TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)

  TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860) A.   ISI TEORI Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Melalui observasi dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dengan faktor lingkungan dan, sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi higiene dan sanitasi selama perang Crimean. Torres mencatat ( 1986 ) mencatat bahwa nightingale memberikan konsep dan penawaran yang dapat divalidasi dan digunakan untuk menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teo...

PENGKAJIAN POST PARTUM


KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami selaku penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas ini membahas mengenai Asuhan Keperawatan Postpartum. Tugas ini dibuat dengan tujuan agar kita dapat memperoleh suatu ilmu yang berguna dalam bidang studi keperawatan dan dengan tugas ini di harapkan dapat membantu dalam proses pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
            Dalam penyusunan tugas ini, penulis banyak mendapatkan tantangan dan hambatan, akan tetapi berkat bntuan teman-teman tantangan ini dapat teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dati Tuhan Yang Maha Esa.
            Penulis menyadari walaupun sudah berusaha dengan kemampuan kami yang maksimal, mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang kami miliki, tugas ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa, pengolahannya maupun dalam penyusunan. Untuk itu, penulis sangant mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya dapat membangun demi tercapainya suatu kesempurnaan. Semoga tugasi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.




Kendari, 24 Desember 2018


Penyusun








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR....................................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................iii
KONSEP MEDIS............................................................................................................1
A.    Pengertian Postpartum..........................................................................................1
B.     Etiologi..................................................................................................................1
C.     Manifestasi Klinis.................................................................................................2
D.    Komplikasi............................................................................................................3
ASUHAN KEPERAWATAN.........................................................................................6
A.    Pengkajian.............................................................................................................6
B.     Diagnosa Keperawatan.........................................................................................12
C.     Intervensi Keperawatan........................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA














KONSEP MEDIS

A.    Pengertian
Post partum adalah masa setelah persalinan yang di mulai setelah lahirnya bayi sampai pemulihan kembali organ-organ seperti sebelum kelahiran (Bobak & Jensen, 2000).lamanya periode post partum yaitu sekitar 6-8 minggu dan wanita mengalami perubahan fisik yang kompleks. Selain terjadinya perubahan-perubahan tubuh, pada periode post partum juga akan mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi psikologis.
Pada perubahan kondisi psikologis, seorang ibu post partum akan mengalami adaptasi psikologis post partum yaitu periode taking in hold (ibu merasa khawatir akan kemampuan merawat bayinya), dan periode letting go (ibu menerima tanggung jawab sebagai ibu) (Bahiyatun, 2009). Sebagian wanita berhasil menyesuaikan diri dengan baik, tetapi sebagian lagi tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan psikologis seperti merasa sedih, jengkel, lelah,marah dan putus asa dan perasaan-perasaan itulah yang membuat seseorang ibu enggan mengurus bayinya yang disebut post partum blues (Marshall, 2009)
Partus dianggap normal atau spontan jika wanita berada dalam masa aterm, tidak terjadi komplikasi, terdapat satu janin presentasi puncak kepala dan persalinan selesai dalam 24 jam (Bobak, 2005). Partus spontan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan dengan ketentuan ibu atau tanpa anjuran atau obat-obatan (Prawiroharjo, 2000). Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan (Mohtar, 1998).

B.     Etiologi
Penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum diketahui secara pasti atau jelas terdapat beberapa teori antara lain (Rustma Muchtar, 1998) :
1.         Penurunan kadar progesterone
progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan ketentraman otot rahim.
2.      Penurunan kadar progesterone
Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah, oleh karena itu timbul kontraksi otot rahim.

3.      Keregangan otot-otot
Dengan majunya kehamilan makin regang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan.
4.    Pengaruh janin
Hypofisis dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan oleh karena itu pada enencephalus kehamilan sering lebih lama dan biasa.
5.      Teori prostaglandin
Teori prostaglandin yang dihasilkan dan decidua, disngka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan.

