TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)

  TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860) A.   ISI TEORI Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Melalui observasi dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dengan faktor lingkungan dan, sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi higiene dan sanitasi selama perang Crimean. Torres mencatat ( 1986 ) mencatat bahwa nightingale memberikan konsep dan penawaran yang dapat divalidasi dan digunakan untuk menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teo...

MAKALAH TENTANG KELUARGA BERENCANA


KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga Makalah Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II ini dapat kami selesaikan guna memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II. Sekiranya mahasiswa dapat memanfaatkan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
            Tak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada dosen Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengumpulkan tugas makalah ini. Tugas makalah yang berjudul “Keluarga Berencana”. Sebuah makalah yang membahas hal-hal yang berkaitandengan gaya maupun tujuan kehidupana berumah tangga.
            Makalah ini memang jauh dari sempurna, baik dalam hal isi, susunan, maupun cara penyajiannya. Untuk itu segala saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kmai harapkan dari pembaca.




Kendari, 11 Maret 2019

Penyusun






DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A.    LATAR BELAKANG ................................................................................. 1
B.     RUMUSAN MASALAH ............................................................................  1
C.    TUJUAN MAKALAH ................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
A.    PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA ......................................... 3
B.     TUJUAN KELUARGA BERENCANA ................................................... 3
C.    SASARAN KELUARGA BERENCANA ................................................. 3
D.    METODE KELUARGA BERENCANA .................................................. 5
BAB III PENUTUP .................................................................................................7
A.    KESIMPULAN ........................................................................................... 7
B.     SARAN ........................................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
          Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang menghadapi masalah di bidang kependudukan, yaitu masih tingginya tingkat pertumbuhan penduduk. Keadaan yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Semakin tinggi tingkat pertumbuhan penduduk, maka makin besar pula usaha yang harus dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan masyarakat. Oleh, karena itu pemerintah berupaya untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk ini dengan program keluarga berencana.
          Keluarga Berancana (KB) adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan derajat, kesejahteraan ibu, anak dan keluarga khususnya, serta bangsa pada umumnya. Salah satunya yaitu dengan membatasi dan menjarangkan kehamilan. Program KB ini dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
          Dengan program keluarga berencana diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan dan mutu sumber daya manusia Indonesia sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.         Apa pengertian dari Keluarga Berencana ?
2.         Apa saja tujuan dari Keluarga Berencana ?
3.         Siapa yang menjadi sasaran dari Keluarga Berencana ?
4.         Bagaimana metode dari Keluarga Berencana ?




C.    TUJUAN MAKALAH
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.         Mengetahui pengertian dari Keluarga Berencana
2.         Memahami tujuan dari Keluarga Berencana
3.         Mengetahui sasaran dari Keluarga Berencana
4.         Memahami sasaran dari Keluarga Berencana



























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Keluarga Berencana
Keluarga berencana mengandung pengertian perencanaan kehidupan masing-masing suami istri dalam melahirkan dan mendidik anak. Dapat juga diartikan mengatur jumlah anak sesuai kehendak Anda dan menentukan sendiri kapan Anda akan hamil.
Menurut BKKBN (1998) keluarga berencana artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak Anda dan menentukan sendiri kapan Anda ingin hamil atau salah satu usaha kependudukan sekaligus merupakan bagian yang terpadu dalam program Pembangunan Nasional dan bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, sosial budaya penduduk Indonesia agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan produksi nasional.
Program keluarga berencana ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kontrasepsi. Kontrasepsi adalah metode untuk mencegah kehamilan. Dengan metode ini maka jumlah dan jarak kehamilan dapat diatur.

B.     Tujuan Keluarga Berencana
Program keluarga berencana adalah program nasional yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk sehingga dapat dicapai dengan program keluarga berencana ini yaitu :
1.          Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak,
2.          Meningkatkan harapan hidup,
3.          Mengurangi angka kematian bayi,
4.          Mengurangi angka kematian ibu hamil.

Dengan program keluarga berencana ini kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat.

C.    Sasaran Keluarga Berencana
Keluarga Berencana pada awalnya dilakukan secara diam-diam oleh tenaga sukarela karena pemerintah negara saat itu anti terhadap program ini. Memasuki Orde Baru, program KB mulai diakui dan menjadi program pemerintah. Dan tahukah Anda, setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan meninggal akibat berbagai masalah selama kehamilan, persalinan dan pengguguran kandungan (aborsi) yang tidak aman. Disinilah Keluarga Berencana berperan penting untuk mencegah sebagian besar kematian tersebut. Berikut ini beberapa manfaat KB yang perlu Anda ketahui :

