KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan berkat Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami selaku penulis dapat
menyusun dan menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas ini membahas
mengenai Asuhan Keperawatan Postpartum. Tugas ini dibuat dengan tujuan agar
kita dapat memperoleh suatu ilmu yang berguna dalam bidang studi keperawatan
dan dengan tugas ini di harapkan dapat membantu dalam proses pembelajaran dan
dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Dalam
penyusunan tugas ini, penulis banyak mendapatkan tantangan dan hambatan, akan
tetapi berkat bntuan teman-teman tantangan ini dapat teratasi. Oleh karena itu,
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan tugas ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dati Tuhan
Yang Maha Esa.
Penulis
menyadari walaupun sudah berusaha dengan kemampuan kami yang maksimal,
mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang kami miliki, tugas ini masih
banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa, pengolahannya maupun
dalam penyusunan. Untuk itu, penulis sangant mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya dapat membangun demi tercapainya suatu kesempurnaan. Semoga tugasi ini
dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Kendari, 24 Desember 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA
PENGANTAR....................................................................................................ii
DAFTAR
ISI...................................................................................................................iii
KONSEP
MEDIS............................................................................................................1
A. Pengertian Postpartum..........................................................................................1
B. Etiologi..................................................................................................................1
C. Manifestasi Klinis.................................................................................................2
D. Komplikasi............................................................................................................3
ASUHAN
KEPERAWATAN.........................................................................................6
A. Pengkajian.............................................................................................................6
B. Diagnosa Keperawatan.........................................................................................12
C. Intervensi Keperawatan........................................................................................14
DAFTAR
PUSTAKA
KONSEP
MEDIS
A.
Pengertian
Post partum adalah masa
setelah persalinan yang di mulai setelah lahirnya bayi sampai pemulihan kembali
organ-organ seperti sebelum kelahiran (Bobak & Jensen, 2000).lamanya
periode post partum yaitu sekitar 6-8 minggu dan wanita mengalami perubahan
fisik yang kompleks. Selain terjadinya perubahan-perubahan tubuh, pada periode
post partum juga akan mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi psikologis.
Pada perubahan kondisi
psikologis, seorang ibu post partum akan mengalami adaptasi psikologis post
partum yaitu periode taking in hold (ibu merasa khawatir akan kemampuan merawat
bayinya), dan periode letting go (ibu menerima tanggung jawab sebagai ibu)
(Bahiyatun, 2009). Sebagian wanita berhasil menyesuaikan diri dengan baik,
tetapi sebagian lagi tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan
psikologis seperti merasa sedih, jengkel, lelah,marah dan putus asa dan
perasaan-perasaan itulah yang membuat seseorang ibu enggan mengurus bayinya
yang disebut post partum blues (Marshall, 2009)
Partus dianggap normal
atau spontan jika wanita berada dalam masa aterm, tidak terjadi komplikasi,
terdapat satu janin presentasi puncak kepala dan persalinan selesai dalam 24
jam (Bobak, 2005). Partus spontan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi
pada kehamilan cukup bulan dengan ketentuan ibu atau tanpa anjuran atau
obat-obatan (Prawiroharjo, 2000). Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi
pada perineum sewaktu persalinan (Mohtar, 1998).
B.
Etiologi
Penyebab timbulnya
persalinan sampai sekarang belum diketahui secara pasti atau jelas terdapat
beberapa teori antara lain (Rustma Muchtar, 1998) :
1.
Penurunan
kadar progesterone
progesteron
menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan
ketentraman otot rahim.
2. Penurunan kadar progesterone
Pada
akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah, oleh karena itu timbul kontraksi otot
rahim.
3. Keregangan otot-otot
Dengan
majunya kehamilan makin regang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan.
4. Pengaruh janin
Hypofisis
dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan oleh karena
itu pada enencephalus kehamilan sering lebih lama dan biasa.