C.    Manifestasi Klinis
            Gejala klinis yang mungkin terjadi adalah kehilangan darah dalam jumlah banyak (500 ml), nadi lemah, haus, pucat, lochea warna merah, gelisah letih,tekamnan darah rendah eksternitas dingin, dapat pula terjadi syok hemorogik.
1. Menurut Mochtar (2001) gejala klinik berdasarkan penyebab ada lima yaitu:
a)      Antonia Uteri
Uterus berkontraksi lembek, terjadi pendarahan segera setelah lahir
b)     Robekan jalan lahir
Terjadi pendarahan segera,darah segar mengalir segera setelah bayi lahir,konterksi uterus baik, plasenta baik.Gejala yang kadang-kadang  timbul pucat, lemah, mengigil.
c)      Retensio plasenta
Plasenta belum lahir selama 30 menit, perdarahan segera, kontraksi uterus baik.
d)     Tertinggalnya sisa plasenta
Selaput ysng mengandung pembuluh darah ada yang tertinggal,perdarahan segera.Gejala yang kadang-kadang timbul uterus berkontraksi baik terapi tinggi fundus tidak berkurang.
e)      Infersio uterus
Uterus tidak teraba, lumen vagina berisi masa, perdarahan segera, nyeri berat.
2. Tanda dan Gejala
Terjadi pendarahan rembes atau menguncur, saat kontraksi uterus keras,darag berwarna merah muda,bila perdarahan hebat timbul syok pada pemeriksaan inspekulo terdapat robekan pada vagina,serviks atau varisess pecah dan sisa plasenta tertinggal. (Purwadianto,dkk,2000).
D.    Komplikasi
a.         Klien postpartum komplikasi perdarahan
Perdarahan postpartum adalah perdarahan dalam kala IV lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, 1998). Perdarahan postpartum diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :
1)        Early Postpartum : terjadi 24 jam pertama setelah bayi lahir
2)        Late postpartum : terjadi lebih dari 24 jam pertama setelah bayi lahir.
Perdarahan post partum merupakan penyebab kematian maternal terbanyak. Semua wanita yang sedang hamil 20 minggu memiliki resiko perdarahan post partum dan sekuelernya. Walaupun angka kematian maternal telah turun secara drastis di negara-negara berkembang,perdarahan post partum tetap merupakan penyebab kematian maternal terbanyak di mana-mana. (Nugroho taufan, 2012:246)
Pada kelahiran normal akan terjadi kehilangan darah sebanyak kurang lebih 200 ml. Episiotomi meningkatkan angka ini sebesar 100 ml san kadang-kadang lebih banyak lagi. Wanita hamil mengalami peningkatan jumlah darah dan cairan sehingga kehilangan 500 ml darah pad wanita sehat setelah melahirkan tidak mengakibatkan efek serius. Akan tetapi kehilangan darah sekalipun dengan jumlah yang lebih kecil dapat menimbulkan akibat yang berbahaya pada wanita yang anemis. (Willian, 2010:412).