1.    Kehamilan terlalu dini
Perempuan dibawah usia 17 tahun rentan mengalami kematian sewaktu persalinan. Hal ini dikarenakan perkembangan tubuhnya belum sempurna dan belum cukup matang serta siap dilewati bayi. Sang bayi pun terancam resiko kematian sebelum usianya mencapai satu tahun.
2.    Kehamilan terlalu “telat”
Perempuan berusia terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan memiliki banyak resiko berbahaya. Terlebih jika memiliki masalah-masalah kesehatan lain atau terlalu sering hamil dan melahirkan.
3.    Kehamilan-kehamilan jarak dekat
Kehamilan dan persalinan membutuhkan banyak energi dan kekuatan. Jika Anda belum pulih dari satu pesalinan namun sudah hamil kembali, tubuh tidak akan sempat memulihkan kebugarannya. Berbagai masalah bahkan kematian pun akan dihadapi saat berhadapan dengan situasi kehamilan jarak dekat.
4.    Terlalu sering hamil dan melahirkan
Perempuan memiliki lebih dari empat anak beresiko menghadapi kematian akibat pendarahaan hebat dan kelainan-kelainan lainnya. Tidak ada paksaan dan tidak ada yang boleh memaksa Anda untuk mengikuti program KeluargaBerencana ataupun tidak. Namun pekerja kesehatan akan menyarankan Anda untuk mengikuti program ini jika terjadi sesuatu yang dapat membahayakan diri Anda. Dibutuhkan kesadaran dalam diri sendiri, mengenai pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana, baik untuk kebaikan diri sendiri, anak, juga kesejahteraan keluarga. Tidak ada yang boleh memaksa Anda
mengikuti program Keluarga Berencana, dan tidak ada paksaan untuk Anda mengenakan alat KB tertentu. Namun jika alat KB yang Anda pilih dapat membahayakan diri sendiri, maka konsultasikan terlebih dahulu hal tersebut pada dokter kandungan.


D.    Metode Keluarga Berencana
Keluarga berencana menggunakan metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Terdapat beberapa jenis metode kontrasepsi, yaitu :
1. Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi hormonal adalah metode pencegahan kehamilan dengan cara mengatur hormon reproduksi dalam tubuh. Kontrasepsi jenis ini tersedia dalam 3 bentuk, yaitu :
a. Oral (dimakan) : pill progesteron dan pil kombinasi
b. Suntikan
c. Mekanik (susuk)

Pil KB (obat oral) ada 2 jenis, yaitu pil KB biasa dan pil KB untuk ibu menyusui. Selain itu tersedia juga jenis paketan yang diminum setiap hari. Pil KB ini memiliki beberapa keuntungan memiliki :
a.       Dapat mencegah kanker indung telur dan endometrium
b.      Mengurangi gangguan menstruasi
c.       Pengembalian kesuburan cepat (hanya 3 bulan)

Suntik KB adalah pemberian preparat progestin secara intramuscular. Biasanya suntik KB ini diberikan 3 bulan sekali. Bekerja cepat dan efektif dalam waktu yang lama.
Suntik KN adalah sejenis kapsul plastik yang tipis dan fleksibel, dimasukkan kedalam kulit lengan wanita yang akan melepaskan progestin secara perlahan. Kontrasepsi ini dapat efektif selama 5 sampai 7 tahun.

2. Kontrasepsi metode perintang
Terdapat beberapa jenis yaitu :
a.       Kondom
b.      Diafragma
c.       Kap serviks

3. Alat kontrasepsi dalam rahim
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/UID) adalah suatu alat yang terbuat dari plastik yang dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah terjadinya kehamilan dengan cara menghalangi terjadinya pembuahan atau implantasi.

4. Kontrasepsi permanen (operatif)
Adalah tindakan yang dilakukan pada pria maupun wanita yang berkeinginan untuk mencegah kehamilan secara permanen.
Pada pria tindakan operasi yang dilakukan adalah dengan memotong vas deferen yang disebut vasektomi. Sedangkan pada wanita dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
a. Ligasi tuba (pengikatan saluran tuba)
b. Histerektomi (pengangkatan rahim)
c. Oforektomi (pengangkatan ovarium/indung telur)

Selain dengan menggunakan keempat cara di atas, pencegahan kehamilan juga dapat dilakukan dengan metode alamiah, yaitu perhitungan masa subur dengan menggunakan sistem kalender.
a.       Kurangi 18 hari dari panjang siklus terpendek (misal 25 hari = 7).
b.      Kurangi 11 hari dari panjang siklus yang terpanjang (misal 30 hari =19).
c.       Abstain (tidak berhubungan) dari siklus hari ke 7 sampai hari ke 19 karena saat itu wanita sedang dalam masa suburnya.

Kelmahan sistem kalender ini adalah hanya bisa digunakan oleh wanita dengan siklus menstrusi yang teratur.










BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kehamilan dapat menimbulkan bahaya kematian baik bagi ibu maupun bayinya. Namun, dengan program keluarga berencana hal ini dapat dicegah sehingga kesehatan ibu terjamin. Dengan membatasi jumlah anak, maka juga akan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena dengan jumlah anak yang sedikit beban orang untuk menghidupi keluarganya akan berkurang dibandingkan dengan keluarga yang memiliki banyak anak.

B. Saran
Dengan program keluarga berencana ini kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat.




















DAFTAR PUSTAKA

Scott James R. Dkk. 2002. Danforth buku saku obstetri dan ginekologi, Jakarta : Widya Media.

Prawihardjo, Sarwono. 2003. Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.


http://ekookdamezs.blogspot.com/2010/05/makalah-keluarga-berencana-kbmenurut. html








Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN KLIEN (PRINSIP,METODE,TEKNIK,DAN STRATEGI PENDIDIKAN SERTA MEDIA PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI)

TEORI KONSEPTUAL KEPERAWATAN NIGHTINGALE (1860)