5. Teori prostaglandin
Teori
prostaglandin yang dihasilkan dan decidua, disngka menjadi salah satu sebab
permulaan persalinan.
C.
Manifestasi Klinis
Gejala klinis yang mungkin terjadi adalah kehilangan
darah dalam jumlah banyak (500 ml), nadi lemah, haus, pucat, lochea warna
merah, gelisah letih,tekamnan darah rendah eksternitas dingin, dapat pula
terjadi syok hemorogik.
1. Menurut Mochtar (2001)
gejala klinik berdasarkan penyebab ada lima yaitu:
a)
Antonia Uteri
Uterus berkontraksi lembek, terjadi pendarahan segera
setelah lahir
b)
Robekan jalan
lahir
Terjadi pendarahan segera,darah segar mengalir
segera setelah bayi lahir,konterksi uterus baik, plasenta baik.Gejala yang
kadang-kadang timbul pucat, lemah,
mengigil.
c)
Retensio
plasenta
Plasenta belum lahir selama 30 menit, perdarahan
segera, kontraksi uterus baik.
d)
Tertinggalnya
sisa plasenta
Selaput ysng mengandung pembuluh darah ada yang
tertinggal,perdarahan segera.Gejala yang kadang-kadang timbul uterus
berkontraksi baik terapi tinggi fundus tidak berkurang.
e)
Infersio
uterus
Uterus tidak teraba, lumen vagina berisi masa,
perdarahan segera, nyeri berat.
2. Tanda dan Gejala
Terjadi pendarahan rembes atau menguncur, saat
kontraksi uterus keras,darag berwarna merah muda,bila perdarahan hebat timbul
syok pada pemeriksaan inspekulo terdapat robekan pada vagina,serviks atau
varisess pecah dan sisa plasenta tertinggal. (Purwadianto,dkk,2000).
D.
Komplikasi
a.
Klien
postpartum komplikasi perdarahan
Perdarahan postpartum adalah perdarahan dalam kala
IV lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, 1998).
Perdarahan postpartum diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :
1)
Early
Postpartum : terjadi 24 jam pertama setelah bayi lahir
2)
Late
postpartum : terjadi lebih dari 24 jam pertama setelah bayi lahir.
Perdarahan post partum merupakan penyebab kematian
maternal terbanyak. Semua wanita yang sedang hamil 20 minggu memiliki resiko
perdarahan post partum dan sekuelernya. Walaupun angka kematian maternal telah
turun secara drastis di negara-negara berkembang,perdarahan post partum tetap
merupakan penyebab kematian maternal terbanyak di mana-mana. (Nugroho taufan,
2012:246)
Pada kelahiran normal akan terjadi kehilangan
darah sebanyak kurang lebih 200 ml. Episiotomi meningkatkan angka ini sebesar
100 ml san kadang-kadang lebih banyak lagi. Wanita hamil mengalami peningkatan
jumlah darah dan cairan sehingga kehilangan 500 ml darah pad wanita sehat
setelah melahirkan tidak mengakibatkan efek serius. Akan tetapi kehilangan
darah sekalipun dengan jumlah yang lebih kecil dapat menimbulkan akibat yang
berbahaya pada wanita yang anemis. (Willian, 2010:412).
b.
Klien
postpartum komplikasi infeksi
Infeksi adalah berhubungan dengan
berkembangbiaknya mikroorganisme dalam tubuh manusia yang disertai dengan
reaksi tubuh terhadapnya (Zulkarnain Iskandar, 1998).
Infeksi postpartum (sepsis puerperal atau demam
setelah melahirkan) ialah infeksi klinis pada saluran genital yang terjadi
dalam 28 hari setelah abortus atau persalinan (Bobak, 2004).
Infeksi ini terjadi setelah persalinan, kuman
masuk dalam tubuh pada saat berlangsungnya proses persalinan. diantaranya, saat
ketuban pecah sebelum maupun saat persalinan berlangsung sehingga menjadi
jembatan masuknya kuman dalam tubuh lewat rahim. jalan masuk lainnya adalah
dari penolong persalinan semdiri, seperti alat-alat yang tidak steril digunakan
pada saat proses persalinan.
c.