b.         Klien postpartum komplikasi infeksi
Infeksi adalah berhubungan dengan berkembangbiaknya mikroorganisme dalam tubuh manusia yang disertai dengan reaksi tubuh terhadapnya (Zulkarnain Iskandar, 1998).
Infeksi postpartum (sepsis puerperal atau demam setelah melahirkan) ialah infeksi klinis pada saluran genital yang terjadi dalam 28 hari setelah abortus atau persalinan (Bobak, 2004).
Infeksi ini terjadi setelah persalinan, kuman masuk dalam tubuh pada saat berlangsungnya proses persalinan. diantaranya, saat ketuban pecah sebelum maupun saat persalinan berlangsung sehingga menjadi jembatan masuknya kuman dalam tubuh lewat rahim. jalan masuk lainnya adalah dari penolong persalinan semdiri, seperti alat-alat yang tidak steril digunakan pada saat proses persalinan.
c.       Klien postpartum komplikasi penyakit blues
Postpartum blues (PPB) atau sering juga disebut maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindrom gangguan efek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan atau pada saat fase taking in, cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima dan berlangsung dalam rentang waktu 14 hari atau dua minggu pasca persalinan.
Baby blues adalah keadaan dimana seorang ibu mengalami perasaan tidak nyaman (kesedihan atau kemurungan)/gangguan suasana hati setelah persalinan, yang berkaitan dengan hubungannya dengan si bayi, ataupun dengan dirinya sendiri.
Salah satu penyebab terjadinya post partum blues adalah pengalaman dalam persalinan. pengalaman persalinan yang kurang menyenangkan dapat mempengaruhi perubahan psikologis setelah melahirkan. post partum blues dapat terjadi pada semua ibu post partum dari etnik dan ras manapun, dan dapat terjadi pada ibu primipara maupun multipara (mansyur, 2014). Ibu primipara merupakan kelompok yang paling rentan mengalami depresi post partum dibanding ibu multipara arau grandemultipara. Fiona (2004), post partum blues dapat dipicu oleh perasaan belum siap menghadapi lahirnya bayi dan atau timbulnya kesadaran akan meningkatnya tanggung jawab sebagai ibu. Ibu primipara kebanyakan mengalami baby blues berat pada periode immediate post partum yang akan meningkatkan kejadian depresi post partum.
Penyebab post partum blues tidak diketahui secara pasti,tapi di duga di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi terjadinya post prtum blues antara lain fluktuasi hormonal, faktor psikologis dan kepribagian, adanya riwayat depresi sebelumnya, riwayar kehamilan dan persalinan dengan kompliksi, persalinan section caesarea, kehamilan yang tidak direncanakan,bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan pada ibu yang menyusui dan mengalami kesulitan dalam menyusui serta ibu yang tidak mempunyai pengalaman merawat bayi (Mansyur, 2014).
Faktor internal lainnya yang dapat mendukung terjadinya post partum blues adalah kondisi kesehatan ibu selama periode perinatal, penyakit yang menyertai ibu sebelum dan sesudah kehamilan dapat membuat ibu merasa takut, cemas dan penuh ketegangan dan kekhawatiran sehingga dapat memivu peningkatan hormon-hormon kortikosteroid. Perubahan hormon kortikosteroit dapat memunculkan gejala perubahan denyut jantung, nadi, pusing dan mudah lelah. faktor psikologis dan kepribadian juga dapat mempengaruhi terjadinya posr partum blues. Karakteristik ibu, kondisi bayi dan dukungan suami merupakan faktor resiko terjadinya post partum blues (Mansyur, 2014). Indifidu dengan kepribadian terbuka dan positif, mempunyai resiko yang rendah untuk mengalami post partum blues selain itu adanya riwayat gangguan psikiatri dalam keluarga juga mendukung terjadinya post partum blues (Fiona, 2004).
Kondisi lain yang mendukung terjadinya post partum blues selain yang telah disebutkan diatas adalah respon dari ketergantuangan karena kelemahan fisik, hrga diri rendah karena kelelahan, jauh dari keluarga, ketidaknyamanan fisik dan ketegangan dengan peran baru terutama pada permpuan yang tidak mendapat dukungan dari pasangannya (Bobak, 2005). Riwayat kehamilan dan persalinan dengan komplikasi juga dapat menjadi faktor pendukung terjadinya post partum blues. Salah satu kasus persalinan dengan komplikasi adalah persalinan lama.persalinan lama dan persalinan dengan seksio saesarea mempunyai hubungn yang signifikan dengan kemungkinan terjadinya post partum blues, dari 63 perempuan, yang dilakukan seksio saesarea 25% mengalami post partum blues, dan dari 52 perempuan yang melahirkan pervagina, hanya 8% yang mengalami post partum blues (Ratna, 2009).













PENGKAJIAN POSTPARTUM

Nama Mahasiswa        :
Tempat Praktek           :
Tanggal Praktek          :


A.      PENGKAJIAN
1.      Data Demografi
a.    Klien
Nama                      : Ny. I 
Umur                      : 25 tahun
Alamat                    : Sidamangura
Suku                       : Muna
Pendidikan                         : SMA
Pekerjaan                : Ibu rumah tangga
Diagnosa Medik     : Postpartum
Tanggal MRS         : 26-11-2018
No. RM                  :
Tanggal Pengkajian: 24-12-2018
b.    Penanggung jawab/suami
Nama                      : Ny. H
Umur                      : 40 tahun
Alamat                    : Sidamangura
Suku                       : Muna
Pendidikan                         : Sarjana
Pekerjaan                : Guru

2.      Alasan Masuk Rumah Sakit
Pasien masuk kerumah sakit karena ada nyeri dibagian perineum
3.      Keluhan Utama Saat Ini
Ibu menyatakan nyeri pada daerah kemaluan terutama jika untuk duduk dan berjalan

