DAFTAR ISI
COVER.........................................................................................................................i
KATA
PENGANTAR................................................................................................ii
DAFTAR
ISI...............................................................................................................iii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................................1
A. Latar
Belakang...................................................................................................1
B. Rumusan
Masalah..............................................................................................1
C. Tujuan
Makalah.................................................................................................1
BAB
II PEMBAHASAN.............................................................................................2
A. Definisi Obat.....................................................................................................2
B. Macam-Macam Bentuk Sediaan Obat Dan Penggunaannya..........................
..2
C. Penggolongan Obat...........................................................................................3
D. Asuhan Keperawatan Dalam Pemberian Obat..................................................5
BAB
III PENUTUP.....................................................................................................9
A. Kesimpulan........................................................................................................9
B. Saran..................................................................................................................9
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Salah satu tugas penting perawat adalah memberi obat yang
aman dan akurat kepada klien. Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati
klien yang memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang
bermanfaat. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat
dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek
yang berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran
yang sebenarnya.
Seorang perawat juga memiliki tanggung jawab dalam
memahami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah
diberikan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien, dan membantu
klien untuk menggunakannya dengan benar berdasarkan pengetahuan.
B. Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1.
Bagaimana definisi
obat ?
2.
Bagaimana macam-macam
bentuk sediaan obat dan penggunannya ?
3.
Bagaimana
penggolongan obat ?
4.
Bagaimana asuhan
keperawatan dalam pemberian obat ?
C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan
dalam penulisan makalah ini adalah :
1.
Mengetahui definisi
obat
2.
Mengetahui macam-macam
bentuk sediaan obat dan penggunannya
3.
Mengetahui
penggolongan obat
4.
Mengetahui asuhan
keperawatan dalam pemberian obat
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Obat
Menurut
pengertian umum, obat dapat
didefinisikan sebagai bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis
melalui proses kimia. Sedangkan definisi yang lengkap, obat adalah bahan atau
campuran bahan yang digunakan (1) pengobatan, peredaan, pencegahan atau
diagnosa suatu penyakit, kelainan fisik atau gejala-gejalanya pada manusia atau
hewan ; atau (2) dalam pemulihan perbaikan atau pengubahan fungsi organik pada
manusia atau hewan. Obat dapat merupakan bahan yang disintesis di dalam tubuh
(misalnya : hormon dan vitamin D) atau merupakan bahan-bahan kimia yang tidak
disintesis di dalam tubuh.
B.
Macam-Macam Bentuk Sediaan Obat dan Pengguannya
Adapun
macam-macam bentuk sediaan obat dan penggunannya sebagai berikut.
1. Tablet salut dan ampul tertutup rapat digunakan untuk
melindungi zat obat dari pengaruh yang merusak seperti oksigen dan kelembaban.
2. Tablet salut enterik digunakan untuk melindungi zat obat
terhadap pengaruh yang merusak seperti asam lambung sesudah pemberian oral.
3. Kapsul, tablet, bersalut, dan sirup-sirup yang diberikan
pengenak rasa digunakan untuk menutupi rasa pahit, asin, atau bau yang tidak
enak dari zat obat.
4. Suspensi digunakan untuk menyediakan sediaan cair dan zat
yang tidak larut atau tidak stabil dalam pembawa yang diinginkan.
5. Larutan digunakan untuk menyediakan sediaan cair yang
larut dalam pembawa yang diinginkan.
6. Tablet dan kapsul dengan pelepasan obat diatur digunakan
untuk menyediakan obat dengan kerja yang luas, dengan cara mengatur pelepasan
obat.
7. Salep, krim, plaster, obat mata, obat telinga dan obat
hidung digunakan untuk mendapatkan kerja yang optimum pada tempat pemberian
secara topikal.
8. Suppositoria melalui anus dan ovula melalui vagina digunakan
untuk memberikan penempatan obat kedalam salah satu lubang tubuh
9. Injeksi digunakan untuk memberikan penempatan obat secara
langsung ke aliran darah atau jaringan tubuh.
10. Aerosol digunakan untuk memberikan kerja obat yang
optimum melalui pengobatan inhalasi
C.
Penggolongan
Obat
Berdasarkan
Undang-Undang obat digolongkan dalam :
1. Obat Bebas
Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep
dokter (disebut obat OTC = Over The
Counter), terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.
a)
Obat Bebas
Obat bebas yaitu
obat yang bisa dibeli bebas di apotek bahkan di warung tanpa resep doktek
ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan
untuk mengobati gejala penyakit yang ringan. Misalnya : vitamin/multivitamin
(livron B plex)
b)
Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas
(dulu disebut daftar W) yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa
dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru berbagis
tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan
obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar
warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam dengan tulisan sebagai
berikut.