Klien
postpartum komplikasi penyakit blues
Postpartum blues (PPB) atau sering juga disebut
maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindrom gangguan efek
ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan atau pada
saat fase taking in, cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima dan
berlangsung dalam rentang waktu 14 hari atau dua minggu pasca persalinan.
Baby blues adalah keadaan dimana seorang ibu
mengalami perasaan tidak nyaman (kesedihan atau kemurungan)/gangguan suasana
hati setelah persalinan, yang berkaitan dengan hubungannya dengan si bayi,
ataupun dengan dirinya sendiri.
Salah satu penyebab terjadinya post partum blues
adalah pengalaman dalam persalinan. pengalaman persalinan yang kurang
menyenangkan dapat mempengaruhi perubahan psikologis setelah melahirkan. post
partum blues dapat terjadi pada semua ibu post partum dari etnik dan ras
manapun, dan dapat terjadi pada ibu primipara maupun multipara (mansyur, 2014).
Ibu primipara merupakan kelompok yang paling rentan mengalami depresi post
partum dibanding ibu multipara arau grandemultipara. Fiona (2004), post partum
blues dapat dipicu oleh perasaan belum siap menghadapi lahirnya bayi dan atau
timbulnya kesadaran akan meningkatnya tanggung jawab sebagai ibu. Ibu primipara
kebanyakan mengalami baby blues berat pada periode immediate post partum yang
akan meningkatkan kejadian depresi post partum.
Penyebab post partum blues tidak diketahui secara
pasti,tapi di duga di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal yang mempengaruhi terjadinya post prtum blues antara lain
fluktuasi hormonal, faktor psikologis dan kepribagian, adanya riwayat depresi
sebelumnya, riwayar kehamilan dan persalinan dengan kompliksi, persalinan section
caesarea, kehamilan yang tidak direncanakan,bayi berat badan lahir rendah
(BBLR), dan pada ibu yang menyusui dan mengalami kesulitan dalam menyusui serta
ibu yang tidak mempunyai pengalaman merawat bayi (Mansyur, 2014).
Faktor internal lainnya yang dapat mendukung
terjadinya post partum blues adalah kondisi kesehatan ibu selama periode
perinatal, penyakit yang menyertai ibu sebelum dan sesudah kehamilan dapat
membuat ibu merasa takut, cemas dan penuh ketegangan dan kekhawatiran sehingga
dapat memivu peningkatan hormon-hormon kortikosteroid. Perubahan hormon
kortikosteroit dapat memunculkan gejala perubahan denyut jantung, nadi, pusing
dan mudah lelah. faktor psikologis dan kepribadian juga dapat mempengaruhi
terjadinya posr partum blues. Karakteristik ibu, kondisi bayi dan dukungan
suami merupakan faktor resiko terjadinya post partum blues (Mansyur, 2014).
Indifidu dengan kepribadian terbuka dan positif, mempunyai resiko yang rendah
untuk mengalami post partum blues selain itu adanya riwayat gangguan psikiatri
dalam keluarga juga mendukung terjadinya post partum blues (Fiona, 2004).
Kondisi lain yang mendukung terjadinya post partum
blues selain yang telah disebutkan diatas adalah respon dari ketergantuangan
karena kelemahan fisik, hrga diri rendah karena kelelahan, jauh dari keluarga,
ketidaknyamanan fisik dan ketegangan dengan peran baru terutama pada permpuan
yang tidak mendapat dukungan dari pasangannya (Bobak, 2005). Riwayat kehamilan
dan persalinan dengan komplikasi juga dapat menjadi faktor pendukung terjadinya
post partum blues. Salah satu kasus persalinan dengan komplikasi adalah
persalinan lama.persalinan lama dan persalinan dengan seksio saesarea mempunyai
hubungn yang signifikan dengan kemungkinan terjadinya post partum blues, dari
63 perempuan, yang dilakukan seksio saesarea 25% mengalami post partum blues,
dan dari 52 perempuan yang melahirkan pervagina, hanya 8% yang mengalami post
partum blues (Ratna, 2009).