4.      Riwayat penyakit sebelumnya
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit berat hingga harus ke rumah sakit
5.      Riwayat Persalinan dan Kelahiran saat ini
a.    Lama persalinan
·         Kala I 4 jam 20 menit
·         Kala II 5 menit
·         Kala III 5 menit
Total waktu persalinan 4 jam 30 menit
b.    Posisi fetus : memanjang, punggung kiri, dengan presentasi kepala
c.    Tipe kelahiran : normal
d.   Penggunaan analgestik dan anestesi : selama proses persalinan ibu tidak diberikan analgestik dan anestesi
e.    Masalah selama persalinana : tidak ada dan bayi lahir normal

6.      Data Bayi saat ini
·         Lahir tanggal               : 26-11-2018
·         Panjang badan             : 45 cm
·         Berat badan lahir         : 3200 gram
·         Lingkar kepala           : 32 cm
·         Lingkar dada               : 33 cm
·         Lingkar perut             : 31,5 cm
·         Jenis kelamin               : Perempuan

7.      Keadaan Psikologis Ibu
Ibu merasa baik-baik saja, senang bayinya lahir dengan selamat tanpa masalah.
8.      Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit hipertensi, gula, atau penyakit menurun lainnya. Juga tidak ada yang menderita penyakit menular.



9.      Riwayat Ginekologi
·         Riwayat menstruasi: Ibu mengalami menarche pada usia 14 tahun, lama menstruasi 5 hari dengan siklus 30 hari. darah yang keluar biasanya cukup banyak, encer, berwarna merah dengan bau amis.
·         HPHT : 26-02-2018 dengan hari perkiraan lahir (HPL) 24-11-2018

10.  Riwayat Obstetri

Jenis Kelamin
Cara lahir
Tempat
Lahir dan penolong
BB lahir
Komplikasi
Selama
Persalinan
Keadaan
Saat ini
Umur
Perempuan
Lahir normal
Di RSUD Kabupaten Raha
3200 gram
-
Baik-baik saja
1 bulan

11.  Review of System dan Pemeriksaan Fisik
Penampilan Umum      : Ibu tampak rapi, terlihat lelah, berjalan dengan bantuan dan tertatih-tatih 
Tekanan Darah            : 110/80 mmHg
Frekuensi nadi             : 84 kali/menit
Respirasi rate               : 24 kali/menit
Suhu badan                 : 36,5ºC
Kesadaran                   :
TB                               : 158 cm
BB                               : 60 kg
            Pemeriksaan Fisik
·           Kulit, rambut, kuku
Klit bersih, turgor kulit baik, lembab, rambut bersih, kuku rapi dan pendek.
·           Kepala dan leher
Ekspresi wajah merintih ketika bergerak atau duduk. Tampak lelah, tidak ada edema, penglihatan normal, dan tidak terdapat bekas operasi.
·           Telinga
Bersih dan pendengaran normal
·           Mulut, tenggorokan
Bersih dan tidak terdapat karies gigi
·           Hidung
Sekret hidung bersih dan fungsi baik
·           Thoraks dan paru-paru
Paru dalam batas normal dan tidak terdengar suara nafas tambahan
·           Payudara
Puting susu menonjol keluar dan ASI keluar tidak banyak
·           Jantung
Tidak ada bising jantung
·           Abdomen
Terdapat striae gravidarum tinggi fundus uteri 2 jari dibawah pusat
·           Genitalia
Warna merah gelap
·           Anus dan rektum
Terdapat rupture perineum dengan jahitan luar 1 jenis zide
·           Muskuloskeletal
Tidak ada varises dan tidak terjadi edema

