KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga Makalah Mata Kuliah
Keperawatan Maternitas II ini dapat kami selesaikan guna memenuhi tugas yang
diberikan oleh dosen Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II. Sekiranya mahasiswa
dapat memanfaatkan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Tak lupa, kami ucapkan terima kasih
kepada dosen Mata Kuliah Keperawatan Maternitas II yang telah memberikan
kesempatan kepada kami untuk mengumpulkan tugas makalah ini. Tugas makalah yang
berjudul “Keluarga Berencana”. Sebuah makalah yang membahas hal-hal yang
berkaitandengan gaya maupun tujuan kehidupana berumah tangga.
Makalah ini memang jauh dari sempurna,
baik dalam hal isi, susunan, maupun cara penyajiannya. Untuk itu segala saran
dan kritik yang sifatnya membangun sangat kmai harapkan dari pembaca.
Kendari,
11 Maret 2019
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
.............................................................................................
ii
DAFTAR ISI
...........................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................
1
A.
LATAR
BELAKANG
.................................................................................
1
B.
RUMUSAN
MASALAH ............................................................................ 1
C.
TUJUAN
MAKALAH
................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
........................................................................................
3
A.
PENGERTIAN
KELUARGA BERENCANA ......................................... 3
B.
TUJUAN
KELUARGA BERENCANA ................................................... 3
C.
SASARAN
KELUARGA BERENCANA ................................................. 3
D.
METODE
KELUARGA BERENCANA .................................................. 5
BAB III PENUTUP
.................................................................................................7
A.
KESIMPULAN
...........................................................................................
7
B.
SARAN
........................................................................................................
7
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Indonesia adalah
salah satu negara berkembang yang menghadapi masalah di bidang kependudukan,
yaitu masih tingginya tingkat pertumbuhan penduduk. Keadaan yang demikian telah
mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Semakin
tinggi tingkat pertumbuhan penduduk, maka makin besar pula usaha yang harus
dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan masyarakat. Oleh, karena itu
pemerintah berupaya untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk ini dengan
program keluarga berencana.
Keluarga Berancana (KB) adalah program nasional yang
bertujuan meningkatkan derajat, kesejahteraan ibu, anak dan keluarga khususnya,
serta bangsa pada umumnya. Salah satunya yaitu dengan membatasi dan
menjarangkan kehamilan. Program KB ini dirintis sejak tahun 1951 dan terus
berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN).
Dengan program keluarga berencana diharapkan dapat
meningkatkan derajat kesehatan dan mutu sumber daya manusia Indonesia sehingga
dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Adapun rumusan masalah yang terdapat
dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Apa pengertian dari Keluarga Berencana ?
2.
Apa saja tujuan dari Keluarga Berencana
?
3.
Siapa yang menjadi sasaran dari Keluarga
Berencana ?
4.
Bagaimana metode dari Keluarga Berencana
?
C.
TUJUAN
MAKALAH
Adapun tujuan dari makalah ini adalah
sebagai berikut :
1.
Mengetahui pengertian dari Keluarga
Berencana
2.
Memahami tujuan dari Keluarga Berencana
3.
Mengetahui sasaran dari Keluarga Berencana
4.
Memahami sasaran dari Keluarga Berencana
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Keluarga Berencana
Keluarga
berencana mengandung pengertian perencanaan kehidupan masing-masing suami istri
dalam melahirkan dan mendidik anak. Dapat juga diartikan mengatur jumlah anak
sesuai kehendak Anda dan menentukan sendiri kapan Anda akan hamil.
Menurut BKKBN
(1998) keluarga berencana artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak Anda dan
menentukan sendiri kapan Anda ingin hamil atau salah satu usaha kependudukan
sekaligus merupakan bagian yang terpadu dalam program Pembangunan Nasional dan
bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, sosial
budaya penduduk Indonesia agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan produksi
nasional.
Program keluarga
berencana ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kontrasepsi. Kontrasepsi
adalah metode untuk mencegah kehamilan. Dengan metode ini maka jumlah dan jarak
kehamilan dapat diatur.
B.
Tujuan
Keluarga Berencana
Program keluarga
berencana adalah program nasional yang bertujuan untuk mengurangi tingkat
pertumbuhan penduduk sehingga dapat dicapai dengan program keluarga berencana
ini yaitu :
1.
Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak,
2.
Meningkatkan harapan hidup,
3.
Mengurangi angka kematian bayi,
4.
Mengurangi angka kematian ibu hamil.
Dengan program
keluarga berencana ini kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia
Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat.
C.
Sasaran
Keluarga Berencana
Keluarga
Berencana pada awalnya dilakukan secara diam-diam oleh tenaga sukarela karena
pemerintah negara saat itu anti terhadap program ini. Memasuki Orde Baru,
program KB mulai diakui dan menjadi program pemerintah. Dan tahukah Anda,
setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan meninggal akibat berbagai masalah
selama kehamilan, persalinan dan pengguguran kandungan (aborsi) yang tidak
aman. Disinilah Keluarga Berencana berperan penting untuk mencegah sebagian
besar kematian tersebut. Berikut ini beberapa manfaat KB yang perlu Anda
ketahui :
1. Kehamilan
terlalu dini
Perempuan dibawah usia 17 tahun rentan
mengalami kematian sewaktu persalinan. Hal ini dikarenakan perkembangan
tubuhnya belum sempurna dan belum cukup matang serta siap dilewati bayi. Sang
bayi pun terancam resiko kematian sebelum usianya mencapai satu tahun.