PENGKAJIAN POSTPARTUM
Nama Mahasiswa :
Tempat Praktek :
Tanggal Praktek :
A.
PENGKAJIAN
1. Data
Demografi
a. Klien
Nama : Ny. I
Umur :
25 tahun
Alamat :
Sidamangura
Suku :
Muna
Pendidikan :
SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Diagnosa Medik : Postpartum
Tanggal MRS :
26-11-2018
No. RM :
Tanggal Pengkajian: 24-12-2018
b. Penanggung jawab/suami
Nama : Ny. H
Umur :
40 tahun
Alamat :
Sidamangura
Suku :
Muna
Pendidikan :
Sarjana
Pekerjaan : Guru
2.
Alasan Masuk Rumah Sakit
Pasien masuk kerumah sakit
karena ada nyeri dibagian perineum
3.
Keluhan Utama Saat Ini
Ibu menyatakan nyeri pada daerah kemaluan terutama
jika untuk duduk dan berjalan
4.
Riwayat penyakit sebelumnya
Ibu mengatakan tidak
memiliki riwayat penyakit berat hingga harus ke rumah sakit
5.
Riwayat Persalinan dan Kelahiran saat ini
a. Lama persalinan
·
Kala I 4 jam
20 menit
·
Kala II 5
menit
·
Kala III 5
menit
Total
waktu persalinan 4 jam 30 menit
b. Posisi fetus : memanjang, punggung kiri, dengan presentasi
kepala
c. Tipe kelahiran : normal
d. Penggunaan analgestik dan anestesi : selama proses
persalinan ibu tidak diberikan analgestik dan anestesi
e. Masalah selama persalinana : tidak ada dan bayi
lahir normal
6.
Data Bayi saat ini
·
Lahir tanggal : 26-11-2018
·
Panjang badan : 45 cm
·
Berat badan lahir :
3200 gram
·
Lingkar kepala :
32 cm
·
Lingkar dada :
33 cm
·
Lingkar perut :
31,5 cm
·
Jenis kelamin :
Perempuan
7.
Keadaan Psikologis Ibu
Ibu merasa baik-baik saja,
senang bayinya lahir dengan selamat tanpa masalah.
8.
Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam
keluarganya tidak ada yang menderita penyakit hipertensi, gula, atau penyakit
menurun lainnya. Juga tidak ada yang menderita penyakit menular.
9.
Riwayat Ginekologi
·
Riwayat
menstruasi: Ibu mengalami menarche pada usia 14 tahun, lama menstruasi 5 hari
dengan siklus 30 hari. darah yang keluar biasanya cukup banyak, encer, berwarna
merah dengan bau amis.
·
HPHT :
26-02-2018 dengan hari perkiraan lahir (HPL) 24-11-2018
10. Riwayat
Obstetri
|
Jenis Kelamin
|
Cara lahir
|
Tempat
Lahir dan penolong
|
BB lahir
|
Komplikasi
Selama
Persalinan
|
Keadaan
Saat ini
|
Umur
|
|
Perempuan
|
Lahir normal
|
Di RSUD Kabupaten Raha
|
3200 gram
|
-
|
Baik-baik saja
|
1 bulan
|
11. Review
of System dan Pemeriksaan Fisik
Penampilan Umum :
Ibu tampak rapi, terlihat lelah, berjalan dengan bantuan dan tertatih-tatih
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Frekuensi nadi : 84 kali/menit
Respirasi rate : 24 kali/menit
Suhu badan : 36,5ºC
Kesadaran :
TB : 158 cm
BB :
60 kg
Pemeriksaan Fisik
·
Kulit, rambut, kuku
Klit bersih, turgor kulit baik,
lembab, rambut bersih, kuku rapi dan pendek.