12.  Riwayat Kesehatan
·         Pola persepsi kesehatan – pemeliharaan kesehatan
Ibu mengatakan bayi ini merupakan anak kedua dan ibu merasa yakin untuk merawat bayinya dengan bantuan ibunya serta pengalamannya pada anak pertama
·         Pola nutrisi
Selama dirumah : Ibu makan 3 kali sehari dan minum 6-8 gelas perhari
Selama dirawat : Ibu makan 3 kali sehari dan minum 8 gelas perhari
·         Pola eleminasi
BAK dirumah : BAK 6-8 kali sehari selama hamil
BAB dirumah : Biasanya ibu BAB 1-2 kali sehari
·         Pola aktivitas – latihan
Selama hamil ibu sering jalan-jalan dan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan mandiri
·         Pola istirahat – tidur
Selama hamil istrahat/tidur tidak ada gangguan
·         Pola persepsi terhadap diri
Ibu sangat koperatif terhadap tindakan keperawatan yang diberikan dan meyakini bahwa semua tindakan itu adalah untuk mempercepat menolong diri dan bayinya.
·         Pola hubungan – peran
Orang terdekat adalah ibunya dan selalu mendampinginya. Ibu mengatakan bahwa selama ini hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat sekitar baik-baik saja.
·         Pola seksualitas – reproduksi
Selama hamil sudah ada kesepakatan dengan suami untuk mengurangi frekuensi hubungan seksual
·         Pola stress – koping
Ibu berbicara pelan-pelan dan ibu selalu cerita kepada suami atau ibunya jika ada masalah
·         Pola kepercayaan – nilai – nilai
Ibu berasal dari suku Jawa dan Muna serta beragama islam sehingga kebudayaan yang umum di masyarakat masih dilakukan seperti 7 bulanan

13.  Profil Keluarga
·         Pendukung keluarga        : Ibu tinggal serumah dengan mertuanya, dua anaknya dan dua adik iparnya
·         Jumlah anak                     : 2 orang
·         Tipe Rumah                      : Rumah milik orang tua dengan bangunan permanen
·         Pekerjaan                          : Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga
·         Tingkat pendidikan          : SMA
·         Tingkat sosial ekonomi    : Menengah

14.  Riwayat dan Rencana Keluarga Berencana
Ibu mengatakan pernah mengonsumsi pil KB antara anak pertama dan kedua

15.  Hasil pemeriksaan Laboratorium
Tanggal dan jenis pemeriksaan
Hasil pemeriksaan dan nilai normal
Unit
intepretasi










16.  Terapi Medis yang Diberikan
Tanggal
Jenis Terapi
Rute Terapi
Dosis
Indikasi Terapi
27/11/2018
Amoxycillin

Asam mefenamat

Emineton
Oral

Oral


Oral
3x500 mg

3x500 mg


1x1 tab
Antibiotik (mencegah infeksi)
Analgestik (mengurangi nyeri)

Derivat besi (mengatasi anemia)
27/11/2018
Amoxycillin

Asam mefenamat

Emineton
Oral

Oral


Oral
3x500 mg

3x500 mg


1x1 tab
Antibiotik (mencegah infeksi)
Analgestik (mengurangi nyeri)

Derivat besi (mengatasi anemia)


























B.     Diagnosa Keperawatan


NO
ANALISA DATA
ETIOLOGI
MASALAH KEPERAWATAN
1.
DS :
Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan
P: nyeri kemaluan terutama jika untuk bergerak dan duduk
Q:  nyeri tajam, perih
R: lokasi pada daerah perineum
S:  skala nyeri 6
T: kadang-kadang hilang

DO :
·         Ekspresi wajah merintih ketika bergerak atau duduk
·         Tanda-tanda vital
TD : 110/80 mmHg
N : 84 kali/menit
RR : 24 kali/menit
S : 36,5ºC
Agen injuri fisik
Nyeri akut
2.
DS :
Ibu mengatakan merasa lelah

DO :
·         Tampak lemah
·         Aktivitas kebersihan diri dibantu oleh keluarga
Keletihan
Defisit perawatan diri : Mandi/kebersihan diri dan toileting
3.
DS :
Ibu mengatakan ASI sudah keluar

DO :
·         Puting susu menonjol keluar

Suplai ASI tidak cukup
Ketidakefektifan pemberian ASI












Diagnosa Keperawatan Prioritas


No.
Diagnosa Kperawatan
Prioritas
1.
Nyeri akut berhubungan agen injuri fisik
DS :
Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan
P: nyeri kemaluan terutama jika untuk bergerak dan duduk
Q:  nyeri tajam, perih
R: lokasi pada daerah perineum
S:  skala nyeri 6
T: kadang-kadang hilang