2. Kehamilan
terlalu “telat”
Perempuan berusia terlalu tua untuk
mengandung dan melahirkan memiliki banyak resiko berbahaya. Terlebih jika
memiliki masalah-masalah kesehatan lain atau terlalu sering hamil dan
melahirkan.
3. Kehamilan-kehamilan
jarak dekat
Kehamilan dan persalinan membutuhkan
banyak energi dan kekuatan. Jika Anda belum pulih dari satu pesalinan namun
sudah hamil kembali, tubuh tidak akan sempat memulihkan kebugarannya. Berbagai
masalah bahkan kematian pun akan dihadapi saat berhadapan dengan situasi
kehamilan jarak dekat.
4.
Terlalu sering hamil dan melahirkan
Perempuan memiliki lebih dari empat anak
beresiko menghadapi kematian akibat pendarahaan hebat dan kelainan-kelainan
lainnya. Tidak ada paksaan dan tidak ada yang boleh memaksa Anda untuk
mengikuti program KeluargaBerencana ataupun tidak. Namun pekerja kesehatan akan
menyarankan Anda untuk mengikuti program ini jika terjadi sesuatu yang dapat
membahayakan diri Anda. Dibutuhkan kesadaran dalam diri sendiri, mengenai
pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana, baik untuk kebaikan diri
sendiri, anak, juga kesejahteraan keluarga. Tidak ada yang boleh memaksa Anda
mengikuti program Keluarga Berencana,
dan tidak ada paksaan untuk Anda mengenakan alat KB tertentu. Namun jika alat
KB yang Anda pilih dapat membahayakan diri sendiri, maka konsultasikan terlebih
dahulu hal tersebut pada dokter kandungan.
D.
Metode
Keluarga Berencana
Keluarga berencana
menggunakan metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Terdapat beberapa
jenis metode kontrasepsi, yaitu :
1. Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi
hormonal adalah metode pencegahan kehamilan dengan cara mengatur hormon
reproduksi dalam tubuh. Kontrasepsi jenis ini tersedia dalam 3 bentuk, yaitu :
a. Oral (dimakan) : pill progesteron dan
pil kombinasi
b. Suntikan
c. Mekanik (susuk)
Pil
KB (obat oral) ada 2 jenis, yaitu pil KB biasa dan pil KB untuk ibu menyusui.
Selain itu tersedia juga jenis paketan yang diminum setiap hari. Pil KB ini
memiliki beberapa keuntungan memiliki :
a. Dapat
mencegah kanker indung telur dan endometrium
b. Mengurangi
gangguan menstruasi
c. Pengembalian
kesuburan cepat (hanya 3 bulan)
Suntik KB adalah pemberian preparat
progestin secara intramuscular. Biasanya suntik KB ini diberikan 3 bulan
sekali. Bekerja cepat dan efektif dalam waktu yang lama.
Suntik KN adalah sejenis kapsul plastik
yang tipis dan fleksibel, dimasukkan kedalam kulit lengan wanita yang akan
melepaskan progestin secara perlahan. Kontrasepsi ini dapat efektif selama 5
sampai 7 tahun.
2.
Kontrasepsi metode perintang
Terdapat beberapa jenis yaitu :
a. Kondom
b. Diafragma
c. Kap
serviks
3. Alat kontrasepsi
dalam rahim
Alat
kontrasepsi dalam rahim (AKDR/UID) adalah suatu alat yang terbuat dari plastik
yang dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah terjadinya kehamilan dengan cara
menghalangi terjadinya pembuahan atau implantasi.
4. Kontrasepsi permanen
(operatif)
Adalah
tindakan yang dilakukan pada pria maupun wanita yang berkeinginan untuk
mencegah kehamilan secara permanen.
Pada
pria tindakan operasi yang dilakukan adalah dengan memotong vas deferen yang
disebut vasektomi. Sedangkan pada wanita dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
:
a. Ligasi tuba (pengikatan saluran tuba)
b. Histerektomi (pengangkatan rahim)
c. Oforektomi
(pengangkatan ovarium/indung telur)
Selain
dengan menggunakan keempat cara di atas, pencegahan kehamilan juga dapat
dilakukan dengan metode alamiah, yaitu perhitungan masa subur dengan
menggunakan sistem kalender.
a. Kurangi
18 hari dari panjang siklus terpendek (misal 25 hari = 7).
b. Kurangi
11 hari dari panjang siklus yang terpanjang (misal 30 hari =19).
c. Abstain
(tidak berhubungan) dari siklus hari ke 7 sampai hari ke 19 karena saat itu
wanita sedang dalam masa suburnya.
Kelmahan
sistem kalender ini adalah hanya bisa digunakan oleh wanita dengan siklus
menstrusi yang teratur.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kehamilan
dapat menimbulkan bahaya kematian baik bagi ibu maupun bayinya. Namun, dengan
program keluarga berencana hal ini dapat dicegah sehingga kesehatan ibu
terjamin. Dengan membatasi jumlah anak, maka juga akan dapat meningkatkan
kesejahteraan keluarga. Karena dengan jumlah anak yang sedikit beban orang
untuk menghidupi keluarganya akan berkurang dibandingkan dengan keluarga yang
memiliki banyak anak.
B.
Saran
Dengan
program keluarga berencana ini kita dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia
Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Scott
James R. Dkk. 2002. Danforth buku saku obstetri dan ginekologi, Jakarta : Widya
Media.
Prawihardjo,
Sarwono. 2003. Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka.
http://ekookdamezs.blogspot.com/2010/05/makalah-keluarga-berencana-kbmenurut.
html
Komentar
Posting Komentar