
dinyatakan dalam tingkat keabuan. Contoh data raster adalah citra satelit dan
foto udara. Secara defenitif citra penginderaan jauh adalah gambaran suatu
obyek dari pantulan atau pancaran radiasi elektromagenetik obyek, yang direkam
dengan cara optic, elektro-optik, optic-mekanik, atau elektronik. Citra
penginderaan jauh merupakan gambaran dari wujud aslinya atau paling tidak
berupa gambaran planimetriknya, sehingga citra merupakan keluaran suatu system
perekaman data dapat bersifat optic, analog, dan digital. Pada saat membuaka
data raster, Er Mapper akan membuat dua file : (1) File data binary yang
berisikan data raster dalam format BIL, tanpa file extension; dan (2) File
header dalam format ASCII dengan extension .ers.
Data vektor adalah data yang
tersimpan dalam bentuk titik, garis, dan polygon (area). Contoh data vector
adalah data yang dihasilkan dari hasil digitasi Sistem Informasi Geografis
(SIG) seperti lokasi pengambilan sampel, jalan atau penggunaan lahan. Er Mapper
juga akan membuat dua file hasil dari mengimport data vector : (1) File data
dalam format ASCII berisikan data vector; dan (2) File header dalam format
ASCII dengan extension .erv.
Er Mapper memiliki banyak fasilitas
import yang dapat digunakan untuk mengimport antara lain data raster dan vector
dalam berbagai format. Untuk melalukan import data dapat dilakukan sebagai
berikut :
·
Dari menu bar pilih Utilities yang akan menampilkan
berbagai jenis data yang dapat
diimport dengan Er Mapper.
·
Untuk mengimport data Landsat TM, pilih Import
Satellite Imagery kemudian klik Landsat
TM BSQ/BIL CCT (Common LTWG CCT Format), lalu klik Import.
·
Klik Import File/Device Name untuk memilih file yang
akan diimport dengan mengklik
akan muncul kotak dialog yakni Input File
Selection, lalu pilih direktori dimana file yang akan di import.
·
Klik Output Dataset Name memberikan nama baru file
hasil import dan menempatkan file tersebut didirektori yang diinginkan dengan
mengklik
Er Mapper 7.0 memiliki kemampuan membuka
langsung data dalam berbagai format extension sebagai berikut : .ers, .alg,
.hdr, .bmp, .doq, .ecw, .fst, .tif, .tiff, .l1g, .l1r, .met, .hdf, .jpg, tanpa
harus melakukan proses import.
1.3 Menampilkan
Data Citra
·
Dari menubar pilih File / New untuk membuat tampilan
kosong atau klik 
·
Dari menubar pilih View / Algorithm, atau dari toolbar
klik
untuk menampilkan isi dari algorithm dari
Window atau Tampilan yang dibuat sebelumnya.
·
Akan muncul
tampilan kotak Algorithm dan kotak window baru sebagai berikut :
·
Pada kotak window image ada tulisan
Pada kotak tersebut belum ada image
karena belum ada file image yang dimasukkan. Tanda*** menunjukkan window/kotak
tersebut sedang aktif atau sedang dipilih, angka1 menunjukkan bahwa kotak
window tersebut adalah kotak pertama yang dibuka,angka ini akan bertambah
sebanyak jumlah kotak window yang dibuka sehingga bila kita membuka kotak ke 15
maka akan muncul angka 15 pada tampilan tersebut. Tulisan Algorithm Not Yet
Saved berarti tampilan window yang kita buka belum disimpan dalam file
algoritma(.alg).
·
Dari menu Algorithm klik
dibawah kata No Dataset untuk meload Data yang akan ditampilkan.