DO :
·         Ekspresi wajah merintih ketika bergerak atau duduk
·         Tanda-tanda vital
TD : 110/80 mmHg
N : 84 kali/menit
RR : 24 kali/menit
S : 36,5ºC






1
2.
Defisit perawatan diri : mandi/kebersihan diri  dan toileting berhubungan dengan keletihan
DS :
Ibu mengatakan merasa lelah

DO :
·         Tampak lemah
·         Aktivitas kebersihan diri dibantu oleh keluarga

3
3.
Ketidakefektifan pemberian ASI berhubungan Suplai ASI tidak cukup

DS :
Ibu mengatakan ASI sudah keluar

DO :
·         Puting susu menonjol keluar







2








C.    Intervensi Keperawatan


DIAGNOSA KEPERAWATAN
NOC
RENCANA TINDAKAN (NIC)
Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik
DS :
Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan
P: nyeri kemaluan terutama jika untuk bergerak dan duduk
Q:  nyeri tajam, perih
R: lokasi pada daerah perineum
S:  skala nyeri 6
T: kadang-kadang hilang

DO :
·         Ekspresi wajah merintih ketika bergerak atau duduk
·         Tanda-tanda vital
TD :110/80 mmHg
N : 84 kali/menit
RR : 24 kali/menit
S : 36,5ºC


Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 2x24 jam pasien tidak mengalami nyeri, dengan kriteria hasil :
·         Mampu mengontrol nyeri
·         Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri
·         Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
1. Kontrol nyeri
Indikator
Awal
Target
Melaporkan nyeri yang terkontrol
2
4


2.Tingkat nyeri
Indikator
Awal
Target
Nyeri yang dilaporkan
2
3
Tidak bisa istirahat
2
4

3. Kepuasan klien: manajemen nyeri
Indikator
Awal
Target
Memberikan pilihan manajemen nyeri
1
3
1.      Pemberian Analgetik:
a.       Kaji ulang lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi dan skala nyeri
b.      Pemeriksaan obat, dosis dan frekuensi pemberian analgetik
c.       Periksa riwayat alergi obat
d.      Evaluasi keefektifan analgetik secara berkala, khususnya dosis awal serta observasi tanda & gejala efek samping (mis. mual, muntah, mulut kering, konstipasi, depresi pernafasan)
e.       Dokumentasi respon terhadap analgetik dan efek yang tidak diinginkan
2.      Manajemen Nyeri:
a.       Ajarkan teknik nonfarmakologi seperti hipnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, imajinasi terpimpin, massage.
b.      Evaluasi efektifitas dari pengukuran nyeri menggunakan pengkajian pengalaman nyeri
c.       Modifikasi pengukuran kontrol nyeri berdasarkan respon klien
d.      Informasikan pada tenaga kesehatan lain atau keluarga tentang strategi non farmakologi yang diberikan pada klien
e.       Monitor kepuasan klien dengan manajemen nyeri yang diberikan

Ketidakefektifan pemberian ASI berhubungan Suplai ASI tidak cukup

DS :
Ibu mengatakan ASI sudah keluar

DO :
·         Puting susu menonjol keluar

Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1x24 jam Ketidakefektifan pemberian ASI
 dengan kriteria hasil:
·                    keberhasilan menyusui:bayi

Indikaror
Awal
Target
Kesejajaran tubuh yang sesuai dan (bayi) menempel dengan baik
2
4
Refleks menghisap
3
5


1. Perawatan kanguru
·         jelaskan keuntungan dan implikasi dari pengaplikasikan (teknik)kontak kulit ke kulit dengan bayi
·         monitor faktor orangtua yang mempengaruhi keterlibatan dalm perawatan (misalnya,kesediaan,kesehatan,adanya waktu dan adanya dukungan sistem)
·         siapkan lingkungan tenang,hangat dengan cukup privasi
·         berikan orangtua kursi goyang atau kursi lain yang nyaman
·         posisikan bayi yang memakai popok dengan posisi telungkup tegak lurus di dada orangtua yang terbuka

Defisit perawatan diri : mandi/kebersihan diri dan toileting berhubungan dengan keletihan
DS :
Ibu mengatakan merasa lelah