·
Kepala dan
leher
Ekspresi
wajah merintih ketika bergerak atau duduk. Tampak lelah, tidak ada edema,
penglihatan normal, dan tidak terdapat bekas operasi.
·
Telinga
Bersih
dan pendengaran normal
·
Mulut,
tenggorokan
Bersih
dan tidak terdapat karies gigi
·
Hidung
Sekret
hidung bersih dan fungsi baik
·
Thoraks dan
paru-paru
Paru
dalam batas normal dan tidak terdengar suara nafas tambahan
·
Payudara
Puting
susu menonjol keluar dan ASI keluar tidak banyak
·
Jantung
Tidak
ada bising jantung
·
Abdomen
Terdapat
striae gravidarum tinggi fundus uteri 2 jari dibawah pusat
·
Genitalia
Warna
merah gelap
·
Anus dan
rektum
Terdapat
rupture perineum dengan jahitan luar 1 jenis zide
·
Muskuloskeletal
Tidak
ada varises dan tidak terjadi edema
12. Riwayat
Kesehatan
·
Pola persepsi
kesehatan – pemeliharaan kesehatan
Ibu
mengatakan bayi ini merupakan anak kedua dan ibu merasa yakin untuk merawat
bayinya dengan bantuan ibunya serta pengalamannya pada anak pertama
·
Pola nutrisi
Selama
dirumah : Ibu makan 3 kali sehari dan minum 6-8 gelas perhari
Selama
dirawat : Ibu makan 3 kali sehari dan minum 8 gelas perhari
·
Pola
eleminasi
BAK
dirumah : BAK 6-8 kali sehari selama hamil
BAB
dirumah : Biasanya ibu BAB 1-2 kali sehari
·
Pola
aktivitas – latihan
Selama
hamil ibu sering jalan-jalan dan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan mandiri
·
Pola
istirahat – tidur
Selama
hamil istrahat/tidur tidak ada gangguan
·
Pola persepsi
terhadap diri
Ibu
sangat koperatif terhadap tindakan keperawatan yang diberikan dan meyakini
bahwa semua tindakan itu adalah untuk mempercepat menolong diri dan bayinya.
·
Pola hubungan
– peran
Orang
terdekat adalah ibunya dan selalu mendampinginya. Ibu mengatakan bahwa selama
ini hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat sekitar baik-baik saja.
·
Pola
seksualitas – reproduksi
Selama
hamil sudah ada kesepakatan dengan suami untuk mengurangi frekuensi hubungan
seksual
·
Pola stress –
koping
Ibu
berbicara pelan-pelan dan ibu selalu cerita kepada suami atau ibunya jika ada
masalah
·
Pola
kepercayaan – nilai – nilai
Ibu
berasal dari suku Jawa dan Muna serta beragama islam sehingga kebudayaan yang
umum di masyarakat masih dilakukan seperti 7 bulanan
13. Profil
Keluarga
·
Pendukung keluarga : Ibu tinggal serumah dengan mertuanya,
dua anaknya dan dua adik iparnya
·
Jumlah anak : 2 orang
·
Tipe Rumah : Rumah milik orang tua
dengan bangunan permanen
·
Pekerjaan : Ibu bekerja sebagai
ibu rumah tangga
·
Tingkat
pendidikan : SMA
·
Tingkat sosial
ekonomi : Menengah
14. Riwayat
dan Rencana Keluarga Berencana
Ibu mengatakan pernah mengonsumsi pil KB antara
anak pertama dan kedua
15. Hasil
pemeriksaan Laboratorium
|
Tanggal dan jenis
pemeriksaan
|
Hasil pemeriksaan
dan nilai normal
|
Unit
|
intepretasi
|
|
|
|
|
|
16. Terapi
Medis yang Diberikan
|
Tanggal
|
Jenis
Terapi
|
Rute
Terapi
|
Dosis
|
Indikasi
Terapi
|
|
27/11/2018
|
Amoxycillin
Asam mefenamat
Emineton
|
Oral
Oral
Oral
|
3x500 mg
3x500 mg
1x1 tab
|
Antibiotik (mencegah infeksi)
Analgestik (mengurangi nyeri)
Derivat besi (mengatasi anemia)
|
|
27/11/2018
|
Amoxycillin
Asam mefenamat
Emineton
|
Oral
Oral
Oral
|
3x500 mg
3x500 mg
1x1 tab
|
Antibiotik (mencegah infeksi)
Analgestik (mengurangi nyeri)
Derivat besi (mengatasi anemia)
|
B.
Diagnosa Keperawatan
|
NO
|
ANALISA
DATA
|
ETIOLOGI
|
MASALAH KEPERAWATAN
|
|
1.
|
DS :
Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan
P: nyeri kemaluan terutama jika
untuk bergerak dan duduk
Q: nyeri
tajam, perih
R: lokasi pada daerah perineum
S: skala
nyeri 6
T: kadang-kadang hilang
DO :
·
Ekspresi
wajah merintih ketika bergerak atau duduk
·
Tanda-tanda
vital
TD : 110/80 mmHg
N : 84 kali/menit
RR : 24
kali/menit
S : 36,5ºC
|
Agen injuri fisik
|
Nyeri akut
|
|
2.
|
DS :
Ibu mengatakan merasa lelah
DO :
·
Tampak
lemah
·
Aktivitas
kebersihan diri dibantu oleh keluarga
|
Keletihan
|
Defisit perawatan diri : Mandi/kebersihan diri
dan toileting
|
|
3.
|
DS :
Ibu mengatakan ASI
sudah keluar
DO :
·
Puting susu
menonjol keluar
|
Suplai ASI tidak cukup
|
Ketidakefektifan
pemberian ASI
|
Diagnosa Keperawatan Prioritas
|
No.
|
Diagnosa Kperawatan
|
Prioritas
|
|
1.
|
Nyeri akut berhubungan
agen injuri fisik
DS :
Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan
P: nyeri kemaluan terutama jika
untuk bergerak dan duduk
Q: nyeri
tajam, perih
R: lokasi pada daerah perineum
S: skala
nyeri 6
T: kadang-kadang hilang
DO :
·
Ekspresi
wajah merintih ketika bergerak atau duduk
·
Tanda-tanda
vital
TD : 110/80 mmHg
N : 84 kali/menit
RR : 24
kali/menit
S : 36,5ºC
|
1
|
|
2.
|
Defisit perawatan diri
: mandi/kebersihan diri dan toileting berhubungan
dengan keletihan
DS :
Ibu mengatakan merasa lelah
DO :
·
Tampak
lemah
·
Aktivitas
kebersihan diri dibantu oleh keluarga
|
3
|
|
3.
|
Ketidakefektifan
pemberian ASI berhubungan Suplai ASI tidak cukup
DS :
Ibu mengatakan ASI
sudah keluar
DO :
·
Puting susu
menonjol keluar
|
2
|
C.