P.NO.1. Awas! Obat Keras. Bacalah aturan pemakaiannya
P.NO.2. Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dari
badan
P.NO.3. Awas! Obat Keras. Tidak boleh ditelan
P.NO.4. Awas! Obat Keras. Hanya untuk dibakar
P.NO.5. Awas! Obat Keras. Obat wasir, jangan ditelan
2. Obat Keras
Obat keras (dulu disebut obat daftar G = gevaarlijk =
berbahaya) yaitu obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan
reser doktek, memakai tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan
huruf K di dalamnya. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah
antibiotik (tetrasiklin, penisilin, dan sebagainya), serta obat-obatan yang
mengandung hormon (obat kencing manis, obat penenang, dan lain-lain).
Obat-obat ini berkhasiat keras apabila dipakai
sembarangan bisa berbahaya bahkan meracuni tubuh, memperparah penyakit atau
menyebabkan kematian.
3. Psikotropika dan Narkotika
Obat-obat ini sama saja dengan narkoba yang kita kenal
dapat menimbulkan ketagihan dengan segala konsekuensi yang sudah kita tahu.
Karena itu, obat-obat ini mulai dari pembuatannya sampai pemakaiannya diawasi
dengan ketat oleh Pemerintah dan hanya boleh diserahkan oleh apotek atas resep
dokter. Tiap bulan apotek wajib melaporkan pembelian dan pemakaiannya pada
pemerintah.
a)
Psikotropika
Psikotropika adalah
zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf
pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi
(menghayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat
menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi
para pemakainya.
Jenis-jenis yang
termasuk psikotropika :
Ecstasy
Sabu-sabu
b)
Narkotika
Narkotika adalah
zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis
maupun semi sintesis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi
mereka yang menggunakan dengan memasukannya ke dalam tubuh manusia. Pengaruh
tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat,
halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek
ketergantungan bagi pemakainya.
Macam-macam
narkotika :
-
Opiod (Opiat)
Bahan-bahan opioida
yang sering disalah gunakan
Morfin
Heroin (putaw)
Codein
Demerol (pethidina)
Methadone
-
Kokain
-
Cannabis (ganja)
D.
Asuhan Keperawatan Dalam Pemberian Obat
1.
Pengkajian
Nama : Tn. Dina
Umur klien : 40 tahun
Alamat : Hajimena, Lampung
Selatan
Pekerjaan : wiraswata
Status perkawinan : sudah kawin
a.
Data subyetif
Klien menagatakan
tidak tahu tentang kerja obat.
Klien menagatakan
tidak tahu tentang efek samping obat.
Klien menagatakan
kepalanya pusing.
Klien menagatakan mudah
lupa dengan apa yang akan dia kerjakan.
b.
Data obyektif
Klien tampak
menanyakan tentang obat yang diberikan oleh perawat.
Klien tampak
bingung dengan obat yang diberikan oleh perawat.
Klien tampak
memegangi kepalanya.
Klien tampak sering
menguap.
Klien tampak
bingung dengan apa yang akan dia kerjakan.
2.
Diagnosa
Keperawatan
a.
Kurang pengetahuan
tentang kerja obat, pemberian obat dan efek samping obat berhubungan dengan
kesulitan bahasa/kurang informasi.
b.
Resiko cidera
berhubungan dengan efek samping obat ditandai oleh pusing, rasa kantuk.
c.
Perubahan dalam
proses berpikir berhubungan dengan ketidaksesuaian obat ditandai oleh pelupa.
3.
Interverensi
Keperawatan
No
Dx
|
Tujuan/Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
1.
|
Klien tidak mengalami kurang informasi tentang kerja, pemberian, dan efek
samping obat.
|
1. Berikan informasi tentang kerja obat yang diberikan
2.Berikan informasi tentang pemberian obat
3.Berikan informasi tentang efek samping obat yang
diberikan
|
2.
|
Klien tidak mengalami cedera akibat efek samping obat
|
1.Anjurkan klien untuk istrahat selama masa pemberian
obat
2.Anjurkan klien untuk tidak beraktivitas selama masa
pemberian obat
3.Anjurkan klien untuk melakukankompres hangat.
|
3.
|
Klien tidak
mengalami perubahan dalam proses berpikir
|
1.Anjurkan anggota keluarga untuk tetap berkomunikasi
dengan klien.
2.Bantu klien dalam aktivitasnya.
|
4.
Implementasi
No
Dx
|
Implementasi
|
Paraf
|
1.
|
1. memberikan informasi tentang kerja obat yang diberikan
2. memberikan informasi tentang pemberian obat
3. memberikan informasi tentang efek samping obat yang diberikan
|
|
2.
|
1. menganjurkan klien untuk istrahat selama masa pemberian obat
2. menganjurkan klien untuk tidak beraktivitas selama masa pemberian obat
3. mengnjurkan klien untuk melakukan kompres hangat
|
|
3.
|
1. menganjurkan anggota keluarga untuk tetap berkomunikasi dengan klien
2. membantu klien dalam aktivitasnya
|
|
5.
Evaluasi
No
Dx
|
Evaluasi
|
Paraf
|
1.
|
S:-Klien mengatakan tahu tentang pemberian obat.
-Klien mengatakan tahu tentang
kerja obat.
O:-Klien tampak rileks.
-Klien dapat
menjelaskan keja, pemberian obat.
A:-Masalah teratasi sebagian.
-Lanjutkan
intervensi
Berikan
informasi tentang efek samping obat.
|
|
2.
|
S:-Klien mengatakan sudah tidak pusing.
O:-Klien tampak sudah tidak sering menguap
-Klien tampak tidak memegangi
kepalanya
A:Masalah teratasi seluruhnya
P: -
|
|
3.
|
S:-Klien mengatakan tidak mudah lupa dengan apa yang akan dia kerjakan.
O:-Klien tampak tidak bingung
A:-Masalah teratasi seluruhnya
P: -
|
|
Implikasi
Keperawatan
Pengkajian
:
1. Kaji pasien adanya infeksi (TTV,luka, sputum, urine,
feses)
2. Riwayat pasien sebelum memulai terapi dan riwayat
sensitif negatif terhadap penisilin
3. Observasi adanya tanda-tanda dan gejala-gejala anafilaksi
(ruam, pruritus, edema larynx)
4. Ambil specimen untuk kultur dan sensitivitas sebelum
terapi
Diagnosa
Keperawatan :
1. Resiko tinggi infeksi (indikasi dan efek samping)
2. Kurang pengetahuan sampai dari program pengobatan
3. Ketidak patuhan sampai dari program pengobatan
Implementasi
:
1. Beri dosis dalam dosis terbagi perhari
2. Dapat diberikan bersama makan untuk mengurangi efek
samping GI
Penyuluhan
Pasien/Keluarga :
1. Instruksikan pasien minum obat dalam dosis terbagi per
hari, menghabiskan seluruh obat sesuai petunjuk
2. Beritahu pasien untuk melaporkan tanda-tanda superinfeksi
3. Instruksikan pasien untuk memberitahu dokter bila membaik
atau mual, muntah walaupun obat diberikan bersama makanan
4. Ajarkan pasien dengan riwayat penyakit jantung rematik
atau penggantian katup
Evaluasi
:
1. Hilangnya tanda dan gejala infeksi
2. Lamanya waktu yang diperlukan untuk hilangnya gejala
secara sempurna
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan :
1. Sebagai perawat kita harus mengetahui berbagai macam obat
menurut penggolongannya demi memberikan efek terapeutik yang maksimal bagi
klien dan menekan seminimal mungkin efek samping obat tersebut bagi klien.
2. Obat yang aman dan baik yaitu yang manjur, tidak beracun,
mudah dipakai, diperoleh dengan perkembangan teknologi pembuatan obat dan
mempunyai efek samping yang minimal apabila diberiakn pada klien.
3. Macam-macam bentuk sediaan obat memberikan pilihan untuk
menentukan cara pengobatan yang akan memberikan hasil yang lebih efektif.
B.
Saran
Makalah dibuat berdasarkan kebutuhan mahasiswa sebagai tanggung jawab dalam menyelesaikan
tugas sebuah mata kuliah. Diperlukan bimbingan dan arahan dari dosen mata
kuliah sehingga kiranya makalah ini dapat menjadi sesuatu yang lebih
berguna di masa yang akan datang.
Penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan olehnya itu penulis
mengharapakan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan ajar untuk
penyusunan berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ansel,
H.C.1989. Pengantar Bentuk Sediaan
Farmasi. Jakarta: Universitas indonesia.
Komentar
Posting Komentar