DO :
·         Tampak lemah
·         Aktivitas kebersihan diri dibantu oleh keluarga

Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1x24 jam defisit perawatan mandiri/kebersihan diri dan toileting teratasi dengan kriteria hasil :
·                perawatan diri:mandi
Indikator
Awal
Target

Masuk dan keluar dari kamar mandi

3
5

Mengambil alat/bahan mandi
4
5


1. Memandikan
·         Bantu (memandikan pasien) dengan menggunakan kursi untuk mandi, bak tempat mandi, mandi dengan berdiri, dengan menggunakan cara yang tepat atau sesuai dengan keinginan pasien.
·         Cuci rambut sesuai dengan kebutuhan atau keinginan
·         Mandi dengan air suhu yang nyaman
·         Monitor kondisi kulit saat mandi
 2. Bantuan perawatan diri : mandi/kebersihan
·         Monitor kemampuan perawatan diri secara mandiri
·         Monitor kebutuhan klien untuk alat-alat bantuan kebersihan diri, berpakaian, berhias, toileting dan makan
·         Dorong kemandirian pasien, tapi bantu ketika pasien tidak mampu melakukannya








































DAFTAR PUSTAKA


Alden K.R, 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Dialihbahasakan oleh Maria A. Jakarta: EGC.

Bahiyatun.2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal.  Jakarta: EGC.

Beaty A.N, 2011. Biologi Reproduksi Kehamilan dan Persalinan. Yogyakarta: 55283.

Bobak,M.L.,Jensen,DM.,2000,Perawatan Maternitas (terjemahan),Edisi 1 YIA-PKP,Bandung.

Bobak,Lowdermik,Jensen,2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas (terjemahan) Edisi IV,IGC,Jakarta.

Bobak,I,M,Lowdermilk DL, Jensen DM. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas (maternity nursing) Edisi 4, Maria A Wijayarti dan Peter Anugerah (penterjemah), Jakarta:AGC.

Dewi V.N, 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Herawati Mansur dan Temu Bdiarti (2014). Psikologi Ibu Dan Anak. Edisi 2. Salemba Medikal:Jakarta.

Hikmah, N & Yani, D. P 2015,’Gambaran Hemoragic Post Partum Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian Anemia Diruang Ponek RSUD Kabupaten Jombang,’,JURNAL EDU HEALTH, vol. 5, no. 2, hh. 143.

Judith M.Wilkinson, 2011. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Dialihbahasakan oleh Esti W. Jakarta: EGC

Kurniasari, D & Astuti, Y. A 2015,’Hubungan Antara Karakteristik Ibu, Kondisi Bayi Dan Dukungan Sosial Suami Dengan Post Paartum Blues Pada Ibu Dengan Persalinan SC Dirumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro Tahun 2014’,JURNAL KESEHATAN HOLISTIK,vol. 9, no. 3, hh. 116.

Maritalia D, 2012. Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: 55167

Marshall, C. (2009) Calon Ayah, Membantu calon ayah untuk memahami dan menjadi bagian dari pengalaman kehamilan. Jakarta: Arcan.

Marshall, Fiona. (2004). Mengatasi Depresi Pasca-Melahirkan. Jakarta: Arcan.

Mitayani,2009.Asuhan Keperawatan Maternitas.Jakarta: Salemba Medika

Miyansaki, A. U, Misrawati & Sabrian, F 2014,’Perbandingan Kejadian Post Partum Blues Bada Ibu Post Partum Dengan Persalinan Normal Dan Section Caesarea’, JOM PSIK, vol. 1, no.2, hh. 1.

Mochtar. 2001. Sinipsis Obstetri Jilid II.EGC.Jakarta.

Mochtar,Rustam, 1998, Sinopsis Obstetry Jilid 1 ,EGC.Jakarta.

Nugroho T. 2012, Patofisiologi Kebidanan. Yogyakarta : Nuha Medika

Willian R.F & Oxom H. 2010. Ilmu Kebidanan : Patologi & Fosiologi Persalinan. Yogyakarta : C.V ANDI OFFSET.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN KLIEN (PRINSIP,METODE,TEKNIK,DAN STRATEGI PENDIDIKAN SERTA MEDIA PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI)

TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)