·
Akan keluar tampilan baru, kotak Raster Data set
·
Kemudian pilih data citra yang akan ditampilkan,
misalnya L5114064_050897_B1234567.ers yang terdapat dalam folder D:\Praktek
PJT\114064_1997, lalu klik OK

berarti kita memilih file yang di highlight dan
kotak Raster Dataset akan menutup
berarti kita memilih file yang di
highlight dan kotak Raster Dataset tidak akan menutup. Kalimat this layer only
yang mengikuti kata OK dan Apply menunjukkan bahwa perintah tersebut hanya
berpengaruh pada layer yang dipilih saja tetapi tidak untuk semua layer .
adalah perintah untuk memperlihatkan informasi
dari file dataset yang akan kita pilih, akan tampil kotak seperti berikut :
·
Bila data tersebut adalah data asli, maka cell size x
dan y akan bernilai 1 meters Nilai ini harus kita ubah terlebih dahulu sesuai
dengan resolusi spasial Landsat-TM yaitu 30 meters yaitu dengan mengklik Edit Kemudian akan tampil :
Kemudian
klik Raster Info akan muncul kotak
baru
Kemudian Cell Size klik akan muncul kotak baru
Isikan nilai
30 pada pilihan X dimension dan Ydimension seperti contoh diatas lalu klik OK
.
·
Klik Yes bila ada pertanyaan Save changes before
closing editor?
·
Nilai cell size x dan y akan berubah menjadi 30
meters, kemudian klik Cancel
·
Setelah data file kita pilih, kemudian kita menentukan
layer apa yang akan menampilkan data tersebut. Bila sudah terpilih, maka nama
file akan terlihat pada kotak Algorithm
Menunjukkan layer pada
file terpilih yang aktif dan akan ditampilkan pada layer tersebut (contoh diatas
menunjukan band 1 sebagai layer terpilih). Dengan mengklik tombol panah kebawah
disamping tulisan B1:Band1 maka akan tampak seluruh layer yang ada pada file tersebut
(dalam hal ini adalah 7 band dari Landsat-TM) seperti contoh diatas.
·
Set jenis layer yang akan digunakan
untuk menampilkan data yang telah diload, beberapa pilihan layer yang
disediakan adalah Pseudo, Red, Green, Blue, Intensity, Height , dll. Untuk
mengetahui jenis layer dapat dengan mengklik kanan pada kalimat Pseudo Layer
dan akan muncul :
·
Tanda menunjukkan jenis layer yang
dipilih.
·
Untuk menampilkan kombinasi kanal 453
misalnya, maka buat 3 layer yaitu Red, Green, dan Blue
·
Untuk menampilkan hasil klasifikasi,
maka buat layer Class Display
·
Untuk menampilkan Pseudo Color, maka
buat layer Pseudo
·
Dari toolbar Klik Refresh untuk
menampilkan citra
Catatan
:
·
Untuk mengganti jenis layer klik kanan
pada layer yang akan diganti.
·
Untuk menduplikasi layer klik Duplicate
atau copy layer kemudian paste layer
·
Untuk menghilangkan layer klik cut layer
Untuk Menonaktifkan layer, klik kanan kemudian pilih Turn Off atau klik
·
Gambar dan untuk menaikan dan menurunkan
layer setingkat
v
Mosaik Citra
Mosaik
citra adalah proses menggabungkan/menempelkan dua atau lebih citra yang tumpang
tindih (overlapping) sehingga menghasilkan citra yang representatif dan
kontinyu. Dalam Er Mapper proses ini dapat dilakukan tanpa membuat file yang
besar (disimpan dalam bentuk Virtual) kecuali bila diinginkan menyimpan file
tersendiri (disimpan dalam bentuk Dataset). Adapun langkah-langkah dalam
melakukan mosaik citra sebagai berikut :
·
Dari menubar pilih File-New untuk
membuat tampilan kosong atau klik atau klik lalu arahkan folder ke file
D:\Praktek PJT\ 114064_1997\ L5114064_050897_B1234567_makassar.ers (Default Surface 1) atau disingkat DS 1 lalu klik untuk menampilkan window
algorithm, kemudian dari window algorithm klik sebanyak 5x, klik kiri pada
untuk mengganti nama layer menjadi Band 1 sampai Band 7
·
Klik 1x di kemudian klik pilih file di kotak
dialog Raster Dataset , yakni L5114064_050897_B1234567_maros.ers (Default
Surface 2) atau disingkat juga DS 2, tampilan proses ini sebagai berikut :
Citra masih ditampilkan
dalam mode pseudo color, untuk dapat melihat citra dalam warna true color, kita
buat dengan kombinasi band RGB 453. Sebelum itu, jika pada perbatasan scene ada
bagian citra yang tidak tampak, lakukan edit
Null Cell Value pada kedua citra. Caranya dimulai
menempatkan cursor pada DS yang ke 1. Klik untuk membuka kotak dialog Raster
Dataset . Selanjutnya klik info, klik Edit (a) pada window Dataset Information,
klik Raster Info (b) pada window Dataset Header Editor, lalu ganti Null Cell
Value : None dengan “0” (nol) pada window Dataset Header Editor (c) : Raster
Information, Klik OK pada window Dataset
Header Editor : Raster Information, klik Apply (d)
pada window Dataset Header Editor, klik Yes
pada window Er Mapper Status, klik OK pada window Dataset Header Editor, klik
Close pada window Dataset Information
Pada View Window akan tampak kedua citra yang
telah tersambung, tetapi belum tahu
apakah di perbatasan kedua citra tersebut sudah representatif dan kontinyu, seperti gambar berikut :
Selanjutnya hasil
mosaik citra tersebut di buat dalam bentuk color composite true color, misalnya
RGB 453 dengan langkah sebagai berikut :
·
Delete dengan icon pada window
layer-layer selain band 4,5, dan 3 pada DS 1 dan DS 2 sehingga yang tersisa
hanya band 4,5 dan 3.
·
Ganti dengan surface Red Green Blue.
·
Ganti juga pada masing-masing DS dengan
layer Red, Green dan Blue sesuai urutan band 4, 5, dan 3 (tidak boleh tertukar
urutannya).
·
Setelah citra telah termosaik dan tidak
ada pergeseran, proses selanjutnya
menyimpan 2 dataset citra tersebut kedalam satu
dataset. Dimulai dengan membuka kembali semua band pada DS 1 dan DS 2 kedalam
mode pseudo layer. Sehingga pada window algorithm tersusun urut seperti gambar
di bawah sebelah kiri. Pada view window, kondisi citra “harus” kedalam keadaan
Zoom to All Datasets
·
Lakukan drag layer-layer pada DS 2 ke DS
1.
·
Dari menubar pilih File-Save as untuk menyimpan
algoritma-nya misalnya D:\ PraktekPJT\ 114064_1997\ L5114064_050897_B1234567.alg
untuk menyimpan hasilnya, dapat dilakukan dalam dua bentuk:
1.
Disimpan dalam bentuk Virtual.
·
Dari menubar pilih File-Save as akan
muncul window baru yakni Save as. Pada Files of Types, pilih ER Mapper Virtual
Dataset (.ers) isikan nama file baru di bawah kata Save as, misal D:\PraktekPJT\114064_1997\L5114064_050897_B1234567_Mosaik_Virt.ers
lalu Klik OK.
2.
Disimpan dalam bentuk Dataset.
·
Dari menubar pilih File-Save as akan
Pada Files of Types, pilih ER
Mapper Raster Dataset (.ers) isikan nama
file baru di bawah kata Save as, misal D:\PraktekPJT\ 114064_1997\L5114064_
050897_ B1234567_ Mosaik.ers lalu Klik OK.
·
Klik Apply
·
Pada window save as ER Mapper Raster
Dataset klik Default, output type :
Multy Layer, klik output dataset type pilih Unsigned8bitinteger, kemudian pixel
heignt dan Pixel width masing masing 30. Maintain aspect ratio dan Delete
Output Transform di ceklist
·
Klik OK, tunggu sampai window ER mapper
status mencapai 100% dan dan muncul pesan complete.
Koreksi geometrik citra terhadap koordinat
bumi dilakukan agar semua informasi data citra sesuai keberadaanya di bumi.
Dalam proses ini terdapat dua istilah yakni registerasi dan rektifikasi.
Regiterasi adalah
proses mendaftarkan/menempatkan titik-titik referensi peta atau titik-titik
referensi bumi terhadap citra yang belum terkoreksi. Rektifikasi adalah proses
koreksi/perbaikan geometric citra yang belum terkoreksi yang sudah memiliki titik-titik
referensi.
Komentar
Posting Komentar