Intervensi Keperawatan
|
DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
NOC
|
RENCANA TINDAKAN (NIC)
|
|
Nyeri akut berhubungan
dengan agen injuri fisik
DS :
Ibu mengatakan nyeri pada daerah kemaluan
P: nyeri kemaluan terutama jika
untuk bergerak dan duduk
Q: nyeri
tajam, perih
R: lokasi pada daerah perineum
S: skala
nyeri 6
T: kadang-kadang hilang
DO :
·
Ekspresi
wajah merintih ketika bergerak atau duduk
·
Tanda-tanda
vital
TD :110/80 mmHg
N : 84 kali/menit
RR : 24
kali/menit
S : 36,5ºC
|
Setelah dilakukan
tindakan asuhan keperawatan selama 2x24 jam pasien tidak mengalami nyeri,
dengan kriteria hasil :
·
Mampu
mengontrol nyeri
·
Melaporkan
bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri
·
Menyatakan
rasa nyaman setelah nyeri berkurang
1. Kontrol nyeri
|
Indikator
|
Awal
|
Target
|
|
Melaporkan
nyeri yang terkontrol
|
2
|
4
|
2.Tingkat nyeri
|
Indikator
|
Awal
|
Target
|
|
Nyeri yang dilaporkan
|
2
|
3
|
|
Tidak
bisa istirahat
|
2
|
4
|
3. Kepuasan klien: manajemen nyeri
|
Indikator
|
Awal
|
Target
|
|
Memberikan pilihan manajemen
nyeri
|
1
|
3
|
|
1. Pemberian Analgetik:
a. Kaji ulang lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi dan skala nyeri
b. Pemeriksaan obat, dosis dan
frekuensi pemberian analgetik
c. Periksa riwayat alergi obat
d. Evaluasi keefektifan analgetik
secara berkala, khususnya dosis awal serta observasi tanda & gejala efek
samping (mis. mual, muntah, mulut kering, konstipasi, depresi pernafasan)
e. Dokumentasi respon terhadap
analgetik dan efek yang tidak diinginkan
2. Manajemen Nyeri:
a. Ajarkan teknik nonfarmakologi
seperti hipnosis, relaksasi, terapi musik, distraksi, imajinasi terpimpin,
massage.
b. Evaluasi efektifitas dari
pengukuran nyeri menggunakan pengkajian pengalaman nyeri
c. Modifikasi pengukuran kontrol
nyeri berdasarkan respon klien
d. Informasikan pada tenaga
kesehatan lain atau keluarga tentang strategi non farmakologi yang diberikan
pada klien
e. Monitor kepuasan klien dengan
manajemen nyeri yang diberikan
|
|
Ketidakefektifan
pemberian ASI berhubungan Suplai ASI tidak cukup
DS :
Ibu mengatakan ASI
sudah keluar
DO :
·
Puting susu
menonjol keluar
|
Setelah dilakukan
tindakan asuhan keperawatan selama 1x24 jam Ketidakefektifan pemberian ASI
dengan kriteria hasil:
·
keberhasilan
menyusui:bayi
|
Indikaror
|
Awal
|
Target
|
|
Kesejajaran tubuh
yang sesuai dan (bayi) menempel dengan baik
|
2
|
4
|
|
Refleks menghisap
|
3
|
5
|
|
1. Perawatan kanguru
·
jelaskan
keuntungan dan implikasi dari pengaplikasikan (teknik)kontak kulit ke kulit
dengan bayi
·
monitor
faktor orangtua yang mempengaruhi keterlibatan dalm perawatan
(misalnya,kesediaan,kesehatan,adanya waktu dan adanya dukungan sistem)
·
siapkan
lingkungan tenang,hangat dengan cukup privasi
·
berikan
orangtua kursi goyang atau kursi lain yang nyaman
·
posisikan
bayi yang memakai popok dengan posisi telungkup tegak lurus di dada orangtua
yang terbuka
|
|
Defisit perawatan diri
: mandi/kebersihan diri dan toileting berhubungan dengan keletihan
DS :
Ibu mengatakan merasa lelah
DO :
·
Tampak
lemah
·
Aktivitas
kebersihan diri dibantu oleh keluarga
|
Setelah dilakukan
asuhan keperawatan 1x24 jam defisit perawatan mandiri/kebersihan diri dan
toileting teratasi dengan kriteria hasil :
·
perawatan
diri:mandi
|
Indikator
|
Awal
|
Target
|
|
|
Masuk dan keluar dari
kamar mandi
|
3
|
5
|
|
|
Mengambil alat/bahan
mandi
|
4
|
5
|
|
|
|
|
|
|
1. Memandikan
·
Bantu (memandikan pasien) dengan
menggunakan kursi untuk mandi, bak tempat mandi, mandi dengan berdiri, dengan
menggunakan cara
yang tepat atau sesuai dengan keinginan pasien.
·
Cuci rambut
sesuai dengan kebutuhan atau keinginan
·
Mandi dengan air suhu yang nyaman
·
Monitor
kondisi kulit saat mandi
2. Bantuan
perawatan diri : mandi/kebersihan
·
Monitor
kemampuan perawatan diri secara mandiri
·
Monitor
kebutuhan klien untuk alat-alat bantuan kebersihan diri, berpakaian, berhias,
toileting dan makan
·
Dorong
kemandirian pasien, tapi bantu ketika pasien tidak mampu melakukannya
|
DAFTAR PUSTAKA
Alden K.R, 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Dialihbahasakan oleh Maria A.
Jakarta: EGC.
Bahiyatun.2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta: EGC.
Beaty A.N, 2011. Biologi Reproduksi Kehamilan dan Persalinan. Yogyakarta: 55283.
Bobak,M.L.,Jensen,DM.,2000,Perawatan Maternitas (terjemahan),Edisi 1 YIA-PKP,Bandung.
Bobak,Lowdermik,Jensen,2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas (terjemahan) Edisi IV,IGC,Jakarta.
Bobak,I,M,Lowdermilk DL, Jensen DM. (2005). Buku
Ajar Keperawatan Maternitas (maternity nursing) Edisi 4, Maria A Wijayarti dan
Peter Anugerah (penterjemah), Jakarta:AGC.
Dewi V.N, 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Jakarta: Salemba Medika
Herawati Mansur dan Temu Bdiarti (2014). Psikologi Ibu Dan Anak. Edisi 2. Salemba
Medikal:Jakarta.
Hikmah, N & Yani, D. P 2015,’Gambaran
Hemoragic Post Partum Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian Anemia Diruang Ponek
RSUD Kabupaten Jombang,’,JURNAL EDU HEALTH, vol. 5, no. 2, hh. 143.
Judith M.Wilkinson, 2011. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Dialihbahasakan oleh Esti W.
Jakarta: EGC
Kurniasari, D & Astuti, Y. A 2015,’Hubungan
Antara Karakteristik Ibu, Kondisi Bayi Dan Dukungan Sosial Suami Dengan Post
Paartum Blues Pada Ibu Dengan Persalinan SC Dirumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro
Tahun 2014’,JURNAL KESEHATAN HOLISTIK,vol.
9, no. 3, hh. 116.
Maritalia D, 2012. Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: 55167
Marshall, C. (2009) Calon Ayah, Membantu calon ayah untuk memahami dan menjadi bagian dari
pengalaman kehamilan. Jakarta: Arcan.
Marshall, Fiona. (2004). Mengatasi Depresi Pasca-Melahirkan. Jakarta: Arcan.
Mitayani,2009.Asuhan
Keperawatan Maternitas.Jakarta: Salemba Medika
Miyansaki, A. U, Misrawati & Sabrian, F 2014,’Perbandingan
Kejadian Post Partum Blues Bada Ibu Post Partum Dengan Persalinan Normal Dan
Section Caesarea’, JOM PSIK, vol. 1,
no.2, hh. 1.
Mochtar. 2001. Sinipsis
Obstetri Jilid II.EGC.Jakarta.
Mochtar,Rustam, 1998, Sinopsis Obstetry Jilid 1 ,EGC.Jakarta.
Nugroho T. 2012, Patofisiologi Kebidanan. Yogyakarta : Nuha Medika
Willian R.F & Oxom H. 2010. Ilmu Kebidanan : Patologi & Fosiologi
Persalinan. Yogyakarta : C.V ANDI OFFSET.
Komentar
Posting